Friday, December 4, 2015

Uji Kompetensi Guru (UKG) 2015

Uji kompetensi guru (UKG) tahun 2015 telah dilaksanakan oleh 2.360.388 atau sebanyak 91 % dan sekitar 226.885 akan melaksanakan ujian susula pada tanggal 11-14 Desember 2015 (Info GTK -UKG Susulan 11-14 Desember 2015). Sebelum pelaksanaan UKG 2015, banyak guru yang merasa kawatir dengan arah dan tujuan UKG tersebut. Banyak kabaar yang mengatakan, bahwa hasil UKG berkaitan dengan tunjangan profesi guru.

Namun, akhirnya kabar ini diluruskan oleh Kemdikbud, selaku badan yang bertanggung jawab atas profesi Guru. 
Uji kompetensi guru, ditujukan untuk bercermin, dan memotret serta menganalisa peta kompetensi individu masing-masing guru. Tindak lanjut dari UKG 2015 adalah berupa pendidikan dan pelatihan (diklat) yang lebih terarah untuk guru-guru sesuai dengan pemetaan yang dihasilkan dari UKG. 

Jika dilihat dari dasar hukum Pelaksanaan UKG 2015, salah satu yang menjadi dasar hukum adalah Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 57 Tahun 2012 tentang UKG. Berdasarkan peraturan ini, UKG bertujuan untuk:
  1. Syarat kenaikan pangkat dan/ atau jabatan fungsional guru
  2. Pemetaan kompetensi sebagai dasar kegiatan pengembangan keprofesian guru berkelanjutan yang dilakukan secara periodik.
Oleh karena itu, dalam peraturan ini tidak ada dikaitkan dengan tunjangan profesi guru. Namun diharapkan, dengan pelaksanaa UKG tersebut, pengembangan guru semakin kearah yang positif untuk perbaikan pendidikan di Indonesia.

Semoga tulisan ini sedikit memberikan ketenganan bagi guru untuk menghadapi UKG selanjutnya.



Monday, October 19, 2015

KISI-KISI UKG 2015

"Guru memiliki posisi strategis dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Pencanangan guru sebagai profesi oleh Presiden Republik Indonesia pada tanggal 4 Desember 2004, memperkuat peran guru dalam pelaksanaan pendidikan. Undang–Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen secara eksplisit mengamanatkan adanya pembinaan dan pengembangan profesi guru secara berkelanjutan sebagai aktualisasi dari sebuah profesi pendidik. Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan dilaksanakan bagi semua guru, baik yang sudah bersertifikat maupun belum bersertifikat." (Informasi dari Info GTK).

Adapun pedoman dalam pelaksanaan UKG yaitu:
A. Persyaratan peserta Uji Kompetensi Guru
  1. Semua guru baik yang sudah memiliki sertifikat pendidik maupun yang belum memiliki sertifikat pendidik.
  2. Guru PNS dan bukan PNS yang terdaftar di dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik).
  3. Memiliki NUPTK atau Peg.Id
  4. Masih aktif mengajar mata pelajaran sesuai dengan bidang studi sertifikasi dan/atau sesuai dengan kualifikasi akademik.
B. Sistem Uji Kompetensi Guru

UKG dilaksanakan menggunakan dua sistem yaitu:
  1. Sistem online, dilaksanakan pada daerah yang terjangkau jaringan internet dan memiliki ruangan yang berisi perangkat laboratorium komputer dan terhubung dalam jaringan intranet.
  2. Sistem offline atau manual dilaksanakan pada daerah yang tidak terjangkau jaringan internet dan tidak memiliki ruangan yang berisi laboratorium komputer dan tidak terhubung dalam jaringan internet.
C. Waktu Pelaksanaan Uji Kompetensi Guru
1. Sistem Online
Pelaksanaan UKG online tahun 2015 akan berlangsung antara tanggal 9-27 November 2015 secara serentak di seluruh Indonesia. Jadwal pelaksanaan UKG ditentukan bersama oleh PPPPTK/LPPKS/ LPPPTK-KPTK, bersama LPMP dan dinas pendidikan kab/kota.

2. Sistem Offline
Waktu pelaksanaan UKG Offline dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia selama 1 (satu) hari, jadwal pelaksanaan akan ditentukan kemudian diantara tanggal pelaksanaan UKG online atau setelah UKG online selesai.

D. Tempat Uji Kompetensi
Tempat Uji Kompetensi (TUK) adalah ruangan yang diusulkan oleh dinas pendidikan kabupaten/kota sebagai tempat pelaksanaan uji kompetensi guru sesuai dengan persyaratan dan diverifikasi oleh LPMP/PPPPTK/LPPKS/LPPPTK KPTK. Penentuan lokasi TUK disamping mempertimbangkan sarana juga letak geografis yang mudah dijangkau guru.

E. Pelaksanaan Uji Kompetensi Guru
1. Uji Kompetensi Guru online
UKG online dimulai secara serentak di semua TUK pada tanggal yang telah ditetapkan dan dilaksanakan selama 120 menit atau 2 jam. Pelaksanaan UKG setiap hari dibagi dalam 2 (dua) sampai 3 (tiga) gelombang. 
2. Uji Kompetensi Guru offline
UKG offline dilakukan oleh peserta di kabupaten/Kota yang tidak memiliki koneksi internet. Pelaksanaannya dimulai 1 satu hari setelah pelaksanaan UKG online.

6. Tata Cara Mengikuti Ujian online
  1. Setelah registrasi, peserta memasuki ruangan minimal 30 menit sebelum jadwal ujian dengan menunjukkan Kartu Peserta UKG online dan identitas lainnya.
  2. Peserta mengisi daftar hadir dan mendengarkan pengarahan dari tim teknis.
  3. Login pada sistem ujian online sesuai dengan nomor peserta UKG dan NUPTK.
  4. Latihan menggunakan sistem ujian online selama 15 menit menggunakan soal ujicoba atau soal latihan
  5. Mengikuti ujian yang sesungguhnya dengan mengakses soal UKG yang disediakan.
  6. Waktu ujian akan tampil di layar komputer dan mulai menghitung mundur saat soal ujian mulai diakses.
  7. Menjawab soal ujian dengan cara memilih jawaban yang dianggap benar dengan menggunakan mouse atau menekan keyboard (huruf A, B, C atau D).
  8. Jika terjadi salah pilih jawaban, peserta dapat memperbaiki jawaban dengan cara yang sama pada butir 7 di atas. Peserta dapat mengganti jawaban beberapa kali tanpa mengurangi nilai.
  9. Soal akan tampil di layar komputer satu per satu.
  10. Aplikasi UKG online akan berhenti secara otomatis pada saat waktu ujian berakhir.
  11. Peserta yang telah menyelesaikan ujian meninggalkan ruangan
Selama proses UKG berlangsung peserta didik harus mengikuti tata tertib sbb:
  1. Peserta tidak membawa buku atau referensi, kamera, handphone, alat penyimpan data (flash disk, external hardisk, dan lain-lain) ke dalam ruangan ujian.
  2. Peserta tidak saling menyontek.
  3. Mengisi daftar hadir pelaksanaan UKG.
7. Kisi-kisi UKG 2015
Untuk membantu penguasaan kompetensi yang akan diuji, Direktorat Jenderal Guru Dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) memberikan kisi-kisi sesuai dengan Mapel yang diampuh oleh guru yang ditampilkan pada laman Info GTK.

Adapun kisi-kisi soal UKG 2015 dapat diunduh melalui laman resmi kisi-kisi UKG disini.

Thursday, August 20, 2015

BELAJAR SPSS (1)

Statistical Package for the Social Sciences (SPSS) software merupakan sebuah aplikasi yang digunakan untuk analisis statistik ilmu sosial. Untuk dunia pendidikan, SPSS membantu guru mengajar dengan efektif, membantu menganalisis kemampuan belajar siswa, dan mendukung penelitian institusi yang lebih akurat.

Pada tampilan lembar kerja SPSS, terdapat tiga bagian, yaitu

  1. Menu yang terdiri dari (a) file, (b) edit, (c) view, (d) data, (e) transform, (f) analyze, (g) direct marketing, (h) graphs, (i) utilities, (j) add-ons, (k) windows, dan (l) help
  2. Data view : berisi kotak-kota yang menunjukkan nilai dari data aktual sesuai variabel yang diperlukan
  3. Variable view: memperlihatkan informasi mengenai semua variabel dengan kriteria (a) name, (b) type, (c) width, (d) decimals, (e) label, (f) values, (g) missing, (h) column, (i) align, dan (j) measure.


Perlu diingat, langkah penting dan pertama untuk dapat menganalisis suatu data dengan benar adalah memasukkan data dalam SPSS dengan benar. Karena kekeliruan data yang dimasukkan jika salah, maka berujung hasil yang tidak sesuai. Oleh karena itu, hal-hal yang perlu diperhatikan dalam memasukkan data ada pada bagian variable view. Pengisian data variabel sangat menentukan ketepatan data. Berikut penjelasan mengenai bagian-bagian variabel view.

a. Name
Bagian ini untuk mengisi nama variabel yang terdapat dalam penelitian. Biasanya dalam statistika, variabel penelitian disimbolkan dengan huruf X dan Y, boleh juga menggunakan kata, namun hindari penggunaan <spasi> dan tanda baca.

b. Type
Kolom ini digunakan untuk menentukan tipe data dari variabel yang akan dimasukkan ke dalam program SPSS. Pada bagian ini Anda memiliki 8 pilihan jenis variabel. Namun jenis variabel yang paling sering digunakan adalah numeric, date dan string, Numeric digunakan untuk data yang berupa angka. Date digunakan untuk data tanggal, biasanya dipergunakan dalam analisis time series. Sedangkan string digunakan untuk data yang berupa karakter.


c. Width
Pilihan ini menyediakan masukan antara 1 hingga 255 karakter untuk jenis variabel string. Pengisian angka WIDTH dapat dilakukan dengan mengetik jumlah karakter kyang diinginkan atau dengan menggunakan scroll number yang terletak di sebelah kanan kolom WIDTH.

d. Decimals
Desimal akan muncul untuk jenis variable numeric.

e. Label
Label adalah keterangan yang lebih lengkap untuk nama variabel. Jika sebelumnya Anda hanya memberi tanda atau lambang huruf pada kolom name, maka pada bagian ini Anda dapat menuliskan nama variabel selengkap mungkin. Nama pada label ini juga yang akan muncul pada output SPSS.

f. Value (Label)
Kolom value diisi untuk variabel yang memiliki kategorisasi tertentu yang mewakili data non numeric (misal 1= pria, 2 =wanita). Hal ini dapat lebih memudahkan pengisian data tanpa perlu melakukan pengetikan yang berulang-ulang. Jika anda men-klik di bagian kanan kolom tersebut, maka akan muncul tampilan berikut ini:


g. missing
Kolom ini dipergunakan untuk menjelaskan mengenai perlakuan terhadap data yang hilang.

h. columns
Kolom ini memberikan informasi mengenai lebar kolom yang diperlukan untuk memasukkan data.

i. align
Kolom ini menunjukkan mengenai letak atau posisi data, apakah ingin diletakkan di sebelah kiri, kanan, atau tengah sel.

j. measure
Kolom ini merupakan kolom yang sangat penting dalam SPSS karena pemilihan jenis pengukuran dalam kolom ini akan menentukan jenis analisis yang dipilih. Untuk data kualitatif atau string, SPSS hanya menyediakan 2 pilihan yakni nominal atau ordinal. Untuk variabel string, maka pada kolom ini adalah nominal, tapi jika berisi nilai maka datanya ordinal

Tuesday, August 18, 2015

MAU JADI PNS GURU? INI SYARATNYA.

Mulai tahun depan (2016) pemerintah menerapkan sistem baru rektrutmen guru PNS. Selama ini perekrutan guru PNS disamakan dengan perekrutan PNS pada umumnya. Sehingga perekrutan guru PNS kurang begitu optimal, karena guru yang lulus berdasarkan kompetensi umum. Celakanya lagi ada orang yang memilih jadi guru, karena tidak diterima melamar kerja di mana-mana. Sehingga di lapangan banyak guru PNS yang bekerja tidak dengan kualifikasi sebagai seorang guru professional. Ujungnya proses pembelajaran tidak berjalan dengan baik.

Oleh karena itu, mulai tahun depan rekrutmen guru PNS wajib mengikuti program PPG. Wujud program PPG adalah praktek mengajar di daerah pedalaman (SM3T) dan pendidikan di asrama mengikuti program sarjana mengajar di daerah terluar, tertinggal, dan terdepan (SM3T) serta pendidikan asrama dahulu. Denagn cara ini, guru lulusan program PPG tidak hanya memiliki kompetensi pedagogik atau keilmuan guru semata. Tetapi juga memiliki kompetensi kepribadian dan kepedulian sosial.

Selain itu, rekrutmen cara ini, pemerintah ingin memetakan kebutuhan guru baru secara nasional. Pemerintah mengaharapkan melalui kampus lembaga pendidikan tenaga kependidikan (LPTK) membuka seleksi peserta PPG. Jumlah yang diterima PPG ini disesuaikan dengan kebutuhan nasional.

Sumber:
#Ditjen Dikdas

Saturday, August 15, 2015

APLIKASI PEMBUAT TEKA TEKI SILANG (TTS)

Teka-teki silang atau disingkat TTS adalah suatu permainan di mana kita harus mengisi ruang-ruang kosong (berbentuk kotak putih) dengan huruf-huruf yang membentuk sebuah kata berdasarkan petunjuk yang diberikan. Petunjuknya biasa dibagi ke dalam kategori 'mendatar' dan 'menurun' tergantung arah kata-kata yang harus diisi (wikipedia).

Permainan ini juga dapat diterapkan sebagai salah satu media pembelajaran untuk meningkatkan minat dan sekaligus memberikan suasana yang berbeda dalam mengerjakan tes. Namun, guru sering mengalami kendala dalam membuat teka teki silang.

Berikut ini, sebuah aplikasi untuk membuat teka teki silang. EclipseCrossword is the fast, easy, free way to create crossword puzzles in minutes. Aplikasi ini memudahkan guru dalam membuat teka teki silang dalam waktu sangat singkat. Silahkan download aplikasinya:


Jika sudah di download, silahkan install. Setelah terinstall, berikut ini langkah untuk membuat TTS dengan aplikasi ini.

1. Jalankan aplikasi yang telah terinstall melalui shortcut desktop atau dari program


2. Pada awal program, terdapat dua pilihan, (1) untuk membuat file baru, atau (2) untuk mengedit file yang telah ada. Misal kita akan membuat TTS baru, maka klik pada pilihan I would like to start a new crossword, kemudian klik Next (bawah kanan).




3. Pada laman selanjutnya, klik let me create a word list from scratch now kemudian "next"



4. Tahap selanjutnya, masukkan jawaban pada kolom "Word", kemudian pertanyaan "Clue for this word", jika telah memasukkan kata itu, kemudian klik "add word to list" untuk memasukkan kata kedalam bagian yang akan dimasukkan dalam TTS. Lakukan beberapa kali sesuai dengan yang diinginkan, kemudian klik "Next"




5. Pada tahap selanjutnya, kita akan ditanya untuk menyimpan atau tidak pekerjaan ini, jika ingin menyimpan pilih 'yes', jika tidak pilih 'no'.



6. Pada langkah selanjutnya kita mengisi atribut untuk TTS ini, seperti judul TTS dan editornya. Kemudian klik "Next"




7. Tahap selanjutnya, silahkan isi jumlah kotak yang akan dibuat. Misalnya, mendatar 10 dan menurun 10. Kemudian "Next"




8. Pada tahap selanjutnya, kita telah disuguhkan bentuk TTS yang telah jadi, Kemudian klik "Next" untuk mencetak atau beberapa Output lainnya. Terdapat empat pilihan, yaitu (1) print out, (2) dalam bentuk word (*.doc), (3) bentuk web (*.html), dan (4) Rich text format. (*.rtf)




Demikian uraian singkat langkah-langkah pembuatan TTS dengan menggunakan aplikasi Eclipse Crossword

Saturday, July 11, 2015

PENUMBUHAN BUDI PEKERTI

Sesuai dengan prioritas pendidikan untuk menumbuhkan karakter bangsa, Mendikbud, Anies Baswedan berpesan kepada para pendidik, keluarga, dan masyarakat untuk menumbuhkan budi pekerti bagi anak bangsa melalui proses pembelajaran. Pelaksanaan serangkaian kegiatan non kurikuler di sekolah yang bertujuan untuk menciptakan iklim sekolah menyenangkan bagi seluruh warga sekolah dan menumbuhkan budi pekerti anak bangsa.

Berikut nilai-nilai yang harus ditanamkan oleh sekolah kepada peserta didik menurut Kemdikbud.

1. Internalisasi nilai-nilai moral dan spiritual
Menghayati hubungan spiritual dengan Sang Pencipta dan diwujudkan dengan sikap moral keseharian untuk menghormati sesama makhluk hidup dan alam sekitar.

Kegiatan:
  • Guru dan peserta didik berdoa bersama sesuai keyakinan masing-masing, sebelum dan sesudah hari pembelajaran, dipimpin oleh seorang peserta didik secara bergantian di bawah bimbingan guru.

Contoh:
  • Membiasakan untuk menunaikan ibadah bersama sesuai agama dan kepercayaannya baik dilakukan di sekolah maupun bersama masyarakat.
  • Membiasakan perayaan Hari Besar Keagamaan dengan kegiatan yang sederhana dan hikmat.
  • Membiasakan siswa menginisiasi dan melakukan kegiatan sosial.

2. Penanaman nilai kebangsaan dan kebhinnekaan
Keteguhan menjaga semangat kebangsaan dan kebhinnekaan untuk menjalin dan merekat tenun kebangsaan. Mampu terbuka terhadap perbedaan bahasa, suku bangsa, agama dan golongan, dipersatukan oleh keterhubungan untuk mewujudkan tindakan bersama sebagai satu bangsa dan satu tanah air.

Kegiatan:
  • Melaksanakan upacara bendera setiap hari Senin dengan mengenakan seragam atau pakaian yang sesuai dengan ketetapan sekolah.
  • Melaksanakan upacara bendera pada pembukaan MOPDB untuk jenjang SMP, SMA/SMK.
  • Sesudah berdoa setiap memulai hari pembelajaran, guru dan peserta didik menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.
  • Sebelum berdoa saat mengakhiri hari pembelajaran, guru dan peserta didik menyanyikan lagu daerah, lagu wajib nasional maupun lagu terkini yang bernuansa patriotik atau cinta tanah air.
Contoh:
  • Mengenalkan beragam keunikan potensi daerah asal siswa melalui berbagai media dan kegiatan.
  • Membiasakan perayaan Hari Besar Nasional dengan mengkaji atau mengenalkan pemikiran dan semangat yang melandasinya melalui berbagai media dan kegiatan.
3. Interaksi positif dengan sesama siswa
Kepedulian terhadap kondisi fisik dan psikologis antar teman sebaya, adik dan kakak kelas.

Kegiatan:
  • Membiasakan pertemuan di lingkungan sekolah dan/atau rumah untuk belajar kelompok yang diketahui oleh guru dan/atau orangtua.
Contoh:
  • Gerakan kepedulian kepada sesama warga sekolah dengan menjenguk warga sekolah yang sedang mengalami musibah, seperti sakit, kematian, dan lainnya.
  • Gerakan kakak kelas asuh, di mana seorang kakak kelas membimbing seorang adik kelas yang baru masuk ke sekolah.
4. Interaksi positif dengan guru dan orangtua
Interaksi sosial positif antara peserta didik dengan figur orang dewasa di lingkungan sekolah dan rumah, yaitu mampu dan mau menghormati guru, kepala sekolah, tenaga kependidikan, warga masyarakat di linglkungan sekolah dan orang tua, yang sebaliknya menghargai dan menyayangi para siswa.

Kegiatan:
  • Sekolah mengadakan pertemuan dengan orangtua siswa pada setiap tahun ajaran baru untuk mensosialisasikan: a) visi; b) aturan; (c) materi; dan (d) rencana capaian belajar siswa agar orangtua turut mendukung keempat poin tersebut.
Contoh: 
  • Memberi salam, senyum dan sapaan kepada setiap orang di komunitas sekolah.
  • Guru dan tenaga kependidikan datang lebih awal untuk menyambut kedatangan peserta didik sesuai dengan tata nilai yang berlaku.
  • Membiasakan peserta didik untuk berpamitan dengan orang tua/wali/penghuni rumah saat pergi dan lapor saat pulang, sesuai kebiasaan/ adat yang dibangun masing-masing keluarga.
  • Secara bersama peserta didik mengucapkan salam hormat kepada guru sebelum pembelajaran dimulai, dipimpin oleh seorang peserta didik secara bergantian.
5. Penumbuhan potensi unik dan utuh setiap anak
Penghargaan terhadap keunikan dan keutuhan potensi peserta didik untuk dikembangkan. Mendorong siswa mengembangkan kecakapan dasar serta minat-bakatnya.si; b) aturan; (c) materi; dan (d) rencana capaian belajar siswa agar orangtua turut mendukung keempat poin tersebut.

Kegiatan:
  • Menggunakan 15 menit sebelum hari pembelajaran untuk membaca buku selain buku mata pelajaran.
Contoh:
  • Peserta didik membiasakan diri untuk memiliki tabungan dalam berbagai bentuk (rekening bank, celengan, dan lainnya).
  • Membangun budaya bertanya dan melatih peserta didik mengajukan pertanyaan kritis dan membiasakan siswa mengangkat tangan sebagai isyarat akan mengajukanpertanyaan.
  • Membiasakan setiap peserta didik untuk selalu berlatih menjadi pemimpin dengan cara memberikan kesempatan pada setiap siswa tanpa kecuali, untuk memimpin secara bergilir dalam kegiatan-kegiatan bersama/berkelompok.
  • Warga sekolah memanfaatkan waktu sebelum memulai hari pelajaran pada hari-hari tertentu (dilaksanakan secara berkala dan rutin) untuk kegiatan olah fisik seperti senam kesegaran jasmani.
  • Siswa melakukan kegiatan positif secara berkala sesuai dengan potensi dirinya.
6. Pemeliharaan lingkungan sekolah
Ikut bertanggung jawab memelihara lingkungan sekolah secara bergotong-royong untuk menjaga keamanan, ketertiban, kebersihan dan kenyamanan lingkungan sekolah.

Kegiatan:
  • Membiasakan penggunaan sumber daya sekolah (air, listrik, telepon, dsb) secara efisien melalui berbagai kampanye kreatif dari dan oleh siswa.
  • Menyelenggarakan kantin yang memenuhi standar kesehatan.
  • Membangun budaya peserta didik untuk selalu menjaga kebersihan di bangkunya masing-masing sebagai bentuk tanggung jawab individu maupun kebersihan kelas dan lingkungan sekolah sebagai bentuk tanggung jawab bersama.
Contoh:
  • Mengajarkan simulasi antri melalui baris sebelum masuk kelas, dan pada saat bergantian memakai fasilitas sekolah.
  • Peserta didik melaksanakan piket kebersihan secara beregu dan bergantian regu.
  • Menjaga dan merawat tanaman di lingkungan sekolah, bergilir antar kelas.
  • Melaksanakan kegiatan bank sampah bekerja sama dengan dinas kebersihan setempat.
7. Pelibatan orangtua dan masyarakat
Penguatan peran orangtua dan unsur masyarakat di sekitar sekolah dengan melibatkan secara aktif dalam kegiatan pembiasaan sikap dan perilaku positif di sekolah.

Kegiatan:
  • Mengadakan pameran karya siswa pada setiap akhir tahun ajaran dengan mengundang orangtua dan masyarakat untuk memberi apresiasi pada siswa.
Contoh:
  • Orangtua membiasakan untuk menyediakan waktu 20 menit setiap malam untuk bercengkerama dengan anak mengenai kegiatan di sekolah.
  • Sekolah bekerja sama dengan instansi swasta dan organisasi profesi untuk mengenalkan profesi dan kegiatan kemasyarakatan kepada para siswa.
  • Masyarakat bekerja sama dengan sekolah untuk mengakomodasi kegiatan kerelawanan oleh peserta didik dalam memecahkan masalah-masalah yang ada di lingkungan sekitar sekolah.
Semoga kegiatan tersebut dapat dilaksanakan dalam proses belajar mengajar.

#Disampaikan oleh Mendikbud, Rapat koordinasi dengan Kepala Dinas Pendidikan Propinsi se-Indonesia Jumat, 10 Juli 2015

Saturday, July 4, 2015

BELAJAR MENULIS

Seseorang memberi saran, "jika mau belajar menulis, mulailah untuk menuliskan apa saja yang muncul dalam pikiran. Jangan pikirkan sistematikanya atau ketersambungan dari kalimat yang satu ke kalimat yang lain. Intinya, tulis saja. Jika nanti sudah merasa semua tertulis dan pesannya sudah dirasakan tertuang dalam tulisan, hentikan menulis dan mulailah untuk menyusunnya".

Nah itu yang membuat mengapa kali ini sepertinya ingin sekali menuliskan ini. Sambil belajar menulis, rasanya ingin sekali menjadikan tulisan ini pengingat di masa yang akan datang, bahwa ini pernah dituliskan. 

Hari ini merupakan hari terakhir dalam rangka penerimaan peserta didik baru di sekolah. Hasil yang diperoleh, bahwa calon peserta didik yang mendaftar tidak mencukupi sesuai dengan kuota yang diinginkan, tetapi juga tidak kurang untuk memenuhi tiap ruang yang disediakan.

Namun ada satu hal yang cukup menarik di detik-detik akhir penerimaan ini, ditengah menunggun pendaftar yang mungkin masih akan datang, kepala sekolah bertanya, "mengapa sekolah kita ini kekurangan peminat? Untuk masyarakat yang ada di sekitar sekolah juga sepertinya enggan untuk mendaftarkan anaknya ke sekolah ini."

Pertanyaan ini cukup menarik pikiran. Ketua panitia penerimaan mencoba memberikan alasan dalam satu kalimat pendek namun penuh sejuta makna, "kitalah yang mengevaluasi kita". 

Evaluasi! Ya evaluasi. Apakah kita pernah melakukan evaluasi? Ataukah kita terlalu takut untuk mengetahui bahwa faktanya kita tidak mampu. 

Dalam pikiran, mungkin sekolah ini benar-benar tidak memiliki daya tarik lagi. Secara prestasi dalam bidang apapun, baik akademik maupun olahraga, kesenian, dan keterampilan tidak pernah muncul. Justru hal-hal negatif yang bermunculan menggambarkan sekolah ini. 

Mungkin sekolah punya alasan, peserta didik yang masuk disekolah ini cukup memiliki permasalahannya sendiri sehingga menjadi alasan untuk melarikan diri. Jika peserta didik yang datang memiliki kemampuan yang luar biasa maka sekolah ini akan lebih baik.

Tetapi apakah memang demikian, hanya orang pintar yang bisa pintar? Bukankah dahulu ada pepatah yang mengatakan, setumpul-tumpulnya pisau jika diasah akan tajam juga. Jadi mengapa sekarang itu menjadi alasan untuk menyatakan sekolah ini tidak diminati karena yang datang adalah "benda tumpul".

Sepertinya terlalu mendiskriminasikan bahwa orang-orang yang tidak mampu, yang memiliki ekonomi lemah, dan permasalahan menjadi alasan untuk tidak berbuat apa-apa.

Dan pada akhirnya, ketika tulisan ini dibuat bukan karena memiliki kemampuan yang hebat untuk mengubah keadaan dengan semudahnya. Sampai ini tertulis juga, masih belum mengetahui apa langkah untuk mengubah ini semua. Namun setidaknya ini menduduki satu tempat dalam pikiran sehingga mencoba untuk meluruskannya. Sekalipun pada saatnya nanti tidak juga berhasil, setidaknya sudah dilakukan.

Pernahkah ini muncul dalam diri? Kalau sudah, Anda telah memasuki ruang guru sesungguhnya. Atau Anda tidak pernah memikirkannya, sesungguhnya Anda hanya diluar namun merasa di dalam ruangan tersebut.

Sebelum memutuskan untuk memposting tulisan ini, hanya bisa tersenyum melihat tulisan ini, aneh, dan tidak menarik. Tetapi sekali lagi, intinya hanya untuk belajar menulis. Semoga ini menimbulkan rasa ingin menulis terus menerus, sampai akhirnya mampu menulis secara ilmiah.