Tuesday, December 18, 2018

Update Aplikasi Analisis Butir Soal [No Password]

Sehubungan dengan beberapa komentar dan pesan masuk pada postingan Update 2017 - Aplikasi Analisis Butir Soal Berbasis Ms. Excel mengenai jumlah soal yang lebih banyak dan jumlah peserta didik yang lebih besar, maka aplikasi analsisi butir soal diupdate kembali.
Beberapa hal yang diupdate dalam aplikasi ini adalah
  1. Jumah peserta didik yang disediakan menjadi 60 orang
  2. Jumlah soal pilihan berganda yang dapat dianalisis maksimal sebanyak 50 soal
  3. Soal uraian yang dapat dianalisis maksimal 20 soal
  4. Aplikasi ini tidak lagi menggunakan password untuk memproteksi rumus yang digunakan (jadi diharapkan) untuk berhati-hati dalam menginput data.
Untuk pengolahan datanya, masih sama dengan aplikasi sebelumnya. Atau dapat dilihat di postingan Update 2017 - Aplikasi Analisis Butir Soal Berbasis Ms. Excel. Pengisian data hanya pada sheet DATA. Untuk hasil analisis dapat dilihat pada masing-masing sheet yang telah disediakan. 



Ada terdapat tiga analisis yang disediakan, Analisis Pilihan Berganda, Analisis Uraian, dan Analisis Hasil.

Silahkan download aplikasinya disini
Jika ada saran dan komentar terkait update aplikasi analisis soal ini, dapat disampaikan pada kolom komentar atau kirim pesan kepada kami.

Sekian update soal yang dapat disampaikan. Semoga bermanfaat.

Thursday, November 1, 2018

2 | Teknik Penulisan Soal Bentuk Pilihan Ganda (PG)

B. Konstruksi
1. Pokok soal harus dirumuskan secara jelas dan tegas.
Contoh soal yang kurang baik:
Persilangan antara tanaman ercis berbiji bulat (Bb) dengan tanaman ercis berbiji kerut (bb) menghasilkan tanaman ercis berbiji bulat. Apabila F1 disilangkan dengan sesamanya, akan diperoleh perbandingan genotip seperti tampak pada diagram berikut.

Jika seluruh tanaman F2 berjumlah 12 pohon, akan diperoleh tanaman ercis berbiji bulat sebanyak ....
A. 100%
B. 75%
C. 50%
D. 25%
Penjelasan:
Perumusan permasalahan dalam stimulus soal tidak jelas karena hasil persilangan antara genotip Bb dengan bb akan menghasilkan filial bergenotip Bb (bulat) dan bb (kerut), tidak ditemukan F2 bergenotip BB. Pokok soal menjadi tidak jelas karena pada pilihan jawaban tidak disajikan jumlah tanaman akan tetapi persentase.

Contoh soal yang lebih baik:
Persilangan antara tanaman ercis berbiji bulat (BB) dengan tanaman ercis berbiji kerut (bb) menghasilkan tanaman ercis berbiji bulat. Apabila F1 disilangkan dengan sesamanya, akan diperoleh perbandingan genotip seperti tampak pada diagram berikut.

Jika seluruh tanaman F2 berjumlah 12 pohon, akan diperoleh tanaman ercis berbiji bulat sebanyak ....
A. 9 pohon
B. 6 pohon
C. 3 pohon
D. 1 pohon
Kunci Jawaban: A

2. Rumusan pokok soal dan pilihan jawaban harus merupakan pernyataan yang diperlukan saja.
Contoh soal yang kurang baik:
Tono berteriak dengan suara keras di hadapan tebing yang tinggi. Beberapa detik kemudian terdengar gema yang merupakan bunyi pantul suaranya. Sekiranya Tono mencatat selang waktu antara gema dan teriakannya, dan mengetahui cepat rambat bunyi di udara saat itu maka Tono dapat memanfaatkan bunyi pantul itu untuk mengetahui ....
A. ketinggian tebing yang tinggi dari permukaan laut
B. jarak tebing yang tinggi dari tempat Tono berteriak
C. luas dinding tebing yang tinggi yang dituju Tono
D. kelembaban udara di sekitar tebing yang tinggi
Penjelasan:
Pokok soal dan option di atas terlalu panjang. Ada kalimat yang tidak diperlukan dalam pokok soal sehingga menghabiskan waktu peserta didik membaca pokok soal tersebut. Kalimat ketiga dalam pokok soal dan kata ‘yang tinggi’ pada option tidak perlu, sebaiknya dibuang.
Contoh soal yang lebih baik:
Tono berteriak dengan suara keras di hadapan tebing yang tinggi beberapa detik kemudian terdengar bunyi pantul suaranya. Tono dapat memanfaatkan bunyi pantul tersebut untuk mengetahui ....
A. ketinggian tebing dari permukaan laut
B. jarak tebing dari tempat Tono berteriak
C. luas dinding tebing yang dituju Tono
D. kelembaban udara di sekitar tebing
Kunci Jawaban: B

3. Pokok soal jangan memberi petunjuk ke arah jawaban benar.
Contoh soal yang kurang baik:
Perhatikan gambar berikut!

Tiga orang petani pergi ke ladang melewati ruas jalan seperti yang ditunjukkan oleh gambar di atas. Kedalaman jejak kaki C lebih dalam dari jejak kaki B, dan jejak kaki B lebih dalam dari jejak kaki A, ternyata petani yang badannya lebih berat memiliki jejak kaki lebih dalam daripada jejak kaki petani yang kurus. Jika luas penampang kaki mereka sama, perbandingan berat badan petani tersebut adalah ....
A. petani A > petani B > petani C
B. petani A > petani B < petani C
C. petani A < petani B < petani C
D. petani A < petani B > petani C
Kunci Jawaban: C
Penjelasan:
Pada pokok soal di atas ada kalimat yang mengarah ke kunci jawaban sehingga soal tersebut mudahdijawab oleh peserta didik. Kalimat yang mengarah ke kunci jawaban adalah ‘ternyata petani yangbadannya lebih berat memiliki jejak kaki lebih dalam daripada jejak kaki petani yang kurus’. Sebaiknyakalimat tersebut dihilangkan.
Contoh soal yang lebih baik:
Perhatikan gambar berikut!
Tiga orang petani pergi ke ladang melewati ruas jalan seperti yang ditunjukkan oleh gambar di atas. Ternyata kedalaman jejak kaki C lebih dalam dari jejak kaki B, dan jejak kaki B lebih dalam dari jejak kaki A. Jika luas penampang kaki mereka sama, perbandingan berat badan petani tersebut adalah ....
A. petani A > petani B > petani C
B. petani A > petani B < petani C
C. petani A < petani B < petani C
D. petani A < petani B > petani C
Kunci Jawaban : C


4. Pokok soal jangan mengandung pernyataan yang bersifat negatif ganda.
Contoh soal yang kurang baik:
Berikut ini bukan merupakan sifat dari larutan asam, kecuali ....
A. mengubah warna lakmus merah menjadi biru
B. sulit bersenyawa dengan logam
C. memiliki pH kurang dari 7
D. tidak dapat menghantarkan arus listrik
Kunci Jawaban: C
Penjelasan:
Pokok soal di atas menggunakan pernyataan yang bersifat negatif ganda, yaitu menggunakan kata tidak dan kecuali sehingga menyulitkan peserta didik memahami pokok soal.
Contoh soal yang lebih baik:
Berikut ini yang merupakan sifat dari larutan asam adalah ....
A. mengubah warna lakmus merah menjadi biru
B. sulit bersenyawa dengan logam
C. memiliki pH kurang dari 7
D. tidak dapat menghantarkan arus listrik
Kunci Jawaban: C

5. Panjang rumusan pilihan jawaban harus relative sama.
Contoh soal yang kurang baik:
Kandungan bahan kimia detergen adalah senyawa Alkyl Benzena Sulfonat (ABS) yang memiliki sifat polar dan nonpolar. Kutub polar larut dalam air dan bersifat hidrofilik, sedangkan ujung hidrofobik bersifat nonpolar dan mudah larut dalam minyak atau lemak.
Peran ABS saat proses mencuci pakaian adalah ....
A. membunuh kuman
B. menguatkan serat
C. melarutkan kotoran yang menempel pada bahan pakaian
D. memberi wangi pakaian
Kunci Jawaban: C
Penjelasan:
Pilihan jawaban C paling panjang dan merupakan kunci jawaban. Peserta didik kemungkinan
dapat menebak jawabannya dengan benar karena jawaban yang paling panjang
mengandung informasi yang paling lengkap.
Contoh soal yang lebih baik:
Kandungan bahan kimia detergen adalah senyawa Alkyl Benzena Sulfonat (ABS) yang memiliki sifat polar dan nonpolar. Kutub polar larut dalam air dan bersifat hidrofilik, sedangkan ujung hidrofobik bersifat nonpolar dan mudah larut dalam minyak atau lemak.
Peran ABS saat proses mencuci pakaian adalah ....
A. membunuh kuman
B. menguatkan serat
C. melarutkan kotoran
D. memberi wangi pakaian
Kunci Jawaban: C

6. Pilihan jawaban jangan mengandung pernyataan, “Semua pilihan jawaban di atas salah” atau “Semua pilihan jawabandi atas benar”.

Contoh soal yang kurang baik:
Andi melakukan percobaan pemuatan dengan listrik statis menggunakan alat dan bahan seperti pada gambar berikut.

Setelah digosok berulang kali dengan kain (gambar I), penggaris plastik dapat menarik serpihan kertas kecil (gambar II). Hal ini membuktikan bahwa penggaris tersebut menjadi bermuatan listrik ....
A. positif karena telah melepaskan sebagian dari elektronnya
B. positif karena jumlah proton pada penggaris bertambah
C. negatif karena telah melepaskan beberapa elektron dari kain
D. semua pilihan jawaban di atas salah
Kunci Jawaban: D
Penjelasan:
Pada soal tersebut pilihan jawaban berkurang satu dan hanya tiga pilihan jawaban yang dipertimbangkan. Jika semua jawaban di atas salah merupakan kunci jawaban, tidak akan diperoleh informasi yang menunjukkan pemahaman peserta didik tentang jawaban yang benar. Selain itu, opsi D bukanlah materi.
Contoh soal yang lebih baik:
Andi melakukan percobaan pemuatan dengan listrik statis menggunakan alat dan bahan seperti pada gambar berikut.

Setelah digosok berulang kali dengan kain (gambar I), penggaris plastik dapat menarik serpihan kertas kecil (gambar II). Hal ini membuktikan bahwa penggaris tersebut menjadi bermuatan listrik ....
A. positif karena telah melepaskan sebagian dari elektronnya
B. positif karena jumlah proton pada penggaris bertambah
C. negatif karena elektron dari penggaris pindah ke kain
D. negatif karena telah menerima beberapa elektron dari kain
Kunci Jawaban: D

7. Pilihan jawaban yang berbentuk angka atau waktu harus disusun berdasarkan urutan besar kecilnya nilai angka tersebut atau kronologisnya.

Contoh soal yang kurang baik:
Perhatikan gambar berikut!

Massa anak timbangan berturut-turut: P = 1 kg ; Q = 350 g ; R = 75 g, massa benda X pada pengukuran tersebut agar setimbang adalah ....
A. 1.075 g
B. 575 g
C. 1.975 g
D. 875 g
Kunci Jawaban: D
Penjelasan:
Pilihan jawaban di atas tidak berurutan dari besar ke kecil atau sebaliknya sehingga akan menyita waktu peserta didik. Pilihan jawaban berupa angka harus berurutan untuk mempermudah peserta didik memilih pilihan jawaban.
Contoh soal yang lebih baik:
Perhatikan gambar berikut!

Massa anak timbangan berturut-turut: P = 1 kg ; Q = 350 g ; R = 75 g, massa benda X pada pengukuran tersebut agar setimbang adalah ....
A. 1.975 g
B. 1.075 g
C. 875 g
D. 575 g
Kunci Jawaban: C

8. Gambar, grafik, tabel, diagram, dan sejenisnya yang terdapat pada soal harus jelas dan berfungsi.

Contoh soal yang kurang baik:

Karakteristik lapisan troposfer adalah ....
A. terjadi penurunan suhu 0,6 0C setiap ketinggian bertambah 100 m
B. kenaikan suhu dari -100 0C sampai ribuan derajat celcius
C. suhu udara bertambah tinggi seiring dengan naiknya ketinggian tempat
D. penurunan suhu yang terjadi sebesar 0,4 0C setiap kenaikan 100 m
Kunci Jawaban : A
Penjelasan:
Soal masih dapat dijawab tanpa melihat gambar karena pada pokok soal sudah jelas apa yang ditanyakan. Pada soal tersebut gambar tidak berfungsi.
Contoh soal yang lebih baik:

Karakteristik lapisan 1 seperti pada gambar adalah ....
A. terjadi penurunan suhu 0,6 0C setiap ketinggian bertambah 100 m
B. terjadi kenaikan suhu dari -100 0C sampai ribuan derajat celcius
C. suhu udara bertambah tinggi seiring dengan naiknya ketinggian tempat
D. penurunan suhu yang terjadi sebesar 0,4 0C setiap kenaikan 100 m
Kunci Jawaban : A
9. Butir soal jangan bergantung pada jawaban soal sebelumnya.
Contoh soal yang kurang baik:

1. Pada bagian testis terdapat saluran-saluran berbentuk seperti tabung yang disebut ....
A. tubulus kontortus
B. tubulus seminiferus
C. vesikula seminalis
D. kelenjar bulbouretra
Kunci Jawaban: B
2. Bagian yang dimaksud pada soal nomor 1 memiliki fungsi ....
A. menghasilkan cairan bersifat basa
B. menghasilkan makanan bagi sperma
C. menjaga atau menyimpan sperma
D. memberikan suasana basa bagi sperma
Kunci Jawaban: C
Penjelasan:
Soal di atas dapat merugikan peserta didik. Peserta didik yang tidak dapat menjawab dengan benar pada soal nomor 1 pasti akan menjawab salah pada soal nomor 2. Oleh karena itu, soal nomor 2 harus diperbaiki sehingga menjadi soal yang berdiri sendiri.
Contoh soal yang lebih baik:
1. Pada bagian testis terdapat saluran-saluran berbentuk seperti tabung yang disebut ....
A. tubulus kontortus
B. tubulus seminiferus
C. vesikula seminalis
D. kelenjar bulbouretra
Kunci Jawaban: B
2. Fungsi tubulus seminiferus adalah ....
A. menghasilkan cairan bersifat basa
B. menghasilkan makanan bagi sperma
C. menjaga atau menyimpan sperma
D. memberikan suasana basa bagi sperma

Kunci Jawaban: C



sebelumnya 1 | 2 | 3 selanjutnya

1 | Teknik Penulisan Soal Bentuk Pilihan Ganda (PG)

Tes tertulis merupakan kumpulan soal-soal yang diberikan kepada peserta didik dalam bentuk tulisan. Dalam menjawab soal, peserta didik tidak selalu harus merespon dalam bentuk tulisan, tetapi juga dapat dilakukan dalam bentuk lain, seperti memberi tanda, mewarnai, menggambar.
Soal-soal pada tes tertulis dapat diklasifikasikan menjadi dua, yaitu soal dengan memilih jawaban yang sudah disediakan (bentuk soal pilihan ganda, benar-salah, menjodohkan) dan soal dengan memberikan jawaban secara tertulis (bentuk soal isian, jawaban singkat, dan uraian).
Dalam penyusunan soal tes tertulis, penulis soal harus memperhatikan kaidah-kaidah penulisan soal dari segi materi, konstruksi, dan bahasa.

Soal Pilihan Ganda (PG) merupakan bentuk soal yang jawabannya dapat dipilih dari beberapa kemungkinan jawaban (option) yang telah disediakan. Setiap soal PG terdiri atas pokok soal (stem) dan pilihan jawaban (option). Pilihan jawaban terdiri atas kunci jawaban dan pengecoh (distractor). Kunci jawaban merupakan jawaban benar atau paling benar, sedangkan pengecoh merupakan jawaban tidak benar, tetapi peserta didik yang tidak menguasai materi mungkinkan memilih pengecoh tersebut.
Contoh Soal PG

Beberapa keunggulan dari bentuk soal PG adalah:
  1. dapat diskor dengan mudah, cepat, dan memiliki objektivitas yang tinggi;
  2. dapat mengukur berbagai tingkatan kognitif;
  3. mencakup ruang lingkup materi yang luas;
  4. tepat digunakan untuk ujian berskala besar yang hasilnya harus segera diumumkan, seperti ujian nasional, ujian akhir sekolah, dan ujian seleksi pegawai negeri.

Beberapa keterbatasan dari bentuk soal PG adalah:
  1. perlu waktu lama untuk menyusun soalnya;
  2. sulit membuat pengecoh yang homogen dan berfungsi;
  3. terdapat peluang untuk menebak kunci jawaban.
Kaidah Penulisan Soal Bentuk PG
Dalam menulis soal bentuk PG, penulis soal harus memperhatikan kaidah-kaidah sebagai berikut:


A. Materi
1. Soal harus sesuai dengan indikator.
Artinya, soal harus menanyakan perilaku dan materi yang hendak diukur sesuai dengan tuntutan indikator soal.
Disajikan sebuah gambar lingkaran yang di dalamnya terdapat sebuah persegi dengan titik sudut berada di keliling lingkaran, peserta didik dapat menentukan cara menghitung luas lingkaran jika diketahui panjang sisi persegi tersebut.
Contoh soal yang kurang baik:
Perhatikan gambar berikut!

Diketahui persegi ABCD dengan panjang sisi AB = 14 cm. Luas daerah lingkaran yang diarsir adalah ….
A. 112 cm2
B. 108 cm2
C. 88 cm2
D. 74 cm2

Penjelasan:Soal tidak sesuai permintaan indikator karena yang diminta adalah cara menghitung luas lingkaran, bukan menghitung luas bagian lingkaran

Contoh soal yang lebih baik:
Perhatikan gambar berikut!

Diketahui persegi ABCD dengan panjang sisi AB = 14 cm. Cara menghitung luas lingkaran berdasarkan gambar adalah ….
A. setengah panjang AC dipangkat dua, lalu dikali bilangan π
B. akar dua dari panjang AC dibagi dua, lalu dikali bilangan π
C. panjang AB kali panjang BC dibagi dua, lalu dikali bilangan π
D. panjang AB kali panjang BC dipangkat dua, lalu dikali bilangan π

2. Pilihan jawaban harus homogen dan logis ditinjau dari segi materi.

Contoh soal yang kurang baik:
Saat ini umur Paman lima kali umur Adik. Lima tahun yang lalu, umur Paman lima belas kali umur Adik. Selisih umur mereka sekarang adalah ....
A. 5 tahun
B. 7 tahun
C. 28 tahun
D. 35 tahun
Kunci Jawaban : C
Penjelasan:
Option A dan B tidak logis karena selisih umur mereka seharusnya lebih dari 10 tahun. Pilihan jawaban yang berupa angka harus ada dasar perhitungannya sehingga logis.

Contoh soal yang lebih baik:
Saat ini umur Paman lima kali umur Adik. Lima tahun yang lalu, umur Paman lima belas kali umur Adik. Selisih umur mereka sekarang adalah ....
A. 36 tahun
B. 32 tahun
C. 28 tahun
D. 24 tahun
Kunci Jawaban : C

Contoh soal yang kurang baik:
Wakil dari Indonesia yang turut menandatangani Deklarasi Bangkok adalah ....
A. Ali Alatas
B. Mohamad Hatta
C. Adam Malik
D. Menteri Dalam Negeri
Kunci Jawaban: C
Penjelasan:
Pilihan jawaban d pada contoh soal di atas tidak homogen dari segi materi karena tidak menyebutkan tokohnya, demikian pula pilihan jawaban a kurang logis karena peristiwa ini terjadi pada tahun 1967.
Contoh soal yang lebih baik:
Wakil dari Indonesia yang turut menandatangani Deklarasi Bangkok adalah ....
A. Mohamad Hatta
B. Soekarno
C. Adam Malik
D. Ali Sastroamidjojo
Kunci Jawaban: C
3. Setiap soal harus mempunyai satu jawaban yang benar atau yang paling benar.

Contoh soal yang kurang baik:

Cermati kalimat-kalimat berikut!

Cara Menyalakan Komputer
Komputer merupakan salah satu perangkat elektronik yang sering digunakan untuk memudahkan kita dalam bekerja. Sebelum digunakan, komputer harus terlebih dahulu dinyalakan. Untuk menyalakan komputer dengan benar, ikutilah langkah-langkah berikut:
(1) Buka penutup monitor, CPU, keyboard, dan printer.
(2) Pastikan saklar terhubung dengan kabel power ke stabilizer atau CPU komputer.
(3) Tekan tombol power pada CPU dan tekan tombol power pada monitor.
(4) Komputer akan melakukan booting, tunggu proses ini sampai selesai.
(5) Setelah selesai booting, komputer siap untuk digunakan.

Simpulan yang tepat untuk teks prosedur tesebut adalah ...
A. Memastikan saklar terhubung ke stabilizer dan CPU adalah langkah utama yang harus diperhatikan.
B. Komputer akan menyala dengan baik jika langkah-langkah pengoperasiannya dilakukan berurutan.
C. Komputer dapat difungsikan untuk memudahkan pekerjaan setelah proses booting selesai.
D. Perangkat komputer dapat meringankan pekerjaan manusia jika digunakan bersama printer.
Kunci Jawaban: B dan C
Penjelasan:
Simpulan yang sesuai dengan teks tersebut terdapat pada dua pilihan jawaban, yakni B dan C.
Contoh soal yang lebih baik:

Cermati kalimat-kalimat berikut!

Cara Menghidupkan Komputer
Komputer merupakan salah satu perangkat elektronik yang sering digunakan untuk memudahkan kita dalam bekerja. Sebelum digunakan, komputer harus terlebih dahulu dinyalakan. Untuk menyalakan komputer dengan benar, ikutilah langkah-langkah berikut:
(1) Buka penutup monitor, CPU, keyboard, dan printer.
(2) Pastikan saklar terhubung dengan kabel power ke stabilizer atau CPU komputer.
(3) Tekan tombol power pada CPU dan tekan tombol power pada monitor.
(4) Komputer akan melakukan booting, tunggu proses ini sampai selesai.
(5) Setelah selesai booting, komputer siap untuk digunakan.

Kalimat simpulan yang tepat untuk teks prosedur tesebut adalah ...
A. Memastikan saklar terhubung ke stabilizer adalah langkah utama yang harus diperhatikan.
B. Komputer akan menyala dengan baik jika langkah-langkah pengoperasiannya dilakukan berurutan.
C. Komputer masih dapat berfungsi meskipun sakelar tidak terhubung dengan perangkat lainnya.
D. Perangkat komputer dapat meringankan pekerjaan manusia jika digunakan bersama printer.
Kunci Jawaban: B



1 | 2 | 3  Selanjutnya 

Monday, October 22, 2018

Plickers || Cara Asyik dalam Kegiatan Ulangan Harian

Salah satu bagian penting dari proses belajar mengajar adalah tahap evaluasi. Evaluasi bertujuan untuk mengetahui ketercapaian tujuan pembelajaran dan kompetensi yang telah dicapai oleh peserta didik. Evaluasi pembelajaran menurut Bloom (1971) adalah proses pengumpulan data real secara sistematis. Dimana data ini akan digunakan untuk mengetahui sejauh mana kemampuan atau tingkat perubahan peserta didik. Selain itu, evaluasi juga memberikan pengetahuan bagi pendidik untuk mengetahui keberhasilan kegiatan pembelaran yang dilaksanakan serta meningkatkan kualitas guru dalam mengembangkan soal dalam kegiatan evaluasi.
Kebanyakan guru melakukan kegiatan evaluasi menggunakan media kertas. Guru membagikan kertas yang berisi dengan soal/ pertanyaan yang sesuai dengan kompetensi yang akan diuji. Kemudian peserta didik menjawab soal/ pertanyaan tersebut dengan lembar jawaban yang telah disediakan oleh guru atau disediakan oleh masing-masing peserta didik.
Seiring dengan perkembangan teknologi saat ini, salah satu alternatif dalam melaksanakan kegiatan evaluasi seperti ulangan harian dengan menggunakan aplikasi online "Plickers".

Pemanfaatan Aplikasi Plickers dalam Kegiatan Ulangan Harian

Ulangan Harian dengan Plickers
Plickers merupakan media berbasis internet dalam melaksanakan evaluasi belajar siswa. Misalnya kegiatan ulangan harian, guru menampilkan soal/ pertanyaan yang telah disediakan dalam akun Plickers dan menampilkannya di depan kelas. Selanjutnya peserta didik menjawab soal/ pertanyaan tersebut dengan mengangkat kartu jawaban yang diperoleh dari akun plickers tersebut. Kemudian guru melakukan scan jawaban (mengarahkan aplikasi pada gadget/ smarphone dengan bantuan kamera) pada kartu jawaban yang telah ditunjukkan oleh siswa tersebut. Secara otomatis (online), jawaban akan masuk ke dalam sistem akun plickers yang telah dibuat.

Berikut cuplikan penggunaan Media Plickers dalam ulangan harian.


Langkah-Langkah Pemanfaatan Plickers dalam Ulangan Harian
A. Tahap Persiapan
Dalam tahap ini, guru mempersiapkan soal yang akan digunakan dalam tahap pelaksanaan. Kegiatan ini meliputi pembuatan akun, pembuatan soal, dan instalasi aplikasi plickers di smartphone.

Pembuatan akun dapat dilakukan melalui laman: https://get.plickers.com/ melalui browser pada laptop. Dalam mengakses laman ini, laptop harus terhubung dengan jaringan internet. Pada tampilan yang laman yang muncul, pilih menu Sign Up for Free. Sign up hanya dilakukan sekali saja, jika pembuatan akun telah berhasil, maka untuk berikutnya hanya langkah sign in.

Tampilan laman utama Plickers
Selanjutnya isi data yang diminta atau untuk lebih mudah dalam pengisian dengan cara melanjutkannya dengan akun gmail.
Pembuatan Akun
Jika berhasil, maka selanjutnya melakukan sign in (masuk ke laman plicker dengan data akun yang telah dibuat). Jika pembuatan data akun dengan menggunakan akun gmail, maka sign in yang dilakukan juga dengan menggunakan akun gmail tersebut. Untuk sign ini, dapat dilakukan pada laman awal saat pembuatan akun tadi, jika dalam pembuatan akun menggunakan sign up, maka untuk masuk ke dalam akun, pilih link teks sign in.

Tampilan laman sign in
Setelah berhasil sign in, maka selanjutnya mempersiapakan kelas dan pertanyaan yang akan diuji pada saat pelaksanaan Ulangan harian.

Pembuatan Kelas
Pembuatan kelas bertujuan untuk mendaftarkan nama peserta didik yang akan mengikuti ulangan harian, caranya dengan menekan link teks "add class".
Pembuatan Kelas pada Akun Plickers
Setelah memilih link teks "add class" akan muncul dialog box. Kemudian isi nama kelas dan klik "Create Class"
Pengisian nama kelas dalam pembuatan kelas
Jika berhasil, kelas yang telah kita buat akan muncul pada tampilan menu sebelah kiri..
Berhasil menambah kelas
Selanjutnya, klik nama kelas yang baru dibuat, kemudian pilih "add student" untuk menambahkan daftar nama peserta didik yang akan mengikuti ulangan harian tersebut.
Membuat Daftar Nama Pada Kelas 
Dalam mengentri nama peserta didik, dapat dilakukan dengan cara mengetik langsung pada kolom yang disediakan, atau dengan cara copy-paste dari file excel yang ada kemudian klik next.
Pembuatan daftar nama peserta didik
Nama yang telah dibuat akan ditampilkan sesuai dengan urutan yang pada saat pembuatan, kemudian selanjutnya klik Done.
Berhasil menambah nama peserta didik
Setelah kita memilih done, tampilan kelas akan berisi daftar nama dan soal-soal yang pernah dibuat. Namun jika soal belum pernah dibuat, maka tampilannya hanya berisi nama.

Pembuatan Soal
Untuk pembuatan soal, maka pada laman akun, pilih new set.
Pembuatan Soal Baru
Pada tampilan yang muncul, isi pertanyaan dan pilihan jawaban pada kolom yang disediakan.

Menu pada pembuatan soal
Pada pilihan jawaban, jangan lupa untuk memilih jawaban yang benar, dengan cara klik pada huruf pilihan jawaban yang dianggap benar. Pada menu "add to Queue", maka soal yang dibuat ini dapat langsung ditambakan pada kelas yang telah dibuat. Klik "add to Queue" kemudian pilih nama kelas yang telah dibuat. Maka secara otomatis akan masuk ke dalam daftar pertanyaan yang akan diujikan pada kelas tersebut.
Add to Queue

Selanjutnya kembali buka kelas yang telah dibuat pada langkah pembuatan kelas, klik nama kelas pada kolom sebelah kiri.
Tampilan kelas siap digunakan
Berdasarkan gambar diatas, kelas telah berisi daftar soal yang siap ditampilkan dalam ulangan harian.

Sebelum melakukan kegiatan ulangan harian, masih dalam tahap persiapan, guru harus menginstall terlebih dahulu aplikasi Plickers yang dapat diunduh pada Playstore yang ada pada smartphone guru. Setelah berhasil diinstall, maka selanjutnya ulangan harian dapat dilaksanakan.
Satu lagi yang penting sebelum pelaksanaan adalah pembuatan kartu jawaban.
Kartu Jawaban merupakan gambar yang telah disediakan oleh pihak Plickers. Untuk itu kartu jawaban dapat di unduh pada laman plickers.

Pembuatan kartu jwaban
Untuk kartu jawaban sebanyak 40 orang peserta didik, dapat diunduh disini.

Setelah di unduh, cetak kartu jawaban dan dibagikan kepada peserta didik sesuai dengan nomor urut pada saat pembuatan kelas dan penambahan nama peserta didik sesuai langkah diatas.

B. Tahap Pelaksanaan
Dalam pelaksanaan ulangan harian di kelas, guru harus menyediakan layar proyektor untuk menampilkan pertanyaan di depan kelas. Jika laptop telah tersambung dengan projektor, selanjutnya pada lama kelas (langkah sebelum pelaksanaan ini), klik Play Now.
Menampilkan pertanyaan di depan kelas.
Dengan bantuan projector, peserta didik dapat melihat soal yang sedang ditanyakan. Untuk melakukan perekaman jawaban, maka lengkah-langkah pelaksanaan meliputi,
  1. Pada saat soal ditampilkan, setelah selang waktu yang telah dieberikan guru, peserta didik diminta untuk mengangkat kartu jawaban yang telah dibagikan pada peserta didik sebelum kegiatan ulangan harian berlangsung. 
  2. Guru melakukan scan jawaban dengan membuka aplikasi plickers pada smartphone dengan cara mengarahkan kamera HP pada aplikasi ke arah jawaban peserta didik 
Guru dapat melihar jawban peserta didik yang telah direkam dan juga dapat melihat grafik jawaban peserta didik setelah melakukan scan jawaban pada tampilan live soal tersebut.

Tampilan live soal ualngan harian
Berikut video dalam tahap pelaksanaan ulangan harian dengan menggunakan plickers.

Demikian langkah-langkah kegiatan pelaksanaan ulangan harian dengan menggunakan aplikasi Plickers sebagai bahan alternatif dalam pelaksanaan ulangan harian yang dilaksanakan oleh guru. Selain cepat dalam memperoleh hasil ulangan harian, guru juga dapat menikmati statistik jawaban peserta didik lengkap yang dapat dilihat pada menu scoresheet.
Menu hasil ulangan
Berikut tampilan scoresheet dan beberapa keuntungan yang dapat digunakan oleh guru.
tampilan scoresheet

Masih banyak hal yang dapat dieksplore dari media ini, silahkan Bapak/ Ibu guru yang berminat untuk melaksanakan kegiatan ulangan harian dengan media ini. Mungkin ini juga dapat dijadikan alternatif dalam pembuatan karya ilmiah dalam penelitian tindakan kelas. Jika ada yang memberikan saran dan kritik, mohon komentarnya.
Terima kasih.

#salamberbagi

Thursday, May 31, 2018

Daftar Nilai Kurikulum 2013 Edisi Revisi 2017 Secara Sederhana

Sesuai pada postingan Konsep Penilaian Kurikulum 2013 dan berdasarkan Panduan Peilaian Kurikulum 2013 Oleh Pendidik dan Satuan Pendidikan, untuk mengadministrasi penilaian yang dilakukan oleh pendidik, maka dapat dibuat dalam daftar nilai penilaian.
Aplikasi ini dibuat dengan menggunakan Ms. Excel. Sama seperti dengan penggunaan formula pada aplikasi penilaian kurikulum KTSP pada postingan sebelumnya (Pembuatan Aplikasi Penilaian Raport Siswa dengan Ms. Excel Secara Mandiri). Formula yang digunakan disesuaikan dengan panduan penilaian kurikulum 2013 oleh pendidik. Pertama silahkan download aplikasinya disini [Daftar Nilai K13 Edisi 2017].

Adapun pembuatan dan penggunaan aplikasi tersebut dibuat sesederhana mungkin.

1. Menu "DATA"
Tampilan Menu "DATA"
Pada menu ini terdapat lima bagian data yang harus dipahami oleh Pendidik, yaitu Identitas Pendidik dan Mata Pelajaran yang diampu (Bagian A), Data NIS dan nama siswa (Bagian B), Interval KKM (Bagian C), Sikap spiritual dan sosial (Bagian D), dan Interval nilai sikap (Bagian E).

Bagian A
Pada bagian ini, Pendidik wajib mengisi data yang berkaitan dengan identitas, seperti Nama Guru, NIP, Kelas, Semester, Mata Pelajaran, KKM, dan Tahun Pelajaran.

Bagian B.
Pendidik mengisi identitas peserta didik yang terdiri dari Nomor Induk Siswa dan Nama siswa, sesuai kolom yang disediakan.

Bagian C
Pada bagian ini, diisi secara otomatis oleh aplikasi. Oleh karena itu Pendidik tidak perlu untuk mengentri apapun. Namun Pendidik wajib memastikan bahwa KKM (pada bagian A) telah diinput dengan benar.

Bagian D
Untuk kolom ini hanya diisi oleh Pendidik yang mengampu mata pelajaran agama, PKn, dan Bahasa Indonesia. Namun guru yang bersangkutan juga dapat mengisi nilai ini untuk aspek yang paling menonjol. Pada bagian ini, pendidik hanya menuliskan sikap spiritual dan sosila yang diamati sepanjang semester yang berjalan. Misalnya pada SP.1 diisi Berdoa, maka pendidik mengamati ketekunan peserta didik dalam sikap berdoa ketika sebelum, saat berlangsung, dan sesudah pembelajaran. Demikian juga pada SO.1 diisi disiplin, maka pendidik melakukan penilaian terhadap kedisiplinan peserta didik selama mengikuti pembelajaran.

Bagian E.
Pada bagian ini, telah disediakan interval predikat penilaian aspek sikap sesuai dengan Permendikbud 104 Tahun 2014. Pada bagian ini dapat diubah oleh pendidik sesuai dengan perubahan peratutan dan kesepakatan MGMP.

2. Menu "SIKAP"
Tampilan menu "SIKAP"
Pada menu ini terdapat empat bagian data yang harus dipahami oleh Pendidik, yaitu Identitas Penilaian (Bagian A), Data NIS dan nama siswa (Bagian B), Nilai Spiritual (Bagian C), dan Nilai Sosial (Bagian D).

Bagian A
Pada bagian ini hal yang perlu diperhatikan adalah identitas sekolah. Nama sekolah dapat diganti dengan nama sekolah tempat Pendidik melaksanakan tugas. Sementara untuk data Tahun Pelajaran, Kelas, Semester, dan Mata Pelajaran, akan terisi secara otomatis sesuai dengan data yang telah diisi pada menu "DATA" sebelumnya.

Bagian B
Untuk bagian ini, pendidik tidak perlu mengentri apapun, karena hasil pada kolom ini diisi secara otomatis sesuai dengan pengisian data pada bagian B pada menu "DATA".

Bagian C
Pada bagian ini merpakan kolom penilaian sikap spiritual. Sesuai dengan indikator yang telah diisi pada menu "DATA". Jika indikator yang digunakan ada 3 maka penilian dilakukan sebanyak 3 kali dengan cara pengisian nilai menggunakan skala 1-4 dengan asumsi 1 (kurang), 2 (cukup), 3 (Baik), dan 4 (sangat baik).
Pada kolom NSP (Nilai Spiritual) dihitung secara otomatis dengan formula yang telah dibuat dalam aplikasi yaitu mencari rata-rata nilai yang diisi.
Predikat juga akan terisi secara otomatis, dengan membandingkan hasil pada cell NSP dengan interval nilai sikap pada menu "DATA" yang sebelumnya.

Bagian D
Hampir sama dengan bagian C, pada bagian ini merpakan kolom penilaian sikap sosial. Sesuai dengan indikator yang telah diisi pada menu "DATA". Jika indikator yang digunakan ada 2 maka penilian dilakukan sebanyak 2 kali dengan cara pengisian nilai menggunakan skala 1-4 dengan asumsi 1 (kurang), 2 (cukup), 3 (Baik), dan 4 (sangat baik).
Pada kolom NSO (Nilai Sosial) dihitung secara otomatis dengan formula yang telah dibuat dalam aplikasi yaitu mencari rata-rata nilai yang diisi.
Predikat juga akan terisi secara otomatis, dengan membandingkan hasil pada cell NSO dengan interval nilai sikap pada menu "DATA" yang sebelumnya.

Sekali lagi, pada menu ini, guru selain guru mata pelajaran Agama, PKn, dan Bahasa Indonesia dapat melewati bagian ini.

3. Menu "PENGETAHUAN"
Tampilan menu "PENGETAHUAN"
Pada menu ini terdapat tiga bagian data yang harus dipahami oleh Pendidik, yaitu Identitas Penilaian (Bagian A), Data NIS dan nama siswa (Bagian B), dan Penilaian Pengetahuan yang dilakukan (Bagian C).

Bagian A
Sama dengan bagian A pada menu "SIKAP", pada bagian ini hal yang perlu diperhatikan adalah identitas sekolah. Nama sekolah dapat diganti dengan nama sekolah tempat Pendidik melaksanakan tugas. Sementara untuk data Tahun Pelajaran, Kelas, Semester, Mata Pelajaran dan KKM, akan terisi secara otomatis sesuai dengan data yang telah diisi pada menu "DATA" sebelumnya.

Bagian B
Untuk bagian ini, pendidik tidak perlu mengentri apapun, karena hasil pada kolom ini diisi secara otomatis sesuai dengan pengisian data pada bagian B pada menu "DATA".

Bagian C
Pada bagian ini, Pendidik dapat mengentri nilai yang dilakukan selama proses belajar mengajar pada semester yang berlangsung. Pada bagian iini disediakan kolom Hasil Penilaian Harian (HPH) yang merupakan rata-rata dari hasil ulangan harian (RPH), hasil pemberian tugas (RPT), Hasil Penilaian Tengah Semester (HPTS), dan Hasil Penilaian Akhir Semester (HPAS). Pendidik cukup mengisi penilaian yang dilaksanakan sesuai dengan kompetensi dasar (KD) yang terdapat pada semester tersebut. Misalnya mata pelajaran IPA memiliki 3 KD pada semester ini. Kemudian guru yang bersangkutan melakukan penilaian pada ketiga KD tersebut, penilaian tengah semester, dan penilaian akhir semester. Maka nilai raport dan predikat akan terisi secara otomatis. Perhatikan contoh berikut.

Contoh Pengisian pada menu "DATA"

Contoh Pengisian pada menu "PENGETAHUAN"
NR (Nilai Raport) dihitung secara otomatis sesuai dengan pengisian nilai yang dilakukan oleh pendidik dengan persamaan 
NR = (2*HPH + HPTS + HPAS) : 4
Berdasarkan contoh diatas maka perhitungan NR adalah 2*77 + 70 + 80 = 303 kemudian dibagi 4, maka NR = 303:4 = 75,75 ~ 76.
Kemudian hasil NR dibandingkan dengan interal Predikat KKM Pengetahuan dan Keterampilan, dimana untuk KKM 68, nilai 76 memiliki predikat C (cukup), karena pada KKM 68, interval predikat cukup adalah 68-79.

4. Menu "KETERAMPILAN"
Tampilan pada menu "KETERAMPILAN
Pada menu ini hampir sama dengan menu "PENGETAHUAN". terdapat tiga bagian data yang harus dipahami oleh Pendidik, yaitu Identitas Penilaian (Bagian A), Data NIS dan nama siswa (Bagian B), dan Penilaian Pengetahuan yang dilakukan (Bagian C).

Bagian A
Pada bagian ini hal yang perlu diperhatikan adalah identitas sekolah. Nama sekolah dapat diganti dengan nama sekolah tempat Pendidik melaksanakan tugas. Sementara untuk data Tahun Pelajaran, Kelas, Semester, Mata Pelajaran dan KKM, akan terisi secara otomatis sesuai dengan data yang telah diisi pada menu "DATA" sebelumnya.

Bagian B
Untuk bagian ini, pendidik tidak perlu mengentri apapun, karena hasil pada kolom ini diisi secara otomatis sesuai dengan pengisian data pada bagian B pada menu "DATA".

Bagian C
Pada bagian ini, cara pengisiannya hampir sama dengan menu "PENGETAHUAN" hanya yang membedakan adalah penilaian pada keterampilan diisi dengan teknik penilaian yang dilakukan oleh pendidik. Ada empat teknik yang ditawarkan pada aplikasi ini, yaitu Praktik, Projek, Produk, dan Portofolio. Jadi pengisiannya disesuaikan dengan teknik yang dilakukan oleh Pendidik. Misalnya pada KD.1 keterampilan peserta didik dinilai dengan teknik Praktik, maka pendidik mengisi nilai KD.1 pada kolom  Prak tepat diabwah kolom KD.1 demikian jugan ada KD lain sesuai dengan teknik yang dilakukan.
Nilai Raport (NR) keterampilan akan dihitung otomatis dengan mencari rata-rata dari nilai yang diisi. Untuk predikat keterampilan perhitungannya sama dengan aspek pengetahuan, dan akan terisi secara otomatis.sesuai interval predikat KKM yang telah dibuat pada menu "DATA".
Sekedar mengingatkan dalam penggunaan aplikasi ini, kolom berwarna abu-abu, JANGAN DIGANGGU GUGAT
 Demikianlan cara pembuatan dan penggunaan aplikasi daftar nilai kurikulum 2013. Jika ada yang tidak dipahami silahkan berkomentar atau menghubungi Admin pada link button Contact. Terima kasih.

Konsep Penilaian Kurikulum 2013 Edisi Revisi 2017

Setelah mendengarkan keluahan guru dalam pemberian nilai pada kurikulum 2013 pada saat awal muncul, pada tahun 2017 Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) merevisi penilaian untuk Kurikulum 2013. Perubahan penilaian tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 3 Tahun 2017 tentang Penilaian Hasil Belajar Oleh Pemerintah dan Penilaian Hasil Belajar Oleh Satuan Pendidikan.

Untuk mensosialisasikan perubahan dan memandu satuan pendidikan dan guru dalam memberikan penilaian, Kemdikbud menerbitkan Panduan Penilaian oleh Pendidik dan Satuan Pendidikan. Adapun tujuan panduan ini adalah 
1. Pengertian, pendekatan dan prinsip penilaian dalam kurikulum 2013;
2. Penilaian yang dilakukan oleh pendidik baik penilaian sikap, pengetahuan maupun keterampilan;
3. Penilaian yang dilakukan oleh satuan pendidikan.

Berdasarkan panduan tersebut, beberapa istilah dalam penilaian Kurikulum 2013, antara lain:

Penilaian Harian (PH) adalah proses pengumpulan dan pengolahan informasi hasil belajar peserta didik yang digunakan untuk menetapkan program perbaikan atau pengayaan berdasarkan tingkat penguasaan kompetensi dan memperbaiki proses pembelajaran (assessment as dan for learning), dan mengetahui tingkat penguasaan kompetensi serta menetapkan ketuntasan penguasaan kompetensi (assessment of learning).

Penilaian Tengah Semester (PTS) adalah penilaian yang dilaksanakan pada minggu ke-8 atau ke-9 dalam satu semester. Adapun materi PTS meliputi semua KD yang sudah dipelajari sampai dengan minggu ke-7 atau ke-8.

Penilaian Akhir Semester (PAS) adalah penilaian yang dilaksanakan pada akhir semester gasal dengan materi semua KD pada semester tersebut.

Penilaian Akhir Tahun (PAT) adalah penilaian yang dilaksanakan pada akhir semester genap dengan materi semua KD pada semester genap.

Ujian Sekolah (US) adalah kegiatan pengukuran dan penilaian kompetensi peserta didik terhadap Standar Kompetensi Lulusan untuk mata pelajaran yang tidak diujikan dalam Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) dan dilakukan satuan pendidikan.

Ujian Sekolah Berstandar Nasional adalah kegiatan pengukuran capaian kompetensi peserta didik yang dilakukan satuan pendidikan untuk mata pelajaran tertentu dengan mengacu pada  Standar Kompetensi Lulusan untuk memperoleh pengakuan atas prestasi belajar. Naskah USBN disiapkan oleh pemerintah bersama Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP).

PENILAIAN KURIKULUM 2013
Kurikulum 2013 merupakan kurikulum berbasis kompetensi. Hal penting yang harus diperhatikan ketika melaksanakan penilaian dalam Kurikulum 2013 adalah KKM, predikat, remedial dan pengayaan.

A. Kriterian Ketuntasan Minimal (KKM)
Penentuan KKM didadsari oleh nilai aspek karakteristik peserta didik (intake), karakteristik mata pelajaran (kompleksitas materi/kompetensi), dan kondisi satuan pendidikan (daya dukung).

B. Predikat
Penentuan predikat penilaian ditentukan berdasarkan KKM yang telah disepakati satuan pendidik. Predikat penilaian dibagi menjadi 4 kelompok dengan atribut penilaian A (sangat baik), B (baik), C (cukup), dan D (kurang). Penentuan interval predikat ditentukan dengan menggunakan panjang interval yang dihitung dengan persamaan:
(Nilai maksimum – Nilai KKM) : 3
Contoh: Nilai KKM Mata Pelajaran Bahasa Indonesia 75

Nilai C (cukup) dimulai dari 75. Predikat di atas Cukup adalah Baik dan Sangat Baik. Panjang interval nilai untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia dapat ditentukan dengan cara:
(Nilai maksimum – Nilai KKM) : 3 = (100 – 75) : 3
 = 8,3
sehingga panjang interval untuk setiap predikat 8 atau 9. Karena panjang interval nilainya 8 atau 9, dan terdapat 4 macam predikat, yaitu A (Sangat Baik), B (Baik), C (Cukup), dan D (Kurang), maka untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia interval nilai dan predikatnya sebagai berikut. 
93 - 100 = A (Sangat Baik)
84 -   92 = B (Baik)
75 -   83 = C (Cukup)
  0 -   74 = D (Kurang)

C. Remedial dan Pengayaan
Setelah KKM ditentukan, capaian pembelajaran peserta didik dapat dievaluasi ketuntasannya. Peserta didik yang belum mencapai KKM berarti belum tuntas, wajib mengikuti program remedial, sedangkan peserta didik yang sudah mencapai KKM dinyatakan tuntas dan dapat diberikan pengayaan. Remedial dan pengayaan ini merupakan proses yang harus dilakukan berdasarkan hasil penilaian selama proses pembelajaran (assessment as learning dan for learning) maupun akhir pembelajaran (assessment of learning).

Pelaksanaan remdial dapat dilakukan cara sebagai berikut.
1. Pemberian bimbingan secara individu. 
2. Pemberian bimbingan secara kelompok. 
3. Pemberian pembelajaran ulang dengan metode dan media yang berbeda.
4. Pemanfaatan tutor sebaya

Beberapa alternatif keberhasilan siswa setelah menerima remedial.

Alternatif 1
Peserta didik yang telah tuntas (misalnya, Wati dengan nilai 75) dan nilainya dilampaui oleh peserta didik yang mengikuti remedial (misalnya, Andi dengan nilai 80), kemungkinan Wati mempunyai perasaan diperlakukan “tidak adil” oleh pendidik. Oleh karena itu, pendidik disarankan memberikan kesempatan yang sama pada peserta didik yang telah mencapai KKM untuk memperoleh nilai yang maksimal.

Alternatif 2

1. Badar memperoleh nilai awal 60. Nilai KKM 64. Setelah remedial Badar memperoleh nilai 90. Rata-rata nilai awal dan remedial sebesar 75 (melebihi KKM), maka Badar memperoleh nilai akhir 75.

2. Badar memperoleh nilai awal 50. Nilai KKM 64. Setelah remedial Badar memperoleh nilai 70. Rata-rata nilai awal dan remedial sebesar 60 (di bawah KKM), maka Badar memperoleh nilai akhir sebesar KKM yaitu 64. 

Alternatif 3

Peserta didik diberi nilai sama dengan KKM yang ditetapkan oleh sekolah untuk suatu mata pelajaran, meskipun nilai yang dicapai melampaui KKM. Keuntungan dari alternatif ini adalah memotivasi siswa untuk belajar sungguh-sungguh dan tidak mengandalkan kesempatan mengikuti.  
Demikianlah konsep penilaian yang dipublikasikan Kemdikbud dalam penilaian yang dilakukan oleh pendidik dan satuan pendidikan dalam proses belajar mengajar dengan sistem kurikulum 2013.

Berdasarkan panduan penilaian oleh pendidik dan satuan pendidikan, untuk memudahkan Pendidik dalam mengadministrasi hasil penilaian yang dilakukannya, Admin mencoba untuk membuat aplikasi sederhana penilaian pada kurikulum 2013 pada postingan Aplikasi Daftar Nilai Kurikulum 2013 (Sederhana).

Thursday, May 24, 2018

Revisi Aplikasi Raport KTSP | ARK_17-Rev1


Setelah mempublikasikan aplikasi raport KTSP pada post sebelumnya (lih. [Excel] Legger - DKN - Raport in One App) ternyata terdapat beberapa link yang tidak bekerja dan ada kekurangan template yang digunakan untuk semester berikunya.

Silahkan unduh aplikasi revisi disini. Untuk langkahnya sama pada postingan [Excel] Legger - DKN - Raport in One App

Berikut perbaikan yang diperbaiki pada ARK_17-Rev1, yaitu:
1. [Perbaikan] link pada legger Genap
2. [Perbaikan] link pada DKN Genap
3. [Penambahan] laman pada raport semester genap