Monday, May 8, 2017

Update 2017 - Aplikasi Analisis Butir Soal Berbasis Ms. Excel

Pada pos kali ini, admin kembali memberikan update aplikasi analisis butir soal berbasis Ms. Excel. Postingan yang pertama,  Aplikasi Analisis Butir Soal Pilihan Berganda dan Essay (Khusus SMP Negeri 9 Pematangsiantar). Dalam postingan tersebut disertakan lampiran aplikasi yang terdiri dari beberapa file dengan jumlah soal dan peserta didik yang terbatas, yakni aplikasi terpisah untuk soal 25 PG, 20 PG, 15 PG, 12 Essay, dan 2 Essay, dengan jumlah peserta tes 25 orang. Kemudian pada postingan selanjutnya, yaitu  Update - Aplikasi Analisis Butir Soal berbasis Ms. Excel, berisikan aplikasi lanjutan dari postingan pertama dan juga langkah-langkah pengerjaannya.

Pada postingan ini, ada beberapa fitur yang ditambahkan dalam aplikasi analisis butir soal berbasis Ms. Excel.

>> untuk memudahkan tutorial, silahkan download aplikasinya di sini. <<
Pada aplikasi ini, analisis semakin mudah dilakukan. Pengerjaan analisis terletak pada satu lembar sheet saja, yaitu sheet DATA. Fitur utama yang ditambahkan  dan dikerjeakan dalam aplikasi ini adalah

Data Pemeriksaan Ujian Peserta Didik




Perhatikan gambar dan kode huruf yang diberikan.
A. Data Guru
Isi dengan identitas guru yang akan melakukan analisis. Silahkan ubah sesuaikan data pada cell yang berwarna hijau.

B. Kunci dan Skor Jawaban, 
Pada bagian ini, silahkan diisi dengan kunci jawaban untuk pilihan berganda dan skor benar dan skor salah, misalnya, ada 5 soal pilihan berganda dengan jawaban no 1. A, 2.B, 3.C, 4.D, 5.A. Maka pada kolom jawaban ditulis ABCDA juga diisi skor untuk soal uraian. Untuk skor silahkan isi sesuai dengan skor benar dan salah yang di inginkan sesuai peraturan yang berlaku. Termasuk juga skor untuk uraian pada kolom nomor-nomor uraian masing-masing. (Ubah sesuaikan pada cel yang berwarna hijau).

C. Nama dan jawaban peserta ujian,
Pada bagian ini, diisi dengan nama siswa, jawaban pilihan berganda yang diketik secara langsung tanpa spasi. Sama seperti pengisian pada kunci jawaban. Namun perlu diperhatikan untuk jawaban siswa yang tidak diisi, maka dapat diketik pada jawaban dengan karakter selain kunci jawaban. Misalnya, siswa tidak menjawab pada soal nomo 2, maka jawaban dapat diisikan pada kolom jawaban adalah, A*BBC. Isi jawaban dan skor uraian siswa pada kolom yang berwarna hijau.

Jika pada lembar ini telah diisi dengan benar, maka hasil analisis soal Pilihan Berganda (PG) dan analisi soal uraian (Essai) terdapat pada sheet  ANALISIS_PG, ANALISIS_URAIAN, dan ANALISIS_HASIL. Lembar sheet  ini dapat diprint sebagai berkas hasil analisis.

Sekian update aplikasi analisis butir soal. Silahkan berlatih dan dipergunakan sebagaimana mestinya.

Jangan lupa download aplikasinya.

Untuk aplikasi dengan jumlah soal 50 soal pilihan berganda dan 20 soal uraian serta jumlah peserta didik sebanyak 60 orang dapat didownload di sini.

Friday, May 5, 2017

Fungsi (Add-Ins) Terbilang

Dalam lembar Rapor Penilaian Siswa memuat Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) dan nilai sebagai hasil belajar yang diperoleh siswa selama mengikuti proses belajar mengajar. Nilai yang dicantumkan ditulis dengan menggunakan angka dan huruf. Contoh: Untuk nilai pelajaran Bahasa Indonesia nilai yang diperoleh siswa 85, maka dalam kolom angka akan ditulis 85 dan dalam  kolom huruf ditulis delapan puluh lima.

Lembar Rapor

Untuk memudahkan guru dalam penulisan nilai seperti yang dimaksudkan diatas, maka dapat memanfaatakan Ms.Excel. Salah satu fungsi dalam Ms. Excel yang befungsi dalam membantu para guru dalam aplikasi penilaian ataupun raport yaitu 'Add In Terbilang'.

Sesuai dengan namanya, 'Add In', untuk menggunakan fungsi ini diperlukan fungsi tambahan yang akan kita masukkan kedalam aplikasi Ms. Excel yang sudah terinstal dalam komputer. Berikut langkahnya:

1. Download Add In Terbilang disini

2. Extract hasil download Add-Ins dengan, sebaiknya hasil extrack [terbilang.xla] dicopy ke file directory Ms. Excel. Untuk OS 32 Bit : C:\Program Files\Microsoft Office. Untuk OS 64 Bit : C:\Program Files (x86)\Microsoft Office hal ini bertujuan, apabila hasil ektrak berpindah ke folder lain, maka fungsi tidak akan berfungsi.
3. Jalankan perangkat lunak (aplikasi) Ms. Excel yang sudah diinstall dalam PC (Laptop)
4. Klik Pada logo kiri atas (Ms. Excel 2007) atau File (Ms. Excel 2013) kemudian cari link button 'Option'
5. Pada tampilan dialog box yang muncul, Excel Option, klik Trust Center dan klik 'Trus Center Setting'
6. Pada tampilan yg muncul, Trus Center, klik 'Add-Ins', hilangkan semua centang dan klik 'Ok'
7. Setelah Ok akan kembali ke 'Excel Option', klik Add-Ins dan klik go
8. Pada tampilan yang muncul, klik browse, cari letak [terbilang.xla], kemudian klik 'ok'.
9. Selanjutnya tutup tampilan Add-Ins dengan klik 'ok'.

Fungsi terbilang sudah bisa digunakan. Untuk menggunakannya sama seperti fungsi formula lain dalam excel.

PEDOMAN PENGEMBANGAN TES DIAGNOSTIK

Tes dalam dunia pendidikan merupakan salah satu alat atau cara yang digunakan untuk mengetahui tingkat keberhasilan peserta didik ataupun pendidikan dalam proses belajar mengajar. Beberapa tes dalam dunia pendidikan dapat dibedakan, antara lain berdasarkan: (1) bentuk pelaksanaan; (2) bentuk soal dan kemungkinan jawaban; (3) fungsi bagi sekolah; (4) pengukuran terhadap aspek-aspek individu; (5) ranah yang diukur.
  • Berdasarkan bentuk pelaksanaannya maka tes dapat dibedakan menjadi 3, yaitu: (1) tes tulis atau dikenal juga dengan istilah paper and pencil test; (2) tes lisan atau oral test; dan (3) tes perbuatan (performance test). 
  • Berdasarkan bentuk soal dan kemungkinan jawaban dapat dibedakan menjadi dua golongan, yaitu: (1) tes non-objektif dan; (2) tes objektif.  
  • Berdasarkan fungsinya untuk sekolah, tes dapat dibedakan menjadi beberapa macam, yaitu: (1) tes formatif; (2) tes sumatif; (3) tes penempatan; (4) tes diagnostik.
  • Berdasarkan pengukuran terhadap aspek-aspek individu, tes dapat dibedakan menjadi beberapa macam, yaitu: (1) tes prestasi belajar (achievement test); (2) tes beracuan konten (content-referenced test) atau tes beracuan kriteria (criterion-referenced test); (3) tes beracuan norma (norm-referenced test); (4) tes bakat (aptitude test); (5) tes minat (skala minat). Berikut penjelasannya satu persatu. (sumber: penelitiantindakankelas.blogspot.com)
Secara khusus, pada tulisan ini, akan dibahas, pedoman pegembangan tes diagnostik. Tes diagnostik digunakan untuk mengatasi kesulitan yang berhubungan dengan (1) identifikasi hasil belajar yang belum dicapai oleh siswa, dan (2) identifikasi permasalahan penyebab ketidakcapaian hasil belajar tersebut.

Dasar dalam pengembangan tes diagnostik berkatian dengan rincian kegiatan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Hal ini dapat diartikan, RPP yang baik akan memudahkan dalam pengembangan tes diganostik. Karena dalam pengembangan tes diagnostik dapat dilakukan dengan beberapa pendekatan yang tertuang dalam RPP. 

Saturday, April 2, 2016

Lima Aplikasi Layanan Baru Kemdikbud

Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) meluncurkan lima aplikasi layanan baru berbasis laman (online) yang diperuntukkan bagi para pemangku kepentingan di bidang pendidikan dan kebudayaan mulai dari orang tua, sekolah hingga pemerintah daerah bahkan masyarakat umum.
Kelima aplikasi layanan baru  adalah: (1) Neraca Pendidikan Daerah, (2) Jendela Pendidikan dan Kebudayaan, (3) Sekolah Kita, (4) Statistik Pendidikan, (5) Layanan Informasi, Pengaduan, dan Saran.

1. Neraca Pendidikan Daerah

Berisikan gambaran kondisi pendidikan di suatu daerah dengan melihat besaran anggarannya terhadap kondisi ketercapaian pendidikan di daerah tersebut. Informasi yang disajikan:
  • anggaran pendidikan yang dialokasikan Pemda di bidang pendidikan
  • anggaran transfer pusatke daerah bidang pendidikan
  • jumlah, kondisi, dan akreditas satuan pendidikan
  • jumlah peserta didik dan guru
  • capaian pendidikan meliputi rerata nilai UN, rerata nilai UKG dan Indeks Integritas Ujian Nasional, dan persentase penduduka tuna aksara
  • indeks pembangunan manusia
untuk melihat layanan ini silahkan kunjungi laman berikut ini atau download aplikasi android disini.







2. Jendela Pendidikan dan Kebudayaan

Memperlihatkan gambaran pendidikan dan kebudayaa dari beberapa aspek dan sudut pandang, antara lain:
  • mengenai potret pendidikan
  • program pembangunan serta sosial budaya dan Bahasa
  • jumlah satuan pendiikan dan tenaga kependidikan serta 
  • nilai rerata UN setiap daerah.
untuk melihat layanan ini silahkan kunjungi laman berikut ini atau download aplikasi android disini.




3. Sekolah Kita

Berisikan informasi sekolah di seluruh Indonesia mulai dari jenjang pendidikan dasar hingga pendidikan menengah yang tersebar diberbagai kabupaten/ kota, meliputi:
  • profil sekolah
  • foto sekolah
  • jumlah siswa dan guru
  • sarana dan prasarana
  • lokasi sekolah
  • akreditas sekolah
  • nilai ujian nasional di sekolah tersebut
Dibuat untuk mempermudah para orang tua yang henda mencari informas sekolah bagi anaknya. Untuk melihat layanan ini silahkan kunjungi laman berikut ini atau download aplikasi android disini.






4. Statistik Pendidikan

Aplikasi yang memublikasikan hasil pengumpulan data pendidikan melalui Data Pendidikan (Dapodik) yang terdiri dari beberapa variabel utama dan disajikan dalam bentuk tabel yang berisi angka dan indikator-indikator tertentu. Informasi yang disampaikan, antara lain:
  • hasil analisis data statistik pendidikan
  • analisis perkemabangan guru TP 2008/2009 - 2013/2014
  • perkembangan indikator san parameter pendidik
  • perkembangan kinerja pendidik SD, SMP, dan SMA/SMK
Untuk melihat layanan ini silahkan kunjungi laman berikut ini.




5. Layanan, Informasi, Pengaduan, dan Saran

Aplikasi Layanan, Informasi, Pengaduan, dan Saran merupakan aplikasi layanan informasi dan pengaduan terpadu bagi publik dimana masyarakat dapat meminta informasi, menyampaikan pengaduan, bertanya dan berdialog, serta memberikan saran dan masukan dengan nyaman kepada Kemdikbud. Layanan ini disediakan dalam 4 (empat) akses, yaitu


Silahkan kunjungi laman ini untuk mencari informasi, memberikan saran, juga mengadukan hal terkait pendidikan ke Kemdikbud.

Thursday, March 31, 2016

Tahapan Gerakan Literasi Sekolah untuk SMP.

Gerakan Literasi Sekolah (GLS) merupakan sebuah upaya yang dilakukan secara menyeluruh untuk menjadikan sekolah sebagai organisasi pembelajaran yang warganya literat sepanjang hayat melalui pelibatan publik.

Adapun tujuan Gerakan Literasi Sekolah antara lain:

  1. Menumbuhkembangkan budi pekerti peserta didik melalui pembudayaan ekosistem literasi sekolah yang diwujudkan dalam Gerakan Literasi Sekolah agar mereka menjadi pembelajar sepanjang hayat.
  2. Menumbuhkembangkan budaya literasi di sekolah.
  3. Meningkatkan kapasitas warga dan lingkungan sekolah agar literat.
  4. Menjadikan sekolah sebagai taman belajar yang menyenangkan dan ramah anak agar warga sekolah mampu mengelola pengetahuan.
  5. Menjaga keberlanjutan pembelajaran dengan menghadirkan beragam buku bacaan dan mewadahi berbagai strategi membaca.
Berikut ini tahapan dalam melaksanakan GLS,


Pembiasaan

• 15 menit membaca
• Jurnal membacaharian
• Penataan saranaliterasi
• Menciptakan lingkungan kaya teks
• Memilih buku bacaan

Pengembangan
• 15 menit membaca
• Jam membaca mandiri untuk kegiatan kurikuler/ ko-kurikuler (bila memungkinkan)
• Menanggapi bacaan secara lisan dan tulisan
• Penilaian non-akademik
• Pemanfaatan berbagai graphic organizers untuk portofolio membaca
• Pengembangan lingkungan fisik, sosial dan afektif

Pembelajaran
• 15 menit membaca
• Pemanfaatan berbagai strategi literasi dalam pembelajaran lintas disiplin
• Pemanfaatan berbagai organizers untuk pemahaman dan produksi berbagai jenis teks
• Penilaian akademik
• Pengembangan lingkungan fisik, sosial, afektif, dan akademik


Download lengkap panduang GLS disini.

Wednesday, March 23, 2016

Pedoman Penulisan Artikel pada Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Balitbang Kemdikbud

Sesuai dengan Keputusan Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN) No. 03/V/PB/2010, mengenai penetapan angka kredit guru PNS. Salah satu unsur kegiatan guru adalah Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) dengan subunsur melaksanakan publikasi ilmiah, guru diwajibkan melaksanakan publikasi ilmiah hasil penelitian atau gagasan ilmu pada bidang pendidikan formal.

Untuk membantu para Guru untuk menerbitkan/ mempublikasikan hasil penelitian mereka pada sebuah Jurnal yang terakreditasi, Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) menerima hasil penelitian para guru dengan pedoman berikut ini.

  • Naskah belum pernah dimuat/diterbitkan di media lain, diketik dengan 2 spasi pada kertas A4 dengan huruf Time New Romansberukuran 12, jumlah 10-30 halaman dilengkapi: judul maksimal 14 kata (Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris); abstrak sebanyak 100-150 kata (Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris); dan kata kunci sebanyak 3-5 pengertian (deskriptor) dalam Bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Naskah dikirim ke alamat Sekretariat Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan dalam bentuk printout dan disertai softcopynya.
  • Naskah yang dapat dimuat dalam jurnal ini meliputi tulisan tentang kebijakan, penelitian, pemikiran,reviu teori/konsep/metodologi, resensi buku baru, dan informasi lain yang berkaitan dengan permasalahan pendidikan dan kebudayaan.
  • Artikel hasil penelitian memuat: judul, nama penulis, alamat e-mail penulis, abstrak dan kata kunci,dan isi. Isi artikel mempunyai struktur dan sistematika serta persentase jumlah halaman sebagai berikut. (1) Pendahuluan meliputi: latar belakang, perumusan masalah, dan tujuan penelitian (10%). (2) Kajian Literatur mencakup kajian teori dan hasil penelitian terdahulu yang relevan (15%). (3) Metode yang berisi rancangan/model, sampel dan data, tempat dan waktu, teknik pengumpulan data, dan teknik analisis data (10%). (4) Hasil dan Pembahasan (50%). (5) Simpulan dan Saran (15%). (6) Pustaka Acuan (hanya berisi sumber acuan yang dipergunakan sebagai rujukan langsung)
  • Artikel pemikiran/gagasan dan atau reviu teori memuat: judul, nama penulis, alamat e-mail penulis, abstrak dan kata kunci, dan isi. Isi artikel mempunyai struktur dan sistematika serta persentasenya dari jumlah halaman sebagai berikut. (1) Pendahuluan meliputi latar belakang, perumusan masalah dan tujuan penulisan (10%), (2) Kajian literatur dan pembahasan serta pengembangan teori/konsep (70%), (3) Simpulan dan saran (20%), dan (4) Pustaka Acuan (hanya berisi sumber acuan yang dipergunakan sebagai rujukan langsung)
  • Artikel resensi buku selain menginformasikan bagian-bagian penting dari buku yang diresensi juga menunjukkan bahasan secara mendalam kelebihan dan kelemahan buku tersebut serta membandingkan teori/konsep yang ada dalam buku tersebut dengan teori/k onsep dari sumber-sumber lain.
  • Khusus naskah hasil penelitian yang disponsori oleh pihak tertentu harus ada pernyataan (acknowledgement) yang berisi informasi sponsor yang mendanai dan ucapan terima kasih kepada sponsor tersebut.
  • 80% atau lebih Pustaka yang diacu hendaknya bersumber dari hasil-hasil penelitian, gagasan, teori/konsep) yang telah diterbitkan di jurnal (komposisi sumber acuan dari hasil penelitian lebih banyak daripada sumber yang diacu dari buku teks). Hasil pe nelitian paling lama 10 tahun terakhir, kecuali Pustaka Acuan yang klasik (tua) yang memang dimanfaatkan sebagai bahan kajian historis. Penulisan Pustaka Acuan yang bersumber dari internet, agar ditulis secara berurutan sebagai berikut: penulis, judul, alamat web, dan tanggal unduh (down load). Unsur yang ditulis dalam Daftar Rujukan secara berturut-turut meliputi: 1) nama pengarang ditulis dengan urutan: nama akhir, nama awal, dan nama tengah, tanpa gelar akademik; 2) tahun penerbitan; 3) judul, termasuk subjudul; 4) tempat penerbitan; dan 5) nama penerbit. Unsur-unsur tersebut dapat bervariasi tergantung jenis sumber pustakanya.

  • Tatacara penulisan Pustaka Acuan

Contoh Rujukan dari buku:
Dekker, N. 1992. Pancasila sebagai Ideology Bangsa: dari Pilihan Satu-satunya ke Satu-satunya Azas. Malang: FPIPS IKIP Malang. 

Jika ada beberapa buku yang dijadikan sumber ditulis oleh orang yang sama dan diterbitkan dalam tahu n yang sama pula, data tahun penerbitan diikuti oleh lambang a, b, c, dan seterusnya yang urutannya ditentukan secara kronologis atau berdasarkan abjad judul buku-bukunya. Contoh:
Cornet, L. & Weeks, K. 1985a. Career Ladder Plans.Altanta GA: Career Ladder learinghouse.Cornet, L. & Weeks, K. 1985b. Planning Carrer Ladder: Lesson from the States.Altanta GA: Career Ladder Clearinghouse. 

Rujukan dari buku yang berisi kumpulan artikel (ada editornya). Ditambah dengan ed jika satu editor,eds jika editornya lebih dari satu. Contoh:
Denzin, N.K., Lincoln, Y. S., ed. 2009. Handbook of Qualitative Research. Terj. Daryatmo. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. 

Rujukan dari artikel dalam buku kumpulan artikel (ada editornya) contoh:
Hasan, M.Z. 1990. Karakteristik Penelitian Kualitatif. Dalam Aminuddin (Ed.). Pengembangan Penelitian Kualitatif dalam Bidang Bahasa dan Sastra. Malang: HISKI Komisariat dan YA3. 

Rujukan dari buku yang ditulis lebih dari dua penulis, dapat ditulis dengan menambahkan nama penulis pertama dengan dkk (dan kawan-kawan) atau et.al (dan lainnya). Penulisan dalam Pustaka Acuan harus ditulis lengkap nama penulis lainnya.
Malmfors, et.al ditulis lengkap Malmfors, B. P., Garnsworthy, M. Grossman. 2005. Writing and Presenting Scientific Papers. 2nd Ed. Nottingham University Press, Nottingham, UK.

Edi Suhardi Ekajati, dkk., ditulis lengkap Ekajati. Edi Suhardi, Darsa, Undang A., Fathurahman. Oman., 1992. Jawa Barat, Koleksi Lima Lembaga. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia dan Ecole française d’Extrême-Orient. 

Rujukan dari artikel dalam jurnal, contoh:
Dali S, Naga. 1998. Karakteristik Butir pada Alat Ukur Model Dikotomi. Jurnal Ilmiah Psikologi, III 4 34-42 

Rujukan dari artikel dalam majalah atau koran, contoh:
Alka, David Krisna. 4 januari 2011. Republik Rawan Kekerasan? Suara Karyahlm. 11 

Rujukan dari Koran tanpa penulis, contoh:
Kompas. 19 September, 2011. Sosok: Herlambang Bayu Aji, Berkreasi dengan Wayang di Eropa, hlm. 16 

Rujukan dari dokumen resmi pemerintah yang diterbitkan oleh suatu penerbit tanpa pengarang dan tanpalembaga, contoh:
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional. 1990. Jakarta: diperbanyak oleh PT Armas Duta Jaya. 

Rujukan dari lembaga yang ditulis atas nama lembaga tersebut, contoh:
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 1998. Panduan Manajemen Sekolah. Direktorat Pendidikan Menengah Umum. Jakarta. 

Rujukan dari karya terjemahan, contoh:
Sztompka, Piotr. 2005. Sosiologi Perubahan Sosial(Terjemahan Alimandan) Jakarta: Penerbit Prenada 

Rujukan berupa skripsi, tesis, atau disertasi, contoh:
Indarno, Jasman. 2002. Kontribusi Penerapan Berbasis Sekolah terhadap Kualitas Penyelenggaraan Pendidikan Tingkat Dasar di Jawa Tengah. Tesis. Semarang: Program Pasca Sarjana Universitas Diponegoro. 

Rujukan berupa makalah yang disajikan dalam seminar, penataran, atau lokakarya, contoh:
Siskandar. 2003. Teknologi Pembelajaran dalam Kurikulum Berbasis Kompetensi.Makalah: Disajikan pada Seminar Nasional Teknologi Pembelajaran pada Tanggal 22-23 Agustus 2003 di Hotel Inna Garuda Yogyakarta. 

Rujukan dari internet, contoh:
Jamhari, Ma’ruf. Pendekatan Antropologi dalam Kajiann Islam, http://www.ditpertais.net/artikel/jamhari01.asp. diakses tanggal 15 Januari 2012.
  • Naskah diketik dengan memperhatikan aturan tentang penggunaan tanda baca dan ejaan yang dimuat dalamPedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan (terbaru).
  • Pengiriman naskah disertai dengan alamat, nomor telepon, fax dan e-mail. Pemuatan atau penolakan naskah akan diberitahukan secara tertulis. Naskah yang tidak dimuat tidak akan dikembalikan, kecuali atas permintaan penulis. Kepada penulis diberika n 2 eksemplar jurnal sebagai tanda bukti pemuatan.

Penulis yang ingin memasukkan naskah harus memperhatikan poin-poin di bawah ini. Jika naskah tidak sesuai dengan persyaratan yang telah dicantumkan, ada kemungkinan naskah tersebut akan dikembalikan.

Nama dan alamat email yang dimasukkan di situs jurnal hanya akan digunakan untuk tujuan yang sudah disebutkan, tidak akan disalahgunakan untuk tujuan lain atau untuk pihak lain.

Demikianlah Prosedur Penerbitan Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Balitbang Kemdikbud. Semoga bermanfaat.

Saturday, March 19, 2016

Lomba Artikel dan Karya Jurnalistik Kemdikbud 2016


Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2016, Biro Komunikasi dan layanan Masyarakat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, menyelenggarakan Lomba Artikel dan Karya Jurnalistik Pendidikan dan Kebudayaan 2016.

dengan Tema:

“Keterlibatan Publik dalam Aktivitas Pendidikan dan Kebudayaan”

Subtema:
  1. Mewujudkan Pelaku Pendidikan dan Kebudayaan yang Kuat
  2. Mewujudkan Akses yang Meluas, Merata, dan Berkeadilan
  3. Mewujudkan Pembelajaran yang Bermutu
  4. Mewujudkan Pelestarian Kebudayaan dan Pengembangan Bahasa
  5. Mewujudkan Penguatan Tata Kelola serta Peningkatan Efektivitas
  6. Birokrasi dan Pelibatan Publik
Adapun kriteria mengikuti lomba adalah

  1. Lomba Artikel untuk guru dan/atau orangtua siswa, dan Lomba Karya Jurnalistik (Features) untuk wartawan.
  2. Artikel dan karya jurnalistik adalah karya asli, tidak duplikatif atau replikatif.
  3. Artikel dan karya jurnalistik belum pernah/tidak sedang diikutsertakan dalam lomba apapun.
  4. Artikel dan karya jurnalistik telah dimuat pada media massa cetak (nasional, daerah, maupun media internal institusi) yang terbit di Indonesia. Kategori artikel dan karya jurnalistik dimuat pada periode 1 Januari 2016 s.d.16 April 2016.
  5. Tulisan menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar.
  6. Peserta bukan pegawai Kemendikbud.
  7. Peserta dapat mengirimkan maksimal 5 naskah artikel dan karya jurnalistik.
  8. Peserta dapat mengirimkan naskah artikel dan karya jurnalistik dalam bentuk kliping (hardcopy) disertai bukti muat dan melampirkan softcopy dalam bentuk CD (file Microsoft Word).
  9. Pengiriman naskah artikel dan karya jurnalistik dilampirkan bukti pemuatan paling lambat tanggal 18 April 2016 (cap pos) dan diterima panitia paling lambat tanggal 20 April 2016, dikirim ke alamat panitia lomba: Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat, Gedung C lt. 4, Kemendikbud, Jl. Jenderal Sudirman, Senayan, Jakarta Pusat 10270.
  10. Setiap peserta wajib melampirkan identitas pengirim yaitu: nama, alamat, email, nomor telepon/handphone, foto copy kartu identitas KTP/SIM dan Kartu Keluarga. Khusus wartawan untuk kategori karya jurnalistik juga melampirkan Kartu Pers.
  11. Pengumuman hasil lomba melalui www.kemdikbud.go.id, facebook: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, serta twitter @kemdikbud_RI pada bulan Mei 2016.
  12. Pemenang I, II, dan III tiap kategori berhak atas piagam penghargaan dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dan uang tunai masing - masing sebesar: Juara I (1 pemenang) : Rp. 15.000.000 (dipotong pajak), Juara II (2 pemenang) : Rp. 12.000.000 (dipotong pajak), Juara III (3 pemenang) : Rp. 10.000.000 (dipotong pajak)
  13. Tim Juri berhak membatalkan artikel dan karya jurnalistik yang menjadi pemenang apabila diketahui tidak sesuai dengan kriteria lomba.
Mari buktikan kemampuan jurnalistikmu.