Monday, October 22, 2018

Plickers || Cara Asyik dalam Kegiatan Ulangan Harian

Salah satu bagian penting dari proses belajar mengajar adalah tahap evaluasi. Evaluasi bertujuan untuk mengetahui ketercapaian tujuan pembelajaran dan kompetensi yang telah dicapai oleh peserta didik. Evaluasi pembelajaran menurut Bloom (1971) adalah proses pengumpulan data real secara sistematis. Dimana data ini akan digunakan untuk mengetahui sejauh mana kemampuan atau tingkat perubahan peserta didik. Selain itu, evaluasi juga memberikan pengetahuan bagi pendidik untuk mengetahui keberhasilan kegiatan pembelaran yang dilaksanakan serta meningkatkan kualitas guru dalam mengembangkan soal dalam kegiatan evaluasi.
Kebanyakan guru melakukan kegiatan evaluasi menggunakan media kertas. Guru membagikan kertas yang berisi dengan soal/ pertanyaan yang sesuai dengan kompetensi yang akan diuji. Kemudian peserta didik menjawab soal/ pertanyaan tersebut dengan lembar jawaban yang telah disediakan oleh guru atau disediakan oleh masing-masing peserta didik.
Seiring dengan perkembangan teknologi saat ini, salah satu alternatif dalam melaksanakan kegiatan evaluasi seperti ulangan harian dengan menggunakan aplikasi online "Plickers".

Pemanfaatan Aplikasi Plickers dalam Kegiatan Ulangan Harian

Ulangan Harian dengan Plickers
Plickers merupakan media berbasis internet dalam melaksanakan evaluasi belajar siswa. Misalnya kegiatan ulangan harian, guru menampilkan soal/ pertanyaan yang telah disediakan dalam akun Plickers dan menampilkannya di depan kelas. Selanjutnya peserta didik menjawab soal/ pertanyaan tersebut dengan mengangkat kartu jawaban yang diperoleh dari akun plickers tersebut. Kemudian guru melakukan scan jawaban (mengarahkan aplikasi pada gadget/ smarphone dengan bantuan kamera) pada kartu jawaban yang telah ditunjukkan oleh siswa tersebut. Secara otomatis (online), jawaban akan masuk ke dalam sistem akun plickers yang telah dibuat.

Berikut cuplikan penggunaan Media Plickers dalam ulangan harian.


Langkah-Langkah Pemanfaatan Plickers dalam Ulangan Harian
A. Tahap Persiapan
Dalam tahap ini, guru mempersiapkan soal yang akan digunakan dalam tahap pelaksanaan. Kegiatan ini meliputi pembuatan akun, pembuatan soal, dan instalasi aplikasi plickers di smartphone.

Pembuatan akun dapat dilakukan melalui laman: https://get.plickers.com/ melalui browser pada laptop. Dalam mengakses laman ini, laptop harus terhubung dengan jaringan internet. Pada tampilan yang laman yang muncul, pilih menu Sign Up for Free. Sign up hanya dilakukan sekali saja, jika pembuatan akun telah berhasil, maka untuk berikutnya hanya langkah sign in.

Tampilan laman utama Plickers
Selanjutnya isi data yang diminta atau untuk lebih mudah dalam pengisian dengan cara melanjutkannya dengan akun gmail.
Pembuatan Akun
Jika berhasil, maka selanjutnya melakukan sign in (masuk ke laman plicker dengan data akun yang telah dibuat). Jika pembuatan data akun dengan menggunakan akun gmail, maka sign in yang dilakukan juga dengan menggunakan akun gmail tersebut. Untuk sign ini, dapat dilakukan pada laman awal saat pembuatan akun tadi, jika dalam pembuatan akun menggunakan sign up, maka untuk masuk ke dalam akun, pilih link teks sign in.

Tampilan laman sign in
Setelah berhasil sign in, maka selanjutnya mempersiapakan kelas dan pertanyaan yang akan diuji pada saat pelaksanaan Ulangan harian.

Pembuatan Kelas
Pembuatan kelas bertujuan untuk mendaftarkan nama peserta didik yang akan mengikuti ulangan harian, caranya dengan menekan link teks "add class".
Pembuatan Kelas pada Akun Plickers
Setelah memilih link teks "add class" akan muncul dialog box. Kemudian isi nama kelas dan klik "Create Class"
Pengisian nama kelas dalam pembuatan kelas
Jika berhasil, kelas yang telah kita buat akan muncul pada tampilan menu sebelah kiri..
Berhasil menambah kelas
Selanjutnya, klik nama kelas yang baru dibuat, kemudian pilih "add student" untuk menambahkan daftar nama peserta didik yang akan mengikuti ulangan harian tersebut.
Membuat Daftar Nama Pada Kelas 
Dalam mengentri nama peserta didik, dapat dilakukan dengan cara mengetik langsung pada kolom yang disediakan, atau dengan cara copy-paste dari file excel yang ada kemudian klik next.
Pembuatan daftar nama peserta didik
Nama yang telah dibuat akan ditampilkan sesuai dengan urutan yang pada saat pembuatan, kemudian selanjutnya klik Done.
Berhasil menambah nama peserta didik
Setelah kita memilih done, tampilan kelas akan berisi daftar nama dan soal-soal yang pernah dibuat. Namun jika soal belum pernah dibuat, maka tampilannya hanya berisi nama.

Pembuatan Soal
Untuk pembuatan soal, maka pada laman akun, pilih new set.
Pembuatan Soal Baru
Pada tampilan yang muncul, isi pertanyaan dan pilihan jawaban pada kolom yang disediakan.

Menu pada pembuatan soal
Pada pilihan jawaban, jangan lupa untuk memilih jawaban yang benar, dengan cara klik pada huruf pilihan jawaban yang dianggap benar. Pada menu "add to Queue", maka soal yang dibuat ini dapat langsung ditambakan pada kelas yang telah dibuat. Klik "add to Queue" kemudian pilih nama kelas yang telah dibuat. Maka secara otomatis akan masuk ke dalam daftar pertanyaan yang akan diujikan pada kelas tersebut.
Add to Queue

Selanjutnya kembali buka kelas yang telah dibuat pada langkah pembuatan kelas, klik nama kelas pada kolom sebelah kiri.
Tampilan kelas siap digunakan
Berdasarkan gambar diatas, kelas telah berisi daftar soal yang siap ditampilkan dalam ulangan harian.

Sebelum melakukan kegiatan ulangan harian, masih dalam tahap persiapan, guru harus menginstall terlebih dahulu aplikasi Plickers yang dapat diunduh pada Playstore yang ada pada smartphone guru. Setelah berhasil diinstall, maka selanjutnya ulangan harian dapat dilaksanakan.
Satu lagi yang penting sebelum pelaksanaan adalah pembuatan kartu jawaban.
Kartu Jawaban merupakan gambar yang telah disediakan oleh pihak Plickers. Untuk itu kartu jawaban dapat di unduh pada laman plickers.

Pembuatan kartu jwaban
Untuk kartu jawaban sebanyak 40 orang peserta didik, dapat diunduh disini.

Setelah di unduh, cetak kartu jawaban dan dibagikan kepada peserta didik sesuai dengan nomor urut pada saat pembuatan kelas dan penambahan nama peserta didik sesuai langkah diatas.

B. Tahap Pelaksanaan
Dalam pelaksanaan ulangan harian di kelas, guru harus menyediakan layar proyektor untuk menampilkan pertanyaan di depan kelas. Jika laptop telah tersambung dengan projektor, selanjutnya pada lama kelas (langkah sebelum pelaksanaan ini), klik Play Now.
Menampilkan pertanyaan di depan kelas.
Dengan bantuan projector, peserta didik dapat melihat soal yang sedang ditanyakan. Untuk melakukan perekaman jawaban, maka lengkah-langkah pelaksanaan meliputi,
  1. Pada saat soal ditampilkan, setelah selang waktu yang telah dieberikan guru, peserta didik diminta untuk mengangkat kartu jawaban yang telah dibagikan pada peserta didik sebelum kegiatan ulangan harian berlangsung. 
  2. Guru melakukan scan jawaban dengan membuka aplikasi plickers pada smartphone dengan cara mengarahkan kamera HP pada aplikasi ke arah jawaban peserta didik 
Guru dapat melihar jawban peserta didik yang telah direkam dan juga dapat melihat grafik jawaban peserta didik setelah melakukan scan jawaban pada tampilan live soal tersebut.

Tampilan live soal ualngan harian
Berikut video dalam tahap pelaksanaan ulangan harian dengan menggunakan plickers.

Demikian langkah-langkah kegiatan pelaksanaan ulangan harian dengan menggunakan aplikasi Plickers sebagai bahan alternatif dalam pelaksanaan ulangan harian yang dilaksanakan oleh guru. Selain cepat dalam memperoleh hasil ulangan harian, guru juga dapat menikmati statistik jawaban peserta didik lengkap yang dapat dilihat pada menu scoresheet.
Menu hasil ulangan
Berikut tampilan scoresheet dan beberapa keuntungan yang dapat digunakan oleh guru.
tampilan scoresheet

Masih banyak hal yang dapat dieksplore dari media ini, silahkan Bapak/ Ibu guru yang berminat untuk melaksanakan kegiatan ulangan harian dengan media ini. Mungkin ini juga dapat dijadikan alternatif dalam pembuatan karya ilmiah dalam penelitian tindakan kelas. Jika ada yang memberikan saran dan kritik, mohon komentarnya.
Terima kasih.

#salamberbagi

Thursday, May 31, 2018

Daftar Nilai Kurikulum 2013 Edisi Revisi 2017 Secara Sederhana

Sesuai pada postingan Konsep Penilaian Kurikulum 2013 dan berdasarkan Panduan Peilaian Kurikulum 2013 Oleh Pendidik dan Satuan Pendidikan, untuk mengadministrasi penilaian yang dilakukan oleh pendidik, maka dapat dibuat dalam daftar nilai penilaian.
Aplikasi ini dibuat dengan menggunakan Ms. Excel. Sama seperti dengan penggunaan formula pada aplikasi penilaian kurikulum KTSP pada postingan sebelumnya (Pembuatan Aplikasi Penilaian Raport Siswa dengan Ms. Excel Secara Mandiri). Formula yang digunakan disesuaikan dengan panduan penilaian kurikulum 2013 oleh pendidik. Pertama silahkan download aplikasinya disini [Daftar Nilai K13 Edisi 2017].

Adapun pembuatan dan penggunaan aplikasi tersebut dibuat sesederhana mungkin.

1. Menu "DATA"
Tampilan Menu "DATA"
Pada menu ini terdapat lima bagian data yang harus dipahami oleh Pendidik, yaitu Identitas Pendidik dan Mata Pelajaran yang diampu (Bagian A), Data NIS dan nama siswa (Bagian B), Interval KKM (Bagian C), Sikap spiritual dan sosial (Bagian D), dan Interval nilai sikap (Bagian E).

Bagian A
Pada bagian ini, Pendidik wajib mengisi data yang berkaitan dengan identitas, seperti Nama Guru, NIP, Kelas, Semester, Mata Pelajaran, KKM, dan Tahun Pelajaran.

Bagian B.
Pendidik mengisi identitas peserta didik yang terdiri dari Nomor Induk Siswa dan Nama siswa, sesuai kolom yang disediakan.

Bagian C
Pada bagian ini, diisi secara otomatis oleh aplikasi. Oleh karena itu Pendidik tidak perlu untuk mengentri apapun. Namun Pendidik wajib memastikan bahwa KKM (pada bagian A) telah diinput dengan benar.

Bagian D
Untuk kolom ini hanya diisi oleh Pendidik yang mengampu mata pelajaran agama, PKn, dan Bahasa Indonesia. Namun guru yang bersangkutan juga dapat mengisi nilai ini untuk aspek yang paling menonjol. Pada bagian ini, pendidik hanya menuliskan sikap spiritual dan sosila yang diamati sepanjang semester yang berjalan. Misalnya pada SP.1 diisi Berdoa, maka pendidik mengamati ketekunan peserta didik dalam sikap berdoa ketika sebelum, saat berlangsung, dan sesudah pembelajaran. Demikian juga pada SO.1 diisi disiplin, maka pendidik melakukan penilaian terhadap kedisiplinan peserta didik selama mengikuti pembelajaran.

Bagian E.
Pada bagian ini, telah disediakan interval predikat penilaian aspek sikap sesuai dengan Permendikbud 104 Tahun 2014. Pada bagian ini dapat diubah oleh pendidik sesuai dengan perubahan peratutan dan kesepakatan MGMP.

2. Menu "SIKAP"
Tampilan menu "SIKAP"
Pada menu ini terdapat empat bagian data yang harus dipahami oleh Pendidik, yaitu Identitas Penilaian (Bagian A), Data NIS dan nama siswa (Bagian B), Nilai Spiritual (Bagian C), dan Nilai Sosial (Bagian D).

Bagian A
Pada bagian ini hal yang perlu diperhatikan adalah identitas sekolah. Nama sekolah dapat diganti dengan nama sekolah tempat Pendidik melaksanakan tugas. Sementara untuk data Tahun Pelajaran, Kelas, Semester, dan Mata Pelajaran, akan terisi secara otomatis sesuai dengan data yang telah diisi pada menu "DATA" sebelumnya.

Bagian B
Untuk bagian ini, pendidik tidak perlu mengentri apapun, karena hasil pada kolom ini diisi secara otomatis sesuai dengan pengisian data pada bagian B pada menu "DATA".

Bagian C
Pada bagian ini merpakan kolom penilaian sikap spiritual. Sesuai dengan indikator yang telah diisi pada menu "DATA". Jika indikator yang digunakan ada 3 maka penilian dilakukan sebanyak 3 kali dengan cara pengisian nilai menggunakan skala 1-4 dengan asumsi 1 (kurang), 2 (cukup), 3 (Baik), dan 4 (sangat baik).
Pada kolom NSP (Nilai Spiritual) dihitung secara otomatis dengan formula yang telah dibuat dalam aplikasi yaitu mencari rata-rata nilai yang diisi.
Predikat juga akan terisi secara otomatis, dengan membandingkan hasil pada cell NSP dengan interval nilai sikap pada menu "DATA" yang sebelumnya.

Bagian D
Hampir sama dengan bagian C, pada bagian ini merpakan kolom penilaian sikap sosial. Sesuai dengan indikator yang telah diisi pada menu "DATA". Jika indikator yang digunakan ada 2 maka penilian dilakukan sebanyak 2 kali dengan cara pengisian nilai menggunakan skala 1-4 dengan asumsi 1 (kurang), 2 (cukup), 3 (Baik), dan 4 (sangat baik).
Pada kolom NSO (Nilai Sosial) dihitung secara otomatis dengan formula yang telah dibuat dalam aplikasi yaitu mencari rata-rata nilai yang diisi.
Predikat juga akan terisi secara otomatis, dengan membandingkan hasil pada cell NSO dengan interval nilai sikap pada menu "DATA" yang sebelumnya.

Sekali lagi, pada menu ini, guru selain guru mata pelajaran Agama, PKn, dan Bahasa Indonesia dapat melewati bagian ini.

3. Menu "PENGETAHUAN"
Tampilan menu "PENGETAHUAN"
Pada menu ini terdapat tiga bagian data yang harus dipahami oleh Pendidik, yaitu Identitas Penilaian (Bagian A), Data NIS dan nama siswa (Bagian B), dan Penilaian Pengetahuan yang dilakukan (Bagian C).

Bagian A
Sama dengan bagian A pada menu "SIKAP", pada bagian ini hal yang perlu diperhatikan adalah identitas sekolah. Nama sekolah dapat diganti dengan nama sekolah tempat Pendidik melaksanakan tugas. Sementara untuk data Tahun Pelajaran, Kelas, Semester, Mata Pelajaran dan KKM, akan terisi secara otomatis sesuai dengan data yang telah diisi pada menu "DATA" sebelumnya.

Bagian B
Untuk bagian ini, pendidik tidak perlu mengentri apapun, karena hasil pada kolom ini diisi secara otomatis sesuai dengan pengisian data pada bagian B pada menu "DATA".

Bagian C
Pada bagian ini, Pendidik dapat mengentri nilai yang dilakukan selama proses belajar mengajar pada semester yang berlangsung. Pada bagian iini disediakan kolom Hasil Penilaian Harian (HPH) yang merupakan rata-rata dari hasil ulangan harian (RPH), hasil pemberian tugas (RPT), Hasil Penilaian Tengah Semester (HPTS), dan Hasil Penilaian Akhir Semester (HPAS). Pendidik cukup mengisi penilaian yang dilaksanakan sesuai dengan kompetensi dasar (KD) yang terdapat pada semester tersebut. Misalnya mata pelajaran IPA memiliki 3 KD pada semester ini. Kemudian guru yang bersangkutan melakukan penilaian pada ketiga KD tersebut, penilaian tengah semester, dan penilaian akhir semester. Maka nilai raport dan predikat akan terisi secara otomatis. Perhatikan contoh berikut.

Contoh Pengisian pada menu "DATA"

Contoh Pengisian pada menu "PENGETAHUAN"
NR (Nilai Raport) dihitung secara otomatis sesuai dengan pengisian nilai yang dilakukan oleh pendidik dengan persamaan 
NR = (2*HPH + HPTS + HPAS) : 4
Berdasarkan contoh diatas maka perhitungan NR adalah 2*77 + 70 + 80 = 303 kemudian dibagi 4, maka NR = 303:4 = 75,75 ~ 76.
Kemudian hasil NR dibandingkan dengan interal Predikat KKM Pengetahuan dan Keterampilan, dimana untuk KKM 68, nilai 76 memiliki predikat C (cukup), karena pada KKM 68, interval predikat cukup adalah 68-79.

4. Menu "KETERAMPILAN"
Tampilan pada menu "KETERAMPILAN
Pada menu ini hampir sama dengan menu "PENGETAHUAN". terdapat tiga bagian data yang harus dipahami oleh Pendidik, yaitu Identitas Penilaian (Bagian A), Data NIS dan nama siswa (Bagian B), dan Penilaian Pengetahuan yang dilakukan (Bagian C).

Bagian A
Pada bagian ini hal yang perlu diperhatikan adalah identitas sekolah. Nama sekolah dapat diganti dengan nama sekolah tempat Pendidik melaksanakan tugas. Sementara untuk data Tahun Pelajaran, Kelas, Semester, Mata Pelajaran dan KKM, akan terisi secara otomatis sesuai dengan data yang telah diisi pada menu "DATA" sebelumnya.

Bagian B
Untuk bagian ini, pendidik tidak perlu mengentri apapun, karena hasil pada kolom ini diisi secara otomatis sesuai dengan pengisian data pada bagian B pada menu "DATA".

Bagian C
Pada bagian ini, cara pengisiannya hampir sama dengan menu "PENGETAHUAN" hanya yang membedakan adalah penilaian pada keterampilan diisi dengan teknik penilaian yang dilakukan oleh pendidik. Ada empat teknik yang ditawarkan pada aplikasi ini, yaitu Praktik, Projek, Produk, dan Portofolio. Jadi pengisiannya disesuaikan dengan teknik yang dilakukan oleh Pendidik. Misalnya pada KD.1 keterampilan peserta didik dinilai dengan teknik Praktik, maka pendidik mengisi nilai KD.1 pada kolom  Prak tepat diabwah kolom KD.1 demikian jugan ada KD lain sesuai dengan teknik yang dilakukan.
Nilai Raport (NR) keterampilan akan dihitung otomatis dengan mencari rata-rata dari nilai yang diisi. Untuk predikat keterampilan perhitungannya sama dengan aspek pengetahuan, dan akan terisi secara otomatis.sesuai interval predikat KKM yang telah dibuat pada menu "DATA".
Sekedar mengingatkan dalam penggunaan aplikasi ini, kolom berwarna abu-abu, JANGAN DIGANGGU GUGAT
 Demikianlan cara pembuatan dan penggunaan aplikasi daftar nilai kurikulum 2013. Jika ada yang tidak dipahami silahkan berkomentar atau menghubungi Admin pada link button Contact. Terima kasih.

Konsep Penilaian Kurikulum 2013 Edisi Revisi 2017

Setelah mendengarkan keluahan guru dalam pemberian nilai pada kurikulum 2013 pada saat awal muncul, pada tahun 2017 Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) merevisi penilaian untuk Kurikulum 2013. Perubahan penilaian tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 3 Tahun 2017 tentang Penilaian Hasil Belajar Oleh Pemerintah dan Penilaian Hasil Belajar Oleh Satuan Pendidikan.

Untuk mensosialisasikan perubahan dan memandu satuan pendidikan dan guru dalam memberikan penilaian, Kemdikbud menerbitkan Panduan Penilaian oleh Pendidik dan Satuan Pendidikan. Adapun tujuan panduan ini adalah 
1. Pengertian, pendekatan dan prinsip penilaian dalam kurikulum 2013;
2. Penilaian yang dilakukan oleh pendidik baik penilaian sikap, pengetahuan maupun keterampilan;
3. Penilaian yang dilakukan oleh satuan pendidikan.

Berdasarkan panduan tersebut, beberapa istilah dalam penilaian Kurikulum 2013, antara lain:

Penilaian Harian (PH) adalah proses pengumpulan dan pengolahan informasi hasil belajar peserta didik yang digunakan untuk menetapkan program perbaikan atau pengayaan berdasarkan tingkat penguasaan kompetensi dan memperbaiki proses pembelajaran (assessment as dan for learning), dan mengetahui tingkat penguasaan kompetensi serta menetapkan ketuntasan penguasaan kompetensi (assessment of learning).

Penilaian Tengah Semester (PTS) adalah penilaian yang dilaksanakan pada minggu ke-8 atau ke-9 dalam satu semester. Adapun materi PTS meliputi semua KD yang sudah dipelajari sampai dengan minggu ke-7 atau ke-8.

Penilaian Akhir Semester (PAS) adalah penilaian yang dilaksanakan pada akhir semester gasal dengan materi semua KD pada semester tersebut.

Penilaian Akhir Tahun (PAT) adalah penilaian yang dilaksanakan pada akhir semester genap dengan materi semua KD pada semester genap.

Ujian Sekolah (US) adalah kegiatan pengukuran dan penilaian kompetensi peserta didik terhadap Standar Kompetensi Lulusan untuk mata pelajaran yang tidak diujikan dalam Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) dan dilakukan satuan pendidikan.

Ujian Sekolah Berstandar Nasional adalah kegiatan pengukuran capaian kompetensi peserta didik yang dilakukan satuan pendidikan untuk mata pelajaran tertentu dengan mengacu pada  Standar Kompetensi Lulusan untuk memperoleh pengakuan atas prestasi belajar. Naskah USBN disiapkan oleh pemerintah bersama Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP).

PENILAIAN KURIKULUM 2013
Kurikulum 2013 merupakan kurikulum berbasis kompetensi. Hal penting yang harus diperhatikan ketika melaksanakan penilaian dalam Kurikulum 2013 adalah KKM, predikat, remedial dan pengayaan.

A. Kriterian Ketuntasan Minimal (KKM)
Penentuan KKM didadsari oleh nilai aspek karakteristik peserta didik (intake), karakteristik mata pelajaran (kompleksitas materi/kompetensi), dan kondisi satuan pendidikan (daya dukung).

B. Predikat
Penentuan predikat penilaian ditentukan berdasarkan KKM yang telah disepakati satuan pendidik. Predikat penilaian dibagi menjadi 4 kelompok dengan atribut penilaian A (sangat baik), B (baik), C (cukup), dan D (kurang). Penentuan interval predikat ditentukan dengan menggunakan panjang interval yang dihitung dengan persamaan:
(Nilai maksimum – Nilai KKM) : 3
Contoh: Nilai KKM Mata Pelajaran Bahasa Indonesia 75

Nilai C (cukup) dimulai dari 75. Predikat di atas Cukup adalah Baik dan Sangat Baik. Panjang interval nilai untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia dapat ditentukan dengan cara:
(Nilai maksimum – Nilai KKM) : 3 = (100 – 75) : 3
 = 8,3
sehingga panjang interval untuk setiap predikat 8 atau 9. Karena panjang interval nilainya 8 atau 9, dan terdapat 4 macam predikat, yaitu A (Sangat Baik), B (Baik), C (Cukup), dan D (Kurang), maka untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia interval nilai dan predikatnya sebagai berikut. 
93 - 100 = A (Sangat Baik)
84 -   92 = B (Baik)
75 -   83 = C (Cukup)
  0 -   74 = D (Kurang)

C. Remedial dan Pengayaan
Setelah KKM ditentukan, capaian pembelajaran peserta didik dapat dievaluasi ketuntasannya. Peserta didik yang belum mencapai KKM berarti belum tuntas, wajib mengikuti program remedial, sedangkan peserta didik yang sudah mencapai KKM dinyatakan tuntas dan dapat diberikan pengayaan. Remedial dan pengayaan ini merupakan proses yang harus dilakukan berdasarkan hasil penilaian selama proses pembelajaran (assessment as learning dan for learning) maupun akhir pembelajaran (assessment of learning).

Pelaksanaan remdial dapat dilakukan cara sebagai berikut.
1. Pemberian bimbingan secara individu. 
2. Pemberian bimbingan secara kelompok. 
3. Pemberian pembelajaran ulang dengan metode dan media yang berbeda.
4. Pemanfaatan tutor sebaya

Beberapa alternatif keberhasilan siswa setelah menerima remedial.

Alternatif 1
Peserta didik yang telah tuntas (misalnya, Wati dengan nilai 75) dan nilainya dilampaui oleh peserta didik yang mengikuti remedial (misalnya, Andi dengan nilai 80), kemungkinan Wati mempunyai perasaan diperlakukan “tidak adil” oleh pendidik. Oleh karena itu, pendidik disarankan memberikan kesempatan yang sama pada peserta didik yang telah mencapai KKM untuk memperoleh nilai yang maksimal.

Alternatif 2

1. Badar memperoleh nilai awal 60. Nilai KKM 64. Setelah remedial Badar memperoleh nilai 90. Rata-rata nilai awal dan remedial sebesar 75 (melebihi KKM), maka Badar memperoleh nilai akhir 75.

2. Badar memperoleh nilai awal 50. Nilai KKM 64. Setelah remedial Badar memperoleh nilai 70. Rata-rata nilai awal dan remedial sebesar 60 (di bawah KKM), maka Badar memperoleh nilai akhir sebesar KKM yaitu 64. 

Alternatif 3

Peserta didik diberi nilai sama dengan KKM yang ditetapkan oleh sekolah untuk suatu mata pelajaran, meskipun nilai yang dicapai melampaui KKM. Keuntungan dari alternatif ini adalah memotivasi siswa untuk belajar sungguh-sungguh dan tidak mengandalkan kesempatan mengikuti.  
Demikianlah konsep penilaian yang dipublikasikan Kemdikbud dalam penilaian yang dilakukan oleh pendidik dan satuan pendidikan dalam proses belajar mengajar dengan sistem kurikulum 2013.

Berdasarkan panduan penilaian oleh pendidik dan satuan pendidikan, untuk memudahkan Pendidik dalam mengadministrasi hasil penilaian yang dilakukannya, Admin mencoba untuk membuat aplikasi sederhana penilaian pada kurikulum 2013 pada postingan Aplikasi Daftar Nilai Kurikulum 2013 (Sederhana).

Thursday, May 24, 2018

Revisi Aplikasi Raport KTSP | ARK_17-Rev1


Setelah mempublikasikan aplikasi raport KTSP pada post sebelumnya (lih. [Excel] Legger - DKN - Raport in One App) ternyata terdapat beberapa link yang tidak bekerja dan ada kekurangan template yang digunakan untuk semester berikunya.

Silahkan unduh aplikasi revisi disini. Untuk langkahnya sama pada postingan [Excel] Legger - DKN - Raport in One App

Berikut perbaikan yang diperbaiki pada ARK_17-Rev1, yaitu:
1. [Perbaikan] link pada legger Genap
2. [Perbaikan] link pada DKN Genap
3. [Penambahan] laman pada raport semester genap

Friday, February 23, 2018

[Excel] Legger - DKN - Raport in One App

Salah satu tugas sekolah adalah mengumpulkan dan melaporkan hasil evaluasi siswa yang dilakukan oleh guru sebagai bahan pertimbangan dalam kelulusan maupun kenaikan kelas siswa tersebut. Untuk itu, pihak sekolah bagian akademik akan mengumpulkan hasil penilaian (evaluasi) yang telah dilakukan selama semester berjalan yang dilakukan oleh masing-masing guru. Pengelolaan nilai pembelajaran dapat dilakukan secara manual maupun menggunakan aplikasiberdasarkan Nilai Harian (NH), Nilai Ulangan Tengah Semester (N UTS), dan Nilai Ulangan Akhir Semester (N UAS).  (Lihat: Pembuatan Aplikasi Penilaian Raport Siswa dengan Ms. Excel Secara Mandiri).

Kemudian pihak sekolah akan memberikan tugas kepada walikelas untuk mengadministrasi hasil tersebut dan membuat laporan (Raport) yang akan dibagikan kepada siswa (orangtua siswa) sebagai kesimpulan atas pembelajaran siswa tersebut selama satu semester berlangsung. Untuk itu, postingan ini bertujuan untuk memudahkan Bapak/ Ibu Walikelas dalam mengadministrasi nilai-nilai yang diperoleh siswa dan sekaligus memproduksi laporan (raport) yang akan dibagikan kepada siswa.

Aplikasi ini digunakan untuk sekolah yang menggunakan Kurikulum KTSP.

Pertama silahkan unduh aplikasinya disini (klik disini).

Setelah mengunduh aplikasi (selanjutnya di buka), maka data pertama yang harus diisi oleh wali kelas berada pada sheet "Data"

Tampilan Sheet Data | Sumber: Dok. iGenst
Maka data yang diisikan adalah, data walikelas, KKM, dan daftar nama siswa.

Kemudian walikelas mengisi nilai-nilai yang diperoleh dari guru-guru yang masuk dikelasnya pada Sheet "Ganjil" jika semester yang berlangsung adalah semester ganjil atau  Sheet "Genap" jika semester yang berlangsung adalah semester genap. 

Tampilan Sheet Ganjil | Sumber: Dok. iGenst
Untuk pengisian NIS/ NISN dan Nama sudah terisi secara otomatis sesuai dengan data pada sheet "Data". Maka yang perlu diisikan adalah kolom H (Nilai Harian), T (Nilai UTS), dan A (Nilai UAS). Untuk N (Nilai Raport) akan terisi secara otomatis.

Setelah pengisian benar dan lengkap. Walikelas dapat mencetak data pada Sheet "Legger 1" sebagai legger pada semester ganjil, dan Sheet "Legger 2" sebagai legger pada semester genap.

Tampilan Sheet Ganjil | Sumber: Dok. iGenst
Sama halnya dengan legger, pada aplikasi ini walikelas juga dapat mencetak Daftar Kumpulan Nilai (DKN) dan raport melalui menu Sheet "DKN" dan Sheet "Raport".

Namun untuk mencetak raport, walikelas harus mencetaknya satu persatu sesuai jumlah siswa, caranya dengan memilih siswa melalui klik tanda panah atas bawah scrolling button dan mencetaknya seperti biasa.

Scrolling Button pada Sheet Raport
Demikianlah postingan ini kiranya dapat membantu Bapak/ Ibu Walikelas. 

Tuesday, February 20, 2018

Fungsi Terbilang (No Add-Ins)

Sesuai dengan postingan sebelumnya, Fungsi (Add-Ins) Terbilang, postingan ini menginformasikan formula (fungsi) pada Ms. Excel untuk membantu dalam menyebutkan angka pada cell tertentu menjadi huruf pada cell lainnya.


Namun pada postingan kali ini berbeda dengan postingan sebelumnya. Jika pada postingan Fungsi (Add-Ins) Terbilang, agar menggunakan fungsi tersebut perlu diunduh terlebih dahulu dan di install pada aplikasi Ms. Excel. Namun pada psotingan ini, tidak menggunakan Add-Ins, melainkan memanfaatkan formula yang terdapat dalam Ms. Excel itu sendiri.

Fungsi yang digunakan merupakan kombinasi fungsi IF dan MID. Perhatikan tanda merah pada gambar berikut ini.


Untuk memunculkan Huruf (Sembilan Puluh) pada Cell I8, maka pada Cell I8 tersebut, dapat dituliskan rumus:

=IF(MID(H8;1;1)="6";"Enam puluh ";IF(MID(H8;1;1)="7";"Tujuh puluh ";IF(MID(H8;1;1)="8";"Delapan puluh ";IF(MID(H8;1;1)="9";"Sembilah puluh ";""))))&IF(MID(H8;2;1)="1";"satu";IF(MID(H8;2;1)="2";"dua";IF(MID(H8;2;1)="3";"tiga";IF(MID(H8;2;1)="4";"empat";IF(MID(H8;2;1)="5";"lima";IF(MID(H8;2;1)="6";"enam";IF(MID(H8;2;1)="7";"tujuh";IF(MID(H8;2;1)="8";"delapan";IF(MID(H8;2;1)="9";"sembilan";"")))))))))

Rumus diatas disesuaikan dengan cell yang tepat disamping cel yang berisikan angka. Demikian pengkombinasiaan fungsi pada Ms. Excel untuk memunculkan redaksi pada angka teretntu.

Monday, January 29, 2018

Rombel Berdasarkan Permendikbud No. 17 Tahun 2017 dan SE Mendikbud No. 3 Tahun 2017

Sumber: http://mediad.publicbroadcasting.net
Pada semester 1 Tahun Pelajaran 2017/2018, terjadi perbedaan perhitungan jumlah siswa per rombel. Sehingga mengakibatkan dalam aplikasi Dapodik, rombel dinyatakan tidak valid. Pada Pasal 24 Permendikbud No. 17 Tahun 2017 tertulis, 

Jumlah peserta didik dalam satu Rombongan Belajar diatur sebagai berikut: 
  1. SD dalam satu kelas berjumlah paling sedikit 20 (dua puluh) peserta didik dan paling banyak 28 (dua puluh delapan) peserta didik;
  2. SMP dalam satu kelas berjumlah paling sedikit 20 (dua puluh) peserta didik dan paling banyak 32 (tiga puluh dua) peserta didik;
  3. SMA dalam satu kelas berjumlah paling sedikit 20 (dua puluh) peserta didik dan paling banyak 36 (tiga puluh enam) peserta didik;
  4. SMK dalam satu kelas berjumlah paling sedikit 15 (lima belas) peserta didik dan paling banyak 36 (tiga puluh enam) peserta didik.
  5. Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB) dalam satu kelas berjumlah paling banyak 5 (lima) peserta didik; dan
  6. Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa (SMPLB) dan Sekolah Menengah Atas Luar Biasa (SMALB) dalam satu kelas berjumlah paling banyak 8 (delapan) peserta didik.


Kemudian pasal ini didukung dengan SE Mendikbud No. 3 Tahun 2017, pada point 2,
"Ketentuan jumlah peserta didik dalam satu rombongan belajar dan jumlah rombongan belajar pada sekolah diberlakukan hanya untuk peserta didik baru pada kelas 1, kelas 7, dan kelas 10 untuk setiap sekolah."

***
Berdasarkan pasal diatas, banyak sekolah yang "terjebak" dalam jumlah siswa perrombel. Setelah melaksanakan PPDB, jumlah siswa yang diperoleh disusun pada rombel dengan menggunakan kriteria minimal 20. Hal ini justru menyebakan rombel tersebut tidak valid.

Untuk itu, perhitungan yang tepat dalam menentukan rombel adalah dengan menggunakan kriteria maksimal dari masing-masing tingkat sekolah dengan menggunakan persamaan,

Jumlah rombel = jumlah siswa/ jumlah maksimal per rombel.

Contoh:
Sekolah SMP Negeri X Kota Maju menerima siswa sebanyak 257 siswa pada PPDB 2017. Berdasarkan jumlah siswa tersebut maka rombel yang dapat dibentuk dengan perhitungan berikut:
Jumlah siswa = 257 siswa
Jumlah maksimal siswa perombel untuk SMP = 32 siswa,
Maka jumlah rombel = 257/32 = 8,03.
Berhubung telah melewati nilai 8, maka rombel dapat dibentuk 9 rombel.

Namun dalam distribusi siswa pada tiap rombel, perlu memperhatikan kriteria pada pasal 24 Permendikbud No. 17 Tahun 2017 tersebut diatas. Dengan kata lain, 257 siswa SMP Negeri X tersebut didistribusikan dalam 9 rombel dengan minimal 20 siswa dan maksimal 32 siswa. Maka distribusi siswa dapat dibentuk sebagai berikut:

Skema 1
Rombel 7-1 = 32 siswa
Rombel 7-2 = 32 siswa
Rombel 7-3 = 32 siswa
Rombel 7-4 = 32 siswa
Rombel 7-5 = 32 siswa
Rombel 7-6 = 25 siswa
Rombel 7-7 = 24 siswa
Rombel 7-8 = 24 siswa
Rombel 7-9 = 24 siswa

Skema 2
Rombel 7-1 = 32 siswa
Rombel 7-2 = 32 siswa
Rombel 7-3 = 32 siswa
Rombel 7-4 = 32 siswa
Rombel 7-5 = 32 siswa
Rombel 7-6 = 32 siswa
Rombel 7-7 = 22 siswa
Rombel 7-8 = 22 siswa
Rombel 7-9 = 21 siswa

Skema 3
Rombel 7-1 = 29 siswa
Rombel 7-2 = 28 siswa
Rombel 7-3 = 29 siswa
Rombel 7-4 = 28 siswa
Rombel 7-5 = 29 siswa
Rombel 7-6 = 28 siswa
Rombel 7-7 = 29 siswa
Rombel 7-8 = 28 siswa
Rombel 7-9 = 29 siswa

Demikianlah perhitungan yang tepat dalam pembagian jumlah siswa perrombel sesuai dengan Permendikbud No. 17 Tahun 2017 dan SE Mendikbud No. 3 Tahun 2017 dan diterima dalam aplikasi Dapodik.

Semoga bermanfaat.