Saturday, May 11, 2019

Peraturan Menteri Penerimaan Peserta Didik Baru Tahun 2019

Sumber: Kemdikbud
Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) akan segera diselenggarakan pada pertengahan tahun 2019 ini untuk Tahun Pelajaran 2019/2020. Untuk itu, pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) membuat aturan bagi sekolah yang berada dibawah naungan pemerintahan dalam menerima peserta didik baru yang tertuang dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) No. 51 Tahun 2018 Tentang Penerimaan Peserta Didik Baru Pada Taman Kanak-Kanak, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas dan Sekolah Menengah Kejuruan.

Berikut ringkasan isi Permendikbud No.51 Tahun 2018, sebagai acuan sekaligus persiapan bagi sekolah dan masyarakat dalam Pelaksanaan PPDB Tahun 2019.

A. PPDB dilakukan berdasarkan:
  1. nondiskriminatif (dikecualikan bagi Sekolah yang secara khusus melayani peserta didik dari kelompok gender atau agama tertentu);
  2. objektif;
  3. transparan;
  4. akuntabel; dan
  5. berkeadilan.

B. Pelaksanaan PPDB dimulai dari tahap:
  1. pengumuman pendaftaran penerimaan calon peserta didik baru pada Sekolah yang bersangkutan yang dilakukan secara terbuka;
  2. pendaftaran;
  3. seleksi sesuai dengan jalur pendaftaran;
  4. pengumuman penetapan peserta didik baru; dan
  5. daftar ulang.
  6. Khusus untuk SMK dalam tahap pelaksanaan PPDB dapat melakukan proses seleksi khusus yang dilakukan sebelum tahap pengumuman penetapan peserta didik baru.

C. Media Pelaksanaan PPDB 
PPDB dilaksanakan dengan menggunakan mekanisme dalam jaringan (daring). Namun, Dalam hal tidak tersedia fasilitas jaringan, maka PPDB dilaksanakan melalui mekanisme luar jaringan (luring).

D. Persyaratan
TK
a. berusia 4 (empat) tahun sampai dengan 5 (lima) tahun untuk kelompok A; dan
b. berusia 5 (lima) tahun sampai dengan 6 (enam) tahun untuk kelompok B.

SD
a. 7 (tujuh) tahun (sekolah wajib menerima peserta didik yang telah berusia 7 tahun); atau
b. paling rendah 5 tahun 6 bulan (bagi siswa yang memiliki potensi kecerdasan atau bakat) sampai 6 (enam) tahun pada tanggal 1 Juli tahun berjalan.

SMP
a. berusia paling tinggi 15 (lima belas) tahun pada tanggal 1 Juli tahun berjalan; dan
b. memiliki ijazah atau surat tanda tamat belajar SD atau bentuk lain yang sederajat.

SMA atau SMK
a. berusia paling tinggi 21 (dua puluh satu) tahun pada tanggal 1 Juli tahun berjalan;
b. memiliki ijazah atau surat tanda tamat belajar SMP atau bentuk lain yang sederajat; dan
c. memiliki SHUN SMP atau bentuk lain yang sederajat.
Persyaratan yang berasal dari Sekolah di luar negeri selain memenuhi persyaratandiatas, wajib mendapatkan surat keterangan dari direktur jenderal yang menangani bidang pendidikan dasar dan menengah.

E. Jalur Pendaftaran
Pendaftaran PPDB dilaksanakan melalui jalur sebagai berikut:
a. zonasi (Paling sedikit 90% dari daya tampung termasuk untuk keluarga kurang mampu atau disabilitas);
b. prestasi (paling banyak 5% dari daya tampung); dan
c. perpindahan tugas orang tua/wali (paling banyak 5% dari daya tampung).

Calon peserta didik hanya dapat memilih 1 (satu) jalur dari 3 (tiga) jalur pendaftaran PPDB. Selain melakukan pendaftaran PPDB melalui jalur zonasi sesuai dengan domisili dalam zonasi yang telah ditetapkan, calon peserta didik dapat melakukan pendaftaran PPDB melalui jalur prestasi di luar zonasi domisili peserta didik.

F. Penetapan Zonasi
  1. Penetapan zonasi dilakukan pada setiap jenjang oleh Pemerintah Daerah sesuai dengan kewenangannya, dengan prinsip mendekatkan domisili peserta didik dengan Sekolah dan wajib memperhatikan jumlah ketersediaan daya tampung yang disesuaikan dengan ketersediaan jumlah anak usia Sekolah pada setiap jenjang di daerah tersebut.
  2. Penetapan zonasi pada setiap jenjang wajib diumumkan paling lama 1 (satu) bulan sebelum pengumuman secara terbuka pendaftaran PPDB.
  3. Dalam menetapkan zonasi pada setiap jenjang Pemerintah Daerah melibatkan musyawarah atau kelompok kerja kepala Sekolah.
  4. Bagi Sekolah yang berada di daerah perbatasan provinsi atau kabupaten/kota, penetapan zonasi pada setiap jenjang dapat dilakukan berdasarkan kesepakatan secara tertulis antar Pemerintah Daerah.
  5. Penetapan zonasi wajib dilaporkan kepada Menteri melalui lembaga penjaminan mutu pendidikan setempat.

G. Jalur Prestasi
Jalur prestasi dengan kuota paling banyak 5% ditentukan berdasarkan:
  1. nilai ujian Sekolah berstandar nasional atau UN; dan/atau
  2. hasil perlombaan dan/atau penghargaan di bidang akademik maupun nonakademik pada tingkat internasional, tingkat nasional, tingkat provinsi, dan/atau tingkat kabupaten/kota.
  3. Peserta didik yang masuk melalui jalur Prestasi merupakan peserta didik yang berdomisili di luar zonasi Sekolah yang bersangkutan.

H. Seleksi PPDB
  1. Seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru wajib menggunakan jalur zonasi, prestasi (kecuali SD) dan perpindahan tugas orangtua/ wali.
  2. Mempertimbangkan usia dan jarak rumah dengan sekolah
  3. Apabila terdapat peserta didik yang memiliki jarak rumah dengan sekolah sama, maka yang diprioritaskan adalah (a) jika mekanisme PPDB adalah daring yang diprioritaskan adalah peserta yang mendaftar lebih awal, tetapi (b) jika mekanisme PPDB adalah luring, maka yang diprioritaskan adalah nilai UN yang lebih tinggi.
  4. Khusus untuk SMK, seleksi mempertimbangkan nilai UN (jika terdapat nilai UN yang sama maka sekolah memprioritaskan peserta didik yang berdomisili dekat dengan sekolah), selain itu dapat  mempertimbangkan hasil tes bakat dan hasil perlombaan/ penghargaan.

I. Biaya
Dalam pelaksanaan PPDB, peserta didik tidak dipungut biaya apapun.

Demikian ringkasan Penerimaan Peserta Didik Baru sesuai dengan Permendikbud No. 51 Tahun 2018 Tentang PPDB pada TK, SD, SMP, SMA dan SMK.

Masyarakat dapat mengawasi dan melaporkan pelanggaran dalam pelaksanaan PPDB melalui laman http://ult.kemdikbud.go.id.
Semoga bermanfaat. 

Wednesday, February 27, 2019

Memahami Beban Kerja Guru Selama 40 Jam Kerja Dalam 1 Minggu

Sumber gambar : Google
Semenjak Tahun Pembelajaran 2017/2018, terjadi perubahan beban kerja guru berkaitan dengan hari sekolah. Guru sudah diwajibkan memenuhi ketentuan beban kerja 40 jam per minggu. Ketentuan ini berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 23 Tahun 2017 tentang Hari Sekolah. Dalam Permendikbud itu disebutkan, guru melaksanakan beban kerja selama pelaksanaan ketentuan hari sekolah yang dilaksanakan 40 jam selama lima hari dalam satu minggu.

Untuk memahami beban kerja selama 40 jam kerja dalam satu minggu ini, melalui Permendikbud No. 15 Tahun 2018, Pemerintah menetapkan Pemenuhan Beban Kerja Guru, Kepala Sekolah, dan Pengawas Sekolah.

Dasar Hukum
  • PERATURAN PEMERINTAH REPUBILIK INDONESIA NOMOR 19 TAHUN 2017 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 74 TAHUN 2OO8 TENTANG GURU
  • PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 23 TAHUN 2017 TENTANG HARI SEKOLAH
  • PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 15 TAHUN 2018 TENTANG PEMENUHAN BEBAN KERJA GURU, KEPALA SEKOLAH, DAN PENGAWAS SEKOLAH

Dalam PP Nomor 19 Tahun 2017 Perubahan Pasal 1, Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.

Perubahan pada Pasal 52, Beban kerja Guru mencakup kegiatan pokok:
a. merencanakan pembelajaran atau pembimbingan;
b. melaksanakan pembelajaran atau pembimbingan;
c. menilai hasil pembelajaran atau pembimbingan;
d. membimbing dan melatih peserta didik; dan
e. melaksanakan tugas tambahan yang melekat pada pelaksanaan kegiatan pokok sesuai dengan beban kerja Guru.

Dalam hal ini, istilah tatap muka berlaku untuk pelaksanaan beban kerja Guru yang terkait dengan pelaksanaan pembelajaran. Beban kerja Guru untuk melaksanakan pembelajaran paling sedikit 24 (dua puluh empat) jam tatap muka dan paling banyak 40 (empat puluh) jam tatap muka dalam 1 (satu) minggu tersebut merupakan bagian jam kerja dari jam kerja sebagai pegawai yang secara keseluruhan paling sedikit 37,5 (tiga puluh tujuh koma lima) jam kerja dalam 1 (satu) minggu.

Oleh karena itu, guru diwajibkan untuk memenuhi jam kerja sebagai pegawai (secara umum) yang bekerja selama 37,5 jam sampai 40 jam kerja dalam satu minggu. Empat puluh (40) jam kerja guru ini dilakukan merupakan waktu pelaksanaan yang disebut dengan Hari Sekolah (Permendikbud No. 23 Tahun 2017). Selama Hari Sekolah inilah, guru melaksanakan beban kerja Guru seperti merencanakan, melaksanakan, menilai, membimbing, peserta didik dan melaksanakan tugas tambahan lainnya yang tertuang pada Perubahan Pasal 52 PP No. 19 Tahun 2017 diatas.

Permendikbud No. 23 Tahun 2017, Pasal 2, 
  1. Hari Sekolah dilaksanakan 8 (delapan) jam dalam 1 (satu) hari atau 40 (empat puluh) jam selama 5 (lima) hari dalam 1 (satu) minggu.
  2. Ketentuan 8 (delapan) jam dalam 1 (satu) hari atau 40 (empat puluh) jam selama 5 (lima) hari dalam 1 (satu) minggu sebagaimana dimaksud pada ayat (1), termasuk waktu istirahat selama 0,5 (nol koma lima) jam dalam 1 (satu) hari atau 2,5 (dua koma lima) jam selama 5 (lima) hari dalam 1 (satu) minggu.
  3. Dalam hal diperlukan penambahan waktu istirahat sebagaimana dimaksud pada ayat (2), Sekolah dapat menambah waktu istirahat melebihi dari 0,5 (nol koma lima) jam dalam 1 (satu) hari atau 2,5 (dua koma lima) jam selama 5 (lima) hari dalam 1 (satu) minggu.
  4. Penambahan waktu istirahat sebagaimana dimaksud pada ayat (3) tidak termasuk dalam perhitungan jam sebagaimana dimaksud pada ayat (1).
Untuk Pelaksanaan Hari Sekolah, Pemerintah Daerah diberikan wewenang untuk melaksanakan hari sekolah dalam 5 (lima) hari sekolah atau 6 (enam) hari sekolah namun tetap memenuhi 40 jam dalam satu minggu.

Baca : Lima (5) Hari Sekolah
***
Lalu, yang menjadi pertanyaan, dapatkah beban kerja guru selama 40 jam kerja dalam 1 minggu dilaksanakan dalam 5 (lima) hari kerja pada 6 (enam) hari sekolah? Bagaimanakah distribusi waktu beban kerja guru dalam lima hari kerja pada enam hari sekolah?
Jika melihat dari sisi pemenuhan  jam kerja sebagai pegawai yang secara keseluruhan paling sedikit 37,5 (tiga puluh tujuh koma lima) jam kerja dalam 1 (satu) minggu., maka pemenuhan ini dapat dilakukan dalam lima hari kerja walau sekolah melaksanakan enam hari sekolah. Karena di dalam 40 jam kerja guru tersebut telah mengaplikasikan 24 jam tatap muka yang dapat didistribusikan dalam lima hari kerja guru tersebut.

Sebagai contoh,
SMP A melaksanakan kegiatan Pembelajaran dalam 38 Jam Pelajaran dalam Enam Hari Sekolah, distribusi pembelajaran yang dilakukan adalah Hari Senin, 6 Jam Pembalajaran (JP), Selasa - Kamis 7 JP, Jumat 5JP dan Sabtu 6 JP. maka pembagian jam pembelajaran pada hari Senin dan 7 JP pada empat hari lainnya. Jika jam pelajaran dimulai 07.30, maka untuk hari senin, Jam Pelajaran berlangsung sampai pukul 12.40 (dengan catatan sudah termasuk waktu istirahat 30 menit dalam satu hari).

Seorang Guru, Pak D, melaksanakan kegiatan pembelajaran sebanyak 24 JP pada hari senin-jumat (lima hari kerja).Jika 1 JP = 40 menit, maka guru Pak D telah melaksanakan kegiatan tatap muka 24 x 40 menit = 960 menit = 16 (enam belas) jam. Sesuai dengan Permendikbud No. 23 Tahun 2017, Pasal 2, waktu istirahat melebihi dari 0,5 (nol koma lima) jam dalam 1 (satu) hari atau 2,5 (dua koma lima) jam selama 5 (lima) hari dalam 1 (satu) minggu. Sehingga total sementara beban kerja yang telah dilakukan guru Pak D adalah 18,5 (delapan belas koma lima) jam selama lima hari setara dengan 3 jam 42 menit perhari (selama lima hari).

Sehingga untuk memenuhi beban kerja guru selama 40 jam kerja dalam 1 minggu, maka guru Pak D, wajib melaksanakan beban kerja guru selain kegiatan tatap muka sesuai PP Nomor 19 Tahun 2017 selama 21,5 (dua puluh satu koma lima) jam yang didistribusikan dalam lima hari kerja guru Pak D atau sama dengan 4 jam 18 menit perhari (selama lima hari).

Berdasarkan skema tersebut, dalam memnuhi beban kerja guru 40 jam kerja dalam 1 minggu, Pak D melaksanakan 3 jam 42 menit kegiatan tatap muka ditambah 4 jam 18 menit kegiatan pokok lainnya, sehingga total 8 jam kerja setiap hari selama lima hari dalam satu minggu.

Jika dialokasikan pada jam sekolah, maka guru Pak D, harus berada di sekolah Pukul 07.30 - 15.30 untuk melaksanakan beban kerja guru selama lima hari dalam satu minggu.

Demikian opini dalam pemenuhan beban kerja guru selama 40 jam kerja dalam satu minggu yang dilaksanakan guru dala lima hari kerja, dan dalam pelaksanaan enam hari sekolah. Sehingga, pemenuhan beban kerja guru dalam enam hari sekolah bukan hanya dilaksanakan salama 6 jam 40 menit perhari yang dilaksanakan selama 6 hari kerja.

Semoga tulisan ini dapat dijadikan pertimbangan/ masukan bagi pelaksanaan beban kerja guru selama 40 jam kerja dalam 1 minggu sehingga memberikan waktu yang lebih baik bagi guru.

Friday, February 22, 2019

KISI-KISI TES MASUK PEGAWAI PEMERINTAH dengan PERJANJIAN KERJA (PPPK)

Sesuai dengan PermenPAN-RB No. 2 Tahun 2019 Tentang Pengadaan Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja Untuk Guru, Dosen, Tenaga Kesehatan, Dan Penyuluh Pertanian, pada Bagian Keempat Seleksi, tahapan pelaksanaan seleksi meliputi, (1) Seleksi Administrasi, (2) Seleksi Kompetensi (dengan CAT), (3) Wawancara (dengan CAT).

Seleksi Kompetensi yang dimaksudkan sesuai dengan Undan-Undang No. 5 Tahun 2014 Tentang Aparatur Sipil Negara. Adapun materi ujian PPPK Tahap 1 Tahun 2019 ini, meliputi
1. Kompetensi Teknis
2. Kompetensi Manejerial
3. Kompetensi Sosial Kultural

1. Kompetensi Teknis
Kompetensi Teknis adalah pengetahuan, keterampilan, dan sikap/perilaku yang dapat diamati, diukur, dan dikembangkan yang spesifik berkaitan dengan bidang teknis Jabatan. Kompetensi teknis yang diukur dari tingkat dan spesialisasi pendidikan, pelatihan teknis fungsional, dan pengalaman bekerja secara teknis.

Berikut ini beberapa contoh latihan soal kompetensi teknis.


2. Kompetensi Manejerial
Kompetensi Manajerial adalah pengetahuan, keterampilan, dan sikap/perilaku yang dapat diamati, diukur, dikembangkan untuk memimpin dan/atau mengelola unit organisasi. Kompetensi manajerial yang diukur dari tingkat pendidikan, pelatihan struktural atau manajemen, dan pengalaman kepemimpinan.

Berikut ini beberapa contoh latihan soal kompetensi manejerial


3. Kompetensi Sosial Kultural
Kompetensi Sosial Kultural adalah pengetahuan, keterampilan, dan sikap/perilaku yang dapat diamati, diukur, dan dikembangkan terkait dengan pengalaman berinteraksi dengan masyarakat majemuk dalam hal agama, suku dan budaya, perilaku, wawasan kebangsaan, etika, nilai-nilai, moral, emosi dan prinsip, yang harus dipenuhi oleh setiap pemegang Jabatan untuk memperoleh hasil kerja sesuai dengan peran, fungsi dan Jabatan. Kompetensi sosial kultural yang diukur dari pengalaman kerja berkaitan dengan masyarakat majemuk dalam hal agama, suku, dan budaya sehingga memiliki wawasan kebangsaan.

Berikut ini beberapa contoh latihan soal kompetensi sosial kultural


Demikian kisi-kisi tes masuk PPPK. Semoga bermanfaat.

Lampiran

Tuesday, December 18, 2018

Update Aplikasi Analisis Butir Soal [No Password]

Sehubungan dengan beberapa komentar dan pesan masuk pada postingan Update 2017 - Aplikasi Analisis Butir Soal Berbasis Ms. Excel mengenai jumlah soal yang lebih banyak dan jumlah peserta didik yang lebih besar, maka aplikasi analsisi butir soal diupdate kembali.
Beberapa hal yang diupdate dalam aplikasi ini adalah
  1. Jumah peserta didik yang disediakan menjadi 60 orang
  2. Jumlah soal pilihan berganda yang dapat dianalisis maksimal sebanyak 50 soal
  3. Soal uraian yang dapat dianalisis maksimal 20 soal
  4. Aplikasi ini tidak lagi menggunakan password untuk memproteksi rumus yang digunakan (jadi diharapkan) untuk berhati-hati dalam menginput data.
Untuk pengolahan datanya, masih sama dengan aplikasi sebelumnya. Atau dapat dilihat di postingan Update 2017 - Aplikasi Analisis Butir Soal Berbasis Ms. Excel. Pengisian data hanya pada sheet DATA. Untuk hasil analisis dapat dilihat pada masing-masing sheet yang telah disediakan. 



Ada terdapat tiga analisis yang disediakan, Analisis Pilihan Berganda, Analisis Uraian, dan Analisis Hasil.

Silahkan download aplikasinya disini
Jika ada saran dan komentar terkait update aplikasi analisis soal ini, dapat disampaikan pada kolom komentar atau kirim pesan kepada kami.

Sekian update soal yang dapat disampaikan. Semoga bermanfaat.

Thursday, November 1, 2018

2 | Teknik Penulisan Soal Bentuk Pilihan Ganda (PG)

B. Konstruksi
1. Pokok soal harus dirumuskan secara jelas dan tegas.
Contoh soal yang kurang baik:
Persilangan antara tanaman ercis berbiji bulat (Bb) dengan tanaman ercis berbiji kerut (bb) menghasilkan tanaman ercis berbiji bulat. Apabila F1 disilangkan dengan sesamanya, akan diperoleh perbandingan genotip seperti tampak pada diagram berikut.

Jika seluruh tanaman F2 berjumlah 12 pohon, akan diperoleh tanaman ercis berbiji bulat sebanyak ....
A. 100%
B. 75%
C. 50%
D. 25%
Penjelasan:
Perumusan permasalahan dalam stimulus soal tidak jelas karena hasil persilangan antara genotip Bb dengan bb akan menghasilkan filial bergenotip Bb (bulat) dan bb (kerut), tidak ditemukan F2 bergenotip BB. Pokok soal menjadi tidak jelas karena pada pilihan jawaban tidak disajikan jumlah tanaman akan tetapi persentase.

Contoh soal yang lebih baik:
Persilangan antara tanaman ercis berbiji bulat (BB) dengan tanaman ercis berbiji kerut (bb) menghasilkan tanaman ercis berbiji bulat. Apabila F1 disilangkan dengan sesamanya, akan diperoleh perbandingan genotip seperti tampak pada diagram berikut.

Jika seluruh tanaman F2 berjumlah 12 pohon, akan diperoleh tanaman ercis berbiji bulat sebanyak ....
A. 9 pohon
B. 6 pohon
C. 3 pohon
D. 1 pohon
Kunci Jawaban: A

2. Rumusan pokok soal dan pilihan jawaban harus merupakan pernyataan yang diperlukan saja.
Contoh soal yang kurang baik:
Tono berteriak dengan suara keras di hadapan tebing yang tinggi. Beberapa detik kemudian terdengar gema yang merupakan bunyi pantul suaranya. Sekiranya Tono mencatat selang waktu antara gema dan teriakannya, dan mengetahui cepat rambat bunyi di udara saat itu maka Tono dapat memanfaatkan bunyi pantul itu untuk mengetahui ....
A. ketinggian tebing yang tinggi dari permukaan laut
B. jarak tebing yang tinggi dari tempat Tono berteriak
C. luas dinding tebing yang tinggi yang dituju Tono
D. kelembaban udara di sekitar tebing yang tinggi
Penjelasan:
Pokok soal dan option di atas terlalu panjang. Ada kalimat yang tidak diperlukan dalam pokok soal sehingga menghabiskan waktu peserta didik membaca pokok soal tersebut. Kalimat ketiga dalam pokok soal dan kata ‘yang tinggi’ pada option tidak perlu, sebaiknya dibuang.
Contoh soal yang lebih baik:
Tono berteriak dengan suara keras di hadapan tebing yang tinggi beberapa detik kemudian terdengar bunyi pantul suaranya. Tono dapat memanfaatkan bunyi pantul tersebut untuk mengetahui ....
A. ketinggian tebing dari permukaan laut
B. jarak tebing dari tempat Tono berteriak
C. luas dinding tebing yang dituju Tono
D. kelembaban udara di sekitar tebing
Kunci Jawaban: B

3. Pokok soal jangan memberi petunjuk ke arah jawaban benar.
Contoh soal yang kurang baik:
Perhatikan gambar berikut!

Tiga orang petani pergi ke ladang melewati ruas jalan seperti yang ditunjukkan oleh gambar di atas. Kedalaman jejak kaki C lebih dalam dari jejak kaki B, dan jejak kaki B lebih dalam dari jejak kaki A, ternyata petani yang badannya lebih berat memiliki jejak kaki lebih dalam daripada jejak kaki petani yang kurus. Jika luas penampang kaki mereka sama, perbandingan berat badan petani tersebut adalah ....
A. petani A > petani B > petani C
B. petani A > petani B < petani C
C. petani A < petani B < petani C
D. petani A < petani B > petani C
Kunci Jawaban: C
Penjelasan:
Pada pokok soal di atas ada kalimat yang mengarah ke kunci jawaban sehingga soal tersebut mudahdijawab oleh peserta didik. Kalimat yang mengarah ke kunci jawaban adalah ‘ternyata petani yangbadannya lebih berat memiliki jejak kaki lebih dalam daripada jejak kaki petani yang kurus’. Sebaiknyakalimat tersebut dihilangkan.
Contoh soal yang lebih baik:
Perhatikan gambar berikut!
Tiga orang petani pergi ke ladang melewati ruas jalan seperti yang ditunjukkan oleh gambar di atas. Ternyata kedalaman jejak kaki C lebih dalam dari jejak kaki B, dan jejak kaki B lebih dalam dari jejak kaki A. Jika luas penampang kaki mereka sama, perbandingan berat badan petani tersebut adalah ....
A. petani A > petani B > petani C
B. petani A > petani B < petani C
C. petani A < petani B < petani C
D. petani A < petani B > petani C
Kunci Jawaban : C


4. Pokok soal jangan mengandung pernyataan yang bersifat negatif ganda.
Contoh soal yang kurang baik:
Berikut ini bukan merupakan sifat dari larutan asam, kecuali ....
A. mengubah warna lakmus merah menjadi biru
B. sulit bersenyawa dengan logam
C. memiliki pH kurang dari 7
D. tidak dapat menghantarkan arus listrik
Kunci Jawaban: C
Penjelasan:
Pokok soal di atas menggunakan pernyataan yang bersifat negatif ganda, yaitu menggunakan kata tidak dan kecuali sehingga menyulitkan peserta didik memahami pokok soal.
Contoh soal yang lebih baik:
Berikut ini yang merupakan sifat dari larutan asam adalah ....
A. mengubah warna lakmus merah menjadi biru
B. sulit bersenyawa dengan logam
C. memiliki pH kurang dari 7
D. tidak dapat menghantarkan arus listrik
Kunci Jawaban: C

5. Panjang rumusan pilihan jawaban harus relative sama.
Contoh soal yang kurang baik:
Kandungan bahan kimia detergen adalah senyawa Alkyl Benzena Sulfonat (ABS) yang memiliki sifat polar dan nonpolar. Kutub polar larut dalam air dan bersifat hidrofilik, sedangkan ujung hidrofobik bersifat nonpolar dan mudah larut dalam minyak atau lemak.
Peran ABS saat proses mencuci pakaian adalah ....
A. membunuh kuman
B. menguatkan serat
C. melarutkan kotoran yang menempel pada bahan pakaian
D. memberi wangi pakaian
Kunci Jawaban: C
Penjelasan:
Pilihan jawaban C paling panjang dan merupakan kunci jawaban. Peserta didik kemungkinan
dapat menebak jawabannya dengan benar karena jawaban yang paling panjang
mengandung informasi yang paling lengkap.
Contoh soal yang lebih baik:
Kandungan bahan kimia detergen adalah senyawa Alkyl Benzena Sulfonat (ABS) yang memiliki sifat polar dan nonpolar. Kutub polar larut dalam air dan bersifat hidrofilik, sedangkan ujung hidrofobik bersifat nonpolar dan mudah larut dalam minyak atau lemak.
Peran ABS saat proses mencuci pakaian adalah ....
A. membunuh kuman
B. menguatkan serat
C. melarutkan kotoran
D. memberi wangi pakaian
Kunci Jawaban: C

6. Pilihan jawaban jangan mengandung pernyataan, “Semua pilihan jawaban di atas salah” atau “Semua pilihan jawabandi atas benar”.

Contoh soal yang kurang baik:
Andi melakukan percobaan pemuatan dengan listrik statis menggunakan alat dan bahan seperti pada gambar berikut.

Setelah digosok berulang kali dengan kain (gambar I), penggaris plastik dapat menarik serpihan kertas kecil (gambar II). Hal ini membuktikan bahwa penggaris tersebut menjadi bermuatan listrik ....
A. positif karena telah melepaskan sebagian dari elektronnya
B. positif karena jumlah proton pada penggaris bertambah
C. negatif karena telah melepaskan beberapa elektron dari kain
D. semua pilihan jawaban di atas salah
Kunci Jawaban: D
Penjelasan:
Pada soal tersebut pilihan jawaban berkurang satu dan hanya tiga pilihan jawaban yang dipertimbangkan. Jika semua jawaban di atas salah merupakan kunci jawaban, tidak akan diperoleh informasi yang menunjukkan pemahaman peserta didik tentang jawaban yang benar. Selain itu, opsi D bukanlah materi.
Contoh soal yang lebih baik:
Andi melakukan percobaan pemuatan dengan listrik statis menggunakan alat dan bahan seperti pada gambar berikut.

Setelah digosok berulang kali dengan kain (gambar I), penggaris plastik dapat menarik serpihan kertas kecil (gambar II). Hal ini membuktikan bahwa penggaris tersebut menjadi bermuatan listrik ....
A. positif karena telah melepaskan sebagian dari elektronnya
B. positif karena jumlah proton pada penggaris bertambah
C. negatif karena elektron dari penggaris pindah ke kain
D. negatif karena telah menerima beberapa elektron dari kain
Kunci Jawaban: D

7. Pilihan jawaban yang berbentuk angka atau waktu harus disusun berdasarkan urutan besar kecilnya nilai angka tersebut atau kronologisnya.

Contoh soal yang kurang baik:
Perhatikan gambar berikut!

Massa anak timbangan berturut-turut: P = 1 kg ; Q = 350 g ; R = 75 g, massa benda X pada pengukuran tersebut agar setimbang adalah ....
A. 1.075 g
B. 575 g
C. 1.975 g
D. 875 g
Kunci Jawaban: D
Penjelasan:
Pilihan jawaban di atas tidak berurutan dari besar ke kecil atau sebaliknya sehingga akan menyita waktu peserta didik. Pilihan jawaban berupa angka harus berurutan untuk mempermudah peserta didik memilih pilihan jawaban.
Contoh soal yang lebih baik:
Perhatikan gambar berikut!

Massa anak timbangan berturut-turut: P = 1 kg ; Q = 350 g ; R = 75 g, massa benda X pada pengukuran tersebut agar setimbang adalah ....
A. 1.975 g
B. 1.075 g
C. 875 g
D. 575 g
Kunci Jawaban: C

8. Gambar, grafik, tabel, diagram, dan sejenisnya yang terdapat pada soal harus jelas dan berfungsi.

Contoh soal yang kurang baik:

Karakteristik lapisan troposfer adalah ....
A. terjadi penurunan suhu 0,6 0C setiap ketinggian bertambah 100 m
B. kenaikan suhu dari -100 0C sampai ribuan derajat celcius
C. suhu udara bertambah tinggi seiring dengan naiknya ketinggian tempat
D. penurunan suhu yang terjadi sebesar 0,4 0C setiap kenaikan 100 m
Kunci Jawaban : A
Penjelasan:
Soal masih dapat dijawab tanpa melihat gambar karena pada pokok soal sudah jelas apa yang ditanyakan. Pada soal tersebut gambar tidak berfungsi.
Contoh soal yang lebih baik:

Karakteristik lapisan 1 seperti pada gambar adalah ....
A. terjadi penurunan suhu 0,6 0C setiap ketinggian bertambah 100 m
B. terjadi kenaikan suhu dari -100 0C sampai ribuan derajat celcius
C. suhu udara bertambah tinggi seiring dengan naiknya ketinggian tempat
D. penurunan suhu yang terjadi sebesar 0,4 0C setiap kenaikan 100 m
Kunci Jawaban : A
9. Butir soal jangan bergantung pada jawaban soal sebelumnya.
Contoh soal yang kurang baik:

1. Pada bagian testis terdapat saluran-saluran berbentuk seperti tabung yang disebut ....
A. tubulus kontortus
B. tubulus seminiferus
C. vesikula seminalis
D. kelenjar bulbouretra
Kunci Jawaban: B
2. Bagian yang dimaksud pada soal nomor 1 memiliki fungsi ....
A. menghasilkan cairan bersifat basa
B. menghasilkan makanan bagi sperma
C. menjaga atau menyimpan sperma
D. memberikan suasana basa bagi sperma
Kunci Jawaban: C
Penjelasan:
Soal di atas dapat merugikan peserta didik. Peserta didik yang tidak dapat menjawab dengan benar pada soal nomor 1 pasti akan menjawab salah pada soal nomor 2. Oleh karena itu, soal nomor 2 harus diperbaiki sehingga menjadi soal yang berdiri sendiri.
Contoh soal yang lebih baik:
1. Pada bagian testis terdapat saluran-saluran berbentuk seperti tabung yang disebut ....
A. tubulus kontortus
B. tubulus seminiferus
C. vesikula seminalis
D. kelenjar bulbouretra
Kunci Jawaban: B
2. Fungsi tubulus seminiferus adalah ....
A. menghasilkan cairan bersifat basa
B. menghasilkan makanan bagi sperma
C. menjaga atau menyimpan sperma
D. memberikan suasana basa bagi sperma

Kunci Jawaban: C



sebelumnya 1 | 2 | 3 selanjutnya

1 | Teknik Penulisan Soal Bentuk Pilihan Ganda (PG)

Tes tertulis merupakan kumpulan soal-soal yang diberikan kepada peserta didik dalam bentuk tulisan. Dalam menjawab soal, peserta didik tidak selalu harus merespon dalam bentuk tulisan, tetapi juga dapat dilakukan dalam bentuk lain, seperti memberi tanda, mewarnai, menggambar.
Soal-soal pada tes tertulis dapat diklasifikasikan menjadi dua, yaitu soal dengan memilih jawaban yang sudah disediakan (bentuk soal pilihan ganda, benar-salah, menjodohkan) dan soal dengan memberikan jawaban secara tertulis (bentuk soal isian, jawaban singkat, dan uraian).
Dalam penyusunan soal tes tertulis, penulis soal harus memperhatikan kaidah-kaidah penulisan soal dari segi materi, konstruksi, dan bahasa.

Soal Pilihan Ganda (PG) merupakan bentuk soal yang jawabannya dapat dipilih dari beberapa kemungkinan jawaban (option) yang telah disediakan. Setiap soal PG terdiri atas pokok soal (stem) dan pilihan jawaban (option). Pilihan jawaban terdiri atas kunci jawaban dan pengecoh (distractor). Kunci jawaban merupakan jawaban benar atau paling benar, sedangkan pengecoh merupakan jawaban tidak benar, tetapi peserta didik yang tidak menguasai materi mungkinkan memilih pengecoh tersebut.
Contoh Soal PG

Beberapa keunggulan dari bentuk soal PG adalah:
  1. dapat diskor dengan mudah, cepat, dan memiliki objektivitas yang tinggi;
  2. dapat mengukur berbagai tingkatan kognitif;
  3. mencakup ruang lingkup materi yang luas;
  4. tepat digunakan untuk ujian berskala besar yang hasilnya harus segera diumumkan, seperti ujian nasional, ujian akhir sekolah, dan ujian seleksi pegawai negeri.

Beberapa keterbatasan dari bentuk soal PG adalah:
  1. perlu waktu lama untuk menyusun soalnya;
  2. sulit membuat pengecoh yang homogen dan berfungsi;
  3. terdapat peluang untuk menebak kunci jawaban.
Kaidah Penulisan Soal Bentuk PG
Dalam menulis soal bentuk PG, penulis soal harus memperhatikan kaidah-kaidah sebagai berikut:


A. Materi
1. Soal harus sesuai dengan indikator.
Artinya, soal harus menanyakan perilaku dan materi yang hendak diukur sesuai dengan tuntutan indikator soal.
Disajikan sebuah gambar lingkaran yang di dalamnya terdapat sebuah persegi dengan titik sudut berada di keliling lingkaran, peserta didik dapat menentukan cara menghitung luas lingkaran jika diketahui panjang sisi persegi tersebut.
Contoh soal yang kurang baik:
Perhatikan gambar berikut!

Diketahui persegi ABCD dengan panjang sisi AB = 14 cm. Luas daerah lingkaran yang diarsir adalah ….
A. 112 cm2
B. 108 cm2
C. 88 cm2
D. 74 cm2

Penjelasan:Soal tidak sesuai permintaan indikator karena yang diminta adalah cara menghitung luas lingkaran, bukan menghitung luas bagian lingkaran

Contoh soal yang lebih baik:
Perhatikan gambar berikut!

Diketahui persegi ABCD dengan panjang sisi AB = 14 cm. Cara menghitung luas lingkaran berdasarkan gambar adalah ….
A. setengah panjang AC dipangkat dua, lalu dikali bilangan π
B. akar dua dari panjang AC dibagi dua, lalu dikali bilangan π
C. panjang AB kali panjang BC dibagi dua, lalu dikali bilangan π
D. panjang AB kali panjang BC dipangkat dua, lalu dikali bilangan π

2. Pilihan jawaban harus homogen dan logis ditinjau dari segi materi.

Contoh soal yang kurang baik:
Saat ini umur Paman lima kali umur Adik. Lima tahun yang lalu, umur Paman lima belas kali umur Adik. Selisih umur mereka sekarang adalah ....
A. 5 tahun
B. 7 tahun
C. 28 tahun
D. 35 tahun
Kunci Jawaban : C
Penjelasan:
Option A dan B tidak logis karena selisih umur mereka seharusnya lebih dari 10 tahun. Pilihan jawaban yang berupa angka harus ada dasar perhitungannya sehingga logis.

Contoh soal yang lebih baik:
Saat ini umur Paman lima kali umur Adik. Lima tahun yang lalu, umur Paman lima belas kali umur Adik. Selisih umur mereka sekarang adalah ....
A. 36 tahun
B. 32 tahun
C. 28 tahun
D. 24 tahun
Kunci Jawaban : C

Contoh soal yang kurang baik:
Wakil dari Indonesia yang turut menandatangani Deklarasi Bangkok adalah ....
A. Ali Alatas
B. Mohamad Hatta
C. Adam Malik
D. Menteri Dalam Negeri
Kunci Jawaban: C
Penjelasan:
Pilihan jawaban d pada contoh soal di atas tidak homogen dari segi materi karena tidak menyebutkan tokohnya, demikian pula pilihan jawaban a kurang logis karena peristiwa ini terjadi pada tahun 1967.
Contoh soal yang lebih baik:
Wakil dari Indonesia yang turut menandatangani Deklarasi Bangkok adalah ....
A. Mohamad Hatta
B. Soekarno
C. Adam Malik
D. Ali Sastroamidjojo
Kunci Jawaban: C
3. Setiap soal harus mempunyai satu jawaban yang benar atau yang paling benar.

Contoh soal yang kurang baik:

Cermati kalimat-kalimat berikut!

Cara Menyalakan Komputer
Komputer merupakan salah satu perangkat elektronik yang sering digunakan untuk memudahkan kita dalam bekerja. Sebelum digunakan, komputer harus terlebih dahulu dinyalakan. Untuk menyalakan komputer dengan benar, ikutilah langkah-langkah berikut:
(1) Buka penutup monitor, CPU, keyboard, dan printer.
(2) Pastikan saklar terhubung dengan kabel power ke stabilizer atau CPU komputer.
(3) Tekan tombol power pada CPU dan tekan tombol power pada monitor.
(4) Komputer akan melakukan booting, tunggu proses ini sampai selesai.
(5) Setelah selesai booting, komputer siap untuk digunakan.

Simpulan yang tepat untuk teks prosedur tesebut adalah ...
A. Memastikan saklar terhubung ke stabilizer dan CPU adalah langkah utama yang harus diperhatikan.
B. Komputer akan menyala dengan baik jika langkah-langkah pengoperasiannya dilakukan berurutan.
C. Komputer dapat difungsikan untuk memudahkan pekerjaan setelah proses booting selesai.
D. Perangkat komputer dapat meringankan pekerjaan manusia jika digunakan bersama printer.
Kunci Jawaban: B dan C
Penjelasan:
Simpulan yang sesuai dengan teks tersebut terdapat pada dua pilihan jawaban, yakni B dan C.
Contoh soal yang lebih baik:

Cermati kalimat-kalimat berikut!

Cara Menghidupkan Komputer
Komputer merupakan salah satu perangkat elektronik yang sering digunakan untuk memudahkan kita dalam bekerja. Sebelum digunakan, komputer harus terlebih dahulu dinyalakan. Untuk menyalakan komputer dengan benar, ikutilah langkah-langkah berikut:
(1) Buka penutup monitor, CPU, keyboard, dan printer.
(2) Pastikan saklar terhubung dengan kabel power ke stabilizer atau CPU komputer.
(3) Tekan tombol power pada CPU dan tekan tombol power pada monitor.
(4) Komputer akan melakukan booting, tunggu proses ini sampai selesai.
(5) Setelah selesai booting, komputer siap untuk digunakan.

Kalimat simpulan yang tepat untuk teks prosedur tesebut adalah ...
A. Memastikan saklar terhubung ke stabilizer adalah langkah utama yang harus diperhatikan.
B. Komputer akan menyala dengan baik jika langkah-langkah pengoperasiannya dilakukan berurutan.
C. Komputer masih dapat berfungsi meskipun sakelar tidak terhubung dengan perangkat lainnya.
D. Perangkat komputer dapat meringankan pekerjaan manusia jika digunakan bersama printer.
Kunci Jawaban: B



1 | 2 | 3  Selanjutnya 

Monday, October 22, 2018

Plickers || Cara Asyik dalam Kegiatan Ulangan Harian

Salah satu bagian penting dari proses belajar mengajar adalah tahap evaluasi. Evaluasi bertujuan untuk mengetahui ketercapaian tujuan pembelajaran dan kompetensi yang telah dicapai oleh peserta didik. Evaluasi pembelajaran menurut Bloom (1971) adalah proses pengumpulan data real secara sistematis. Dimana data ini akan digunakan untuk mengetahui sejauh mana kemampuan atau tingkat perubahan peserta didik. Selain itu, evaluasi juga memberikan pengetahuan bagi pendidik untuk mengetahui keberhasilan kegiatan pembelaran yang dilaksanakan serta meningkatkan kualitas guru dalam mengembangkan soal dalam kegiatan evaluasi.
Kebanyakan guru melakukan kegiatan evaluasi menggunakan media kertas. Guru membagikan kertas yang berisi dengan soal/ pertanyaan yang sesuai dengan kompetensi yang akan diuji. Kemudian peserta didik menjawab soal/ pertanyaan tersebut dengan lembar jawaban yang telah disediakan oleh guru atau disediakan oleh masing-masing peserta didik.
Seiring dengan perkembangan teknologi saat ini, salah satu alternatif dalam melaksanakan kegiatan evaluasi seperti ulangan harian dengan menggunakan aplikasi online "Plickers".

Pemanfaatan Aplikasi Plickers dalam Kegiatan Ulangan Harian

Ulangan Harian dengan Plickers
Plickers merupakan media berbasis internet dalam melaksanakan evaluasi belajar siswa. Misalnya kegiatan ulangan harian, guru menampilkan soal/ pertanyaan yang telah disediakan dalam akun Plickers dan menampilkannya di depan kelas. Selanjutnya peserta didik menjawab soal/ pertanyaan tersebut dengan mengangkat kartu jawaban yang diperoleh dari akun plickers tersebut. Kemudian guru melakukan scan jawaban (mengarahkan aplikasi pada gadget/ smarphone dengan bantuan kamera) pada kartu jawaban yang telah ditunjukkan oleh siswa tersebut. Secara otomatis (online), jawaban akan masuk ke dalam sistem akun plickers yang telah dibuat.

Berikut cuplikan penggunaan Media Plickers dalam ulangan harian.


Langkah-Langkah Pemanfaatan Plickers dalam Ulangan Harian
A. Tahap Persiapan
Dalam tahap ini, guru mempersiapkan soal yang akan digunakan dalam tahap pelaksanaan. Kegiatan ini meliputi pembuatan akun, pembuatan soal, dan instalasi aplikasi plickers di smartphone.

Pembuatan akun dapat dilakukan melalui laman: https://get.plickers.com/ melalui browser pada laptop. Dalam mengakses laman ini, laptop harus terhubung dengan jaringan internet. Pada tampilan yang laman yang muncul, pilih menu Sign Up for Free. Sign up hanya dilakukan sekali saja, jika pembuatan akun telah berhasil, maka untuk berikutnya hanya langkah sign in.

Tampilan laman utama Plickers
Selanjutnya isi data yang diminta atau untuk lebih mudah dalam pengisian dengan cara melanjutkannya dengan akun gmail.
Pembuatan Akun
Jika berhasil, maka selanjutnya melakukan sign in (masuk ke laman plicker dengan data akun yang telah dibuat). Jika pembuatan data akun dengan menggunakan akun gmail, maka sign in yang dilakukan juga dengan menggunakan akun gmail tersebut. Untuk sign ini, dapat dilakukan pada laman awal saat pembuatan akun tadi, jika dalam pembuatan akun menggunakan sign up, maka untuk masuk ke dalam akun, pilih link teks sign in.

Tampilan laman sign in
Setelah berhasil sign in, maka selanjutnya mempersiapakan kelas dan pertanyaan yang akan diuji pada saat pelaksanaan Ulangan harian.

Pembuatan Kelas
Pembuatan kelas bertujuan untuk mendaftarkan nama peserta didik yang akan mengikuti ulangan harian, caranya dengan menekan link teks "add class".
Pembuatan Kelas pada Akun Plickers
Setelah memilih link teks "add class" akan muncul dialog box. Kemudian isi nama kelas dan klik "Create Class"
Pengisian nama kelas dalam pembuatan kelas
Jika berhasil, kelas yang telah kita buat akan muncul pada tampilan menu sebelah kiri..
Berhasil menambah kelas
Selanjutnya, klik nama kelas yang baru dibuat, kemudian pilih "add student" untuk menambahkan daftar nama peserta didik yang akan mengikuti ulangan harian tersebut.
Membuat Daftar Nama Pada Kelas 
Dalam mengentri nama peserta didik, dapat dilakukan dengan cara mengetik langsung pada kolom yang disediakan, atau dengan cara copy-paste dari file excel yang ada kemudian klik next.
Pembuatan daftar nama peserta didik
Nama yang telah dibuat akan ditampilkan sesuai dengan urutan yang pada saat pembuatan, kemudian selanjutnya klik Done.
Berhasil menambah nama peserta didik
Setelah kita memilih done, tampilan kelas akan berisi daftar nama dan soal-soal yang pernah dibuat. Namun jika soal belum pernah dibuat, maka tampilannya hanya berisi nama.

Pembuatan Soal
Untuk pembuatan soal, maka pada laman akun, pilih new set.
Pembuatan Soal Baru
Pada tampilan yang muncul, isi pertanyaan dan pilihan jawaban pada kolom yang disediakan.

Menu pada pembuatan soal
Pada pilihan jawaban, jangan lupa untuk memilih jawaban yang benar, dengan cara klik pada huruf pilihan jawaban yang dianggap benar. Pada menu "add to Queue", maka soal yang dibuat ini dapat langsung ditambakan pada kelas yang telah dibuat. Klik "add to Queue" kemudian pilih nama kelas yang telah dibuat. Maka secara otomatis akan masuk ke dalam daftar pertanyaan yang akan diujikan pada kelas tersebut.
Add to Queue

Selanjutnya kembali buka kelas yang telah dibuat pada langkah pembuatan kelas, klik nama kelas pada kolom sebelah kiri.
Tampilan kelas siap digunakan
Berdasarkan gambar diatas, kelas telah berisi daftar soal yang siap ditampilkan dalam ulangan harian.

Sebelum melakukan kegiatan ulangan harian, masih dalam tahap persiapan, guru harus menginstall terlebih dahulu aplikasi Plickers yang dapat diunduh pada Playstore yang ada pada smartphone guru. Setelah berhasil diinstall, maka selanjutnya ulangan harian dapat dilaksanakan.
Satu lagi yang penting sebelum pelaksanaan adalah pembuatan kartu jawaban.
Kartu Jawaban merupakan gambar yang telah disediakan oleh pihak Plickers. Untuk itu kartu jawaban dapat di unduh pada laman plickers.

Pembuatan kartu jwaban
Untuk kartu jawaban sebanyak 40 orang peserta didik, dapat diunduh disini.

Setelah di unduh, cetak kartu jawaban dan dibagikan kepada peserta didik sesuai dengan nomor urut pada saat pembuatan kelas dan penambahan nama peserta didik sesuai langkah diatas.

B. Tahap Pelaksanaan
Dalam pelaksanaan ulangan harian di kelas, guru harus menyediakan layar proyektor untuk menampilkan pertanyaan di depan kelas. Jika laptop telah tersambung dengan projektor, selanjutnya pada lama kelas (langkah sebelum pelaksanaan ini), klik Play Now.
Menampilkan pertanyaan di depan kelas.
Dengan bantuan projector, peserta didik dapat melihat soal yang sedang ditanyakan. Untuk melakukan perekaman jawaban, maka lengkah-langkah pelaksanaan meliputi,
  1. Pada saat soal ditampilkan, setelah selang waktu yang telah dieberikan guru, peserta didik diminta untuk mengangkat kartu jawaban yang telah dibagikan pada peserta didik sebelum kegiatan ulangan harian berlangsung. 
  2. Guru melakukan scan jawaban dengan membuka aplikasi plickers pada smartphone dengan cara mengarahkan kamera HP pada aplikasi ke arah jawaban peserta didik 
Guru dapat melihar jawban peserta didik yang telah direkam dan juga dapat melihat grafik jawaban peserta didik setelah melakukan scan jawaban pada tampilan live soal tersebut.

Tampilan live soal ualngan harian
Berikut video dalam tahap pelaksanaan ulangan harian dengan menggunakan plickers.

Demikian langkah-langkah kegiatan pelaksanaan ulangan harian dengan menggunakan aplikasi Plickers sebagai bahan alternatif dalam pelaksanaan ulangan harian yang dilaksanakan oleh guru. Selain cepat dalam memperoleh hasil ulangan harian, guru juga dapat menikmati statistik jawaban peserta didik lengkap yang dapat dilihat pada menu scoresheet.
Menu hasil ulangan
Berikut tampilan scoresheet dan beberapa keuntungan yang dapat digunakan oleh guru.
tampilan scoresheet

Masih banyak hal yang dapat dieksplore dari media ini, silahkan Bapak/ Ibu guru yang berminat untuk melaksanakan kegiatan ulangan harian dengan media ini. Mungkin ini juga dapat dijadikan alternatif dalam pembuatan karya ilmiah dalam penelitian tindakan kelas. Jika ada yang memberikan saran dan kritik, mohon komentarnya.
Terima kasih.

#salamberbagi