Friday, July 26, 2019

[QA] Rombel Berdasarkan Permendikbud No. 17 Tahun 2017

Sumber Gambar: https://www.stmvalidation.eu
Sesuai dengan judul, pada postingan kali ini, kita mencoba mendiskusikan beberapa pertanyaan terkait dengan postingan pada Rombel Berdasarkan Permendikbud No. 17 Tahun 2017 dan SE Mendikbud No. 3 Tahun 2017. Pada postingan tersebut telah dijelaskan bahwa pembagian peserta didik ditentukan dengan penentuan jumlah rombel terlebih dahulu kemudian pendistribusian peserta didik pada perhitungan jumlah rombel yang diperoleh. Jumlah rombel dapat dihitung dengan persamaan:
Jumlah Rombel = A/B
Dimana:
A = jumlah peserta didik pada paralel yang hendak dibentuk rombel
B = jumlah maksimal peserta didik pada rombel sesuai tingkat sekolah (sesuai dengan jumlah peserta didik dalam satu rombel pada pasal 24)
jika jumlah rombal >,01 maka dapat dibulatkan ke atas, contoh 2,03 maka dapat menjadi 3 rombel.

Contoh:
Jika jumlah peserta didik yang ada pada kelas VII SMP sebanyak 55 orang, maka jumlah rombel yang dapat dibentuk = 55/32 = 1,72 ~ 2 rombel.

Maka distribusi peserta didik dapat dilakukan dengan berbagai format tetapi harus sesuai dengan pasal 24 yaitu minimal 20 peserta didik dan maksimal 32 peserta didik, misalnya
Rombel VII-1 = 32 peserta didik
Rombel VII-2 = 23 peserta didik

atau

Rombel VII-1 = 30 peserta didik
Rombel VII-2 = 25 peserta didik

atau

Rombel VII-1 = 28 peserta didik
Rombel VII-2 = 27 peserta didik

Berikut beberapa pertanyaan yang coba kita diskusikan

1. Bagaimana kalau ada rombel yang jumlah peserta didik kurang dari 20?





Berikut penjelasannya, kita ambil contoh pertanyaan keempat, jumlah siswa SD Kelas I ada 38, maka jumlah rombel yang dapat terbentuk adalah
Jumlah rombel = 38/28 = 1,36 ~ 2 rombel.

Pada distribusi peserta didik,
Rombel I-A = 28 peserta didik
Rombel I-B = 10 peserta didik

atau

Rombel I-A = 20 peserta didik
Rombel I-B = 18 peserta didik

yang menjadi pertanyaan, bagaimana rombel I-B yang kurang dari 20 (jumlah minimal pada rombel), apakah diakui?

Untuk menjawab ini, perlu diperhatikan pada
Pasal 25 Permendikbud No. 17 Tahun 2017 ini yang berbunyi
"Ketentuan jumlah peserta didik dalam 1 (satu) Rombongan Belajar sebagaimana dimaksudkan dalam pasal 24 dapat dikecualikan paling banyak 1 (satu) Rombongan Belajar dalam 1 (satu) tingkat kelas."
Maka dapat dipahami, ada pengecuallian (kurang dari 20 rombel atau lebih dari jumlah maksimal) untuk 1 rombel pada 1 tingkat kelas.
Jadi, untuk contoh kasus diatas, maka rombel I-B, masih dapat diakui (sesuai dengan pasal 25).atau pada contoh diatas, distribusi peserta didik dapat dibuat hanya 1 rombel dengan jumlah peserta didik 38 orang (dengan kriteria, hanya 1 rombel pengecualian).

2. Apakah pembagian rombel ini berlaku untuk tingkat kelas diatasnya?

Berdasarkan Pasal 38 ayat b dan c diterangkan bahwa,
"Pada saat Peraturan Menteri ini mulai berlaku, maka pada tahun ajaran 2017/2018 wajib menyesuaikan ketentuan jumlah peserta didik dalam satu rombongan belajar pada sekolah untuk kelas 2 sampai kelas 6 SD dan kelas 8 sampai kelas 9 SMP serta kelas 11 sampai kelas 12 SMA/ SMK."

Selain itu, Peraturan Menteri yang baru belum ada yang merevisi atau menggugurkan Pasal 24-26 dan Pasal 38 Peraturan Menteri Pendidikan (Permendikbud No. 17 Tahun 2017) ini.

Jadi kesimpulannya, jika ada jumlah peserta didik kurang dari 20 atau lebih dari maksimal pada rombel di tingkat kelas sekolah, maka dapat dikeualikan untuk 1 rombel dan peraturan ini msih berlaku untuk saat ini.

Demikian beberapa hal yang dapat disampaikan, jika ada yang ingin ditanyakan atau memberikan masukan, mari kita diskusikan di kolom komentar. Terima kasih.

Saturday, May 11, 2019

Peraturan Menteri Penerimaan Peserta Didik Baru Tahun 2019

Sumber: Kemdikbud
Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) akan segera diselenggarakan pada pertengahan tahun 2019 ini untuk Tahun Pelajaran 2019/2020. Untuk itu, pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) membuat aturan bagi sekolah yang berada dibawah naungan pemerintahan dalam menerima peserta didik baru yang tertuang dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) No. 51 Tahun 2018 Tentang Penerimaan Peserta Didik Baru Pada Taman Kanak-Kanak, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas dan Sekolah Menengah Kejuruan.

Berikut ringkasan isi Permendikbud No.51 Tahun 2018, sebagai acuan sekaligus persiapan bagi sekolah dan masyarakat dalam Pelaksanaan PPDB Tahun 2019.

A. PPDB dilakukan berdasarkan:
  1. nondiskriminatif (dikecualikan bagi Sekolah yang secara khusus melayani peserta didik dari kelompok gender atau agama tertentu);
  2. objektif;
  3. transparan;
  4. akuntabel; dan
  5. berkeadilan.

B. Pelaksanaan PPDB dimulai dari tahap:
  1. pengumuman pendaftaran penerimaan calon peserta didik baru pada Sekolah yang bersangkutan yang dilakukan secara terbuka;
  2. pendaftaran;
  3. seleksi sesuai dengan jalur pendaftaran;
  4. pengumuman penetapan peserta didik baru; dan
  5. daftar ulang.
  6. Khusus untuk SMK dalam tahap pelaksanaan PPDB dapat melakukan proses seleksi khusus yang dilakukan sebelum tahap pengumuman penetapan peserta didik baru.

C. Media Pelaksanaan PPDB 
PPDB dilaksanakan dengan menggunakan mekanisme dalam jaringan (daring). Namun, Dalam hal tidak tersedia fasilitas jaringan, maka PPDB dilaksanakan melalui mekanisme luar jaringan (luring).

D. Persyaratan
TK
a. berusia 4 (empat) tahun sampai dengan 5 (lima) tahun untuk kelompok A; dan
b. berusia 5 (lima) tahun sampai dengan 6 (enam) tahun untuk kelompok B.

SD
a. 7 (tujuh) tahun (sekolah wajib menerima peserta didik yang telah berusia 7 tahun); atau
b. paling rendah 5 tahun 6 bulan (bagi siswa yang memiliki potensi kecerdasan atau bakat) sampai 6 (enam) tahun pada tanggal 1 Juli tahun berjalan.

SMP
a. berusia paling tinggi 15 (lima belas) tahun pada tanggal 1 Juli tahun berjalan; dan
b. memiliki ijazah atau surat tanda tamat belajar SD atau bentuk lain yang sederajat.

SMA atau SMK
a. berusia paling tinggi 21 (dua puluh satu) tahun pada tanggal 1 Juli tahun berjalan;
b. memiliki ijazah atau surat tanda tamat belajar SMP atau bentuk lain yang sederajat; dan
c. memiliki SHUN SMP atau bentuk lain yang sederajat.
Persyaratan yang berasal dari Sekolah di luar negeri selain memenuhi persyaratandiatas, wajib mendapatkan surat keterangan dari direktur jenderal yang menangani bidang pendidikan dasar dan menengah.

E. Jalur Pendaftaran
Pendaftaran PPDB dilaksanakan melalui jalur sebagai berikut:
a. zonasi (Paling sedikit 90% dari daya tampung termasuk untuk keluarga kurang mampu atau disabilitas);
b. prestasi (paling banyak 5% dari daya tampung); dan
c. perpindahan tugas orang tua/wali (paling banyak 5% dari daya tampung).

Calon peserta didik hanya dapat memilih 1 (satu) jalur dari 3 (tiga) jalur pendaftaran PPDB. Selain melakukan pendaftaran PPDB melalui jalur zonasi sesuai dengan domisili dalam zonasi yang telah ditetapkan, calon peserta didik dapat melakukan pendaftaran PPDB melalui jalur prestasi di luar zonasi domisili peserta didik.

F. Penetapan Zonasi
  1. Penetapan zonasi dilakukan pada setiap jenjang oleh Pemerintah Daerah sesuai dengan kewenangannya, dengan prinsip mendekatkan domisili peserta didik dengan Sekolah dan wajib memperhatikan jumlah ketersediaan daya tampung yang disesuaikan dengan ketersediaan jumlah anak usia Sekolah pada setiap jenjang di daerah tersebut.
  2. Penetapan zonasi pada setiap jenjang wajib diumumkan paling lama 1 (satu) bulan sebelum pengumuman secara terbuka pendaftaran PPDB.
  3. Dalam menetapkan zonasi pada setiap jenjang Pemerintah Daerah melibatkan musyawarah atau kelompok kerja kepala Sekolah.
  4. Bagi Sekolah yang berada di daerah perbatasan provinsi atau kabupaten/kota, penetapan zonasi pada setiap jenjang dapat dilakukan berdasarkan kesepakatan secara tertulis antar Pemerintah Daerah.
  5. Penetapan zonasi wajib dilaporkan kepada Menteri melalui lembaga penjaminan mutu pendidikan setempat.

G. Jalur Prestasi
Jalur prestasi dengan kuota paling banyak 5% ditentukan berdasarkan:
  1. nilai ujian Sekolah berstandar nasional atau UN; dan/atau
  2. hasil perlombaan dan/atau penghargaan di bidang akademik maupun nonakademik pada tingkat internasional, tingkat nasional, tingkat provinsi, dan/atau tingkat kabupaten/kota.
  3. Peserta didik yang masuk melalui jalur Prestasi merupakan peserta didik yang berdomisili di luar zonasi Sekolah yang bersangkutan.

H. Seleksi PPDB
  1. Seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru wajib menggunakan jalur zonasi, prestasi (kecuali SD) dan perpindahan tugas orangtua/ wali.
  2. Mempertimbangkan usia dan jarak rumah dengan sekolah
  3. Apabila terdapat peserta didik yang memiliki jarak rumah dengan sekolah sama, maka yang diprioritaskan adalah (a) jika mekanisme PPDB adalah daring yang diprioritaskan adalah peserta yang mendaftar lebih awal, tetapi (b) jika mekanisme PPDB adalah luring, maka yang diprioritaskan adalah nilai UN yang lebih tinggi.
  4. Khusus untuk SMK, seleksi mempertimbangkan nilai UN (jika terdapat nilai UN yang sama maka sekolah memprioritaskan peserta didik yang berdomisili dekat dengan sekolah), selain itu dapat  mempertimbangkan hasil tes bakat dan hasil perlombaan/ penghargaan.

I. Biaya
Dalam pelaksanaan PPDB, peserta didik tidak dipungut biaya apapun.

Demikian ringkasan Penerimaan Peserta Didik Baru sesuai dengan Permendikbud No. 51 Tahun 2018 Tentang PPDB pada TK, SD, SMP, SMA dan SMK.

Masyarakat dapat mengawasi dan melaporkan pelanggaran dalam pelaksanaan PPDB melalui laman http://ult.kemdikbud.go.id.
Semoga bermanfaat. 

Wednesday, February 27, 2019

Memahami Beban Kerja Guru Selama 40 Jam Kerja Dalam 1 Minggu

Sumber gambar : Google
Semenjak Tahun Pembelajaran 2017/2018, terjadi perubahan beban kerja guru berkaitan dengan hari sekolah. Guru sudah diwajibkan memenuhi ketentuan beban kerja 40 jam per minggu. Ketentuan ini berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 23 Tahun 2017 tentang Hari Sekolah. Dalam Permendikbud itu disebutkan, guru melaksanakan beban kerja selama pelaksanaan ketentuan hari sekolah yang dilaksanakan 40 jam selama lima hari dalam satu minggu.

Untuk memahami beban kerja selama 40 jam kerja dalam satu minggu ini, melalui Permendikbud No. 15 Tahun 2018, Pemerintah menetapkan Pemenuhan Beban Kerja Guru, Kepala Sekolah, dan Pengawas Sekolah.

Dasar Hukum
  • PERATURAN PEMERINTAH REPUBILIK INDONESIA NOMOR 19 TAHUN 2017 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 74 TAHUN 2OO8 TENTANG GURU
  • PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 23 TAHUN 2017 TENTANG HARI SEKOLAH
  • PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 15 TAHUN 2018 TENTANG PEMENUHAN BEBAN KERJA GURU, KEPALA SEKOLAH, DAN PENGAWAS SEKOLAH

Dalam PP Nomor 19 Tahun 2017 Perubahan Pasal 1, Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.

Perubahan pada Pasal 52, Beban kerja Guru mencakup kegiatan pokok:
a. merencanakan pembelajaran atau pembimbingan;
b. melaksanakan pembelajaran atau pembimbingan;
c. menilai hasil pembelajaran atau pembimbingan;
d. membimbing dan melatih peserta didik; dan
e. melaksanakan tugas tambahan yang melekat pada pelaksanaan kegiatan pokok sesuai dengan beban kerja Guru.

Dalam hal ini, istilah tatap muka berlaku untuk pelaksanaan beban kerja Guru yang terkait dengan pelaksanaan pembelajaran. Beban kerja Guru untuk melaksanakan pembelajaran paling sedikit 24 (dua puluh empat) jam tatap muka dan paling banyak 40 (empat puluh) jam tatap muka dalam 1 (satu) minggu tersebut merupakan bagian jam kerja dari jam kerja sebagai pegawai yang secara keseluruhan paling sedikit 37,5 (tiga puluh tujuh koma lima) jam kerja dalam 1 (satu) minggu.

Oleh karena itu, guru diwajibkan untuk memenuhi jam kerja sebagai pegawai (secara umum) yang bekerja selama 37,5 jam sampai 40 jam kerja dalam satu minggu. Empat puluh (40) jam kerja guru ini dilakukan merupakan waktu pelaksanaan yang disebut dengan Hari Sekolah (Permendikbud No. 23 Tahun 2017). Selama Hari Sekolah inilah, guru melaksanakan beban kerja Guru seperti merencanakan, melaksanakan, menilai, membimbing, peserta didik dan melaksanakan tugas tambahan lainnya yang tertuang pada Perubahan Pasal 52 PP No. 19 Tahun 2017 diatas.

Permendikbud No. 23 Tahun 2017, Pasal 2, 
  1. Hari Sekolah dilaksanakan 8 (delapan) jam dalam 1 (satu) hari atau 40 (empat puluh) jam selama 5 (lima) hari dalam 1 (satu) minggu.
  2. Ketentuan 8 (delapan) jam dalam 1 (satu) hari atau 40 (empat puluh) jam selama 5 (lima) hari dalam 1 (satu) minggu sebagaimana dimaksud pada ayat (1), termasuk waktu istirahat selama 0,5 (nol koma lima) jam dalam 1 (satu) hari atau 2,5 (dua koma lima) jam selama 5 (lima) hari dalam 1 (satu) minggu.
  3. Dalam hal diperlukan penambahan waktu istirahat sebagaimana dimaksud pada ayat (2), Sekolah dapat menambah waktu istirahat melebihi dari 0,5 (nol koma lima) jam dalam 1 (satu) hari atau 2,5 (dua koma lima) jam selama 5 (lima) hari dalam 1 (satu) minggu.
  4. Penambahan waktu istirahat sebagaimana dimaksud pada ayat (3) tidak termasuk dalam perhitungan jam sebagaimana dimaksud pada ayat (1).
Untuk Pelaksanaan Hari Sekolah, Pemerintah Daerah diberikan wewenang untuk melaksanakan hari sekolah dalam 5 (lima) hari sekolah atau 6 (enam) hari sekolah namun tetap memenuhi 40 jam dalam satu minggu.

Baca : Lima (5) Hari Sekolah
***
Lalu, yang menjadi pertanyaan, dapatkah beban kerja guru selama 40 jam kerja dalam 1 minggu dilaksanakan dalam 5 (lima) hari kerja pada 6 (enam) hari sekolah? Bagaimanakah distribusi waktu beban kerja guru dalam lima hari kerja pada enam hari sekolah?
Jika melihat dari sisi pemenuhan  jam kerja sebagai pegawai yang secara keseluruhan paling sedikit 37,5 (tiga puluh tujuh koma lima) jam kerja dalam 1 (satu) minggu., maka pemenuhan ini dapat dilakukan dalam lima hari kerja walau sekolah melaksanakan enam hari sekolah. Karena di dalam 40 jam kerja guru tersebut telah mengaplikasikan 24 jam tatap muka yang dapat didistribusikan dalam lima hari kerja guru tersebut.

Sebagai contoh,
SMP A melaksanakan kegiatan Pembelajaran dalam 38 Jam Pelajaran dalam Enam Hari Sekolah, distribusi pembelajaran yang dilakukan adalah Hari Senin, 6 Jam Pembalajaran (JP), Selasa - Kamis 7 JP, Jumat 5JP dan Sabtu 6 JP. maka pembagian jam pembelajaran pada hari Senin dan 7 JP pada empat hari lainnya. Jika jam pelajaran dimulai 07.30, maka untuk hari senin, Jam Pelajaran berlangsung sampai pukul 12.40 (dengan catatan sudah termasuk waktu istirahat 30 menit dalam satu hari).

Seorang Guru, Pak D, melaksanakan kegiatan pembelajaran sebanyak 24 JP pada hari senin-jumat (lima hari kerja).Jika 1 JP = 40 menit, maka guru Pak D telah melaksanakan kegiatan tatap muka 24 x 40 menit = 960 menit = 16 (enam belas) jam. Sesuai dengan Permendikbud No. 23 Tahun 2017, Pasal 2, waktu istirahat melebihi dari 0,5 (nol koma lima) jam dalam 1 (satu) hari atau 2,5 (dua koma lima) jam selama 5 (lima) hari dalam 1 (satu) minggu. Sehingga total sementara beban kerja yang telah dilakukan guru Pak D adalah 18,5 (delapan belas koma lima) jam selama lima hari setara dengan 3 jam 42 menit perhari (selama lima hari).

Sehingga untuk memenuhi beban kerja guru selama 40 jam kerja dalam 1 minggu, maka guru Pak D, wajib melaksanakan beban kerja guru selain kegiatan tatap muka sesuai PP Nomor 19 Tahun 2017 selama 21,5 (dua puluh satu koma lima) jam yang didistribusikan dalam lima hari kerja guru Pak D atau sama dengan 4 jam 18 menit perhari (selama lima hari).

Berdasarkan skema tersebut, dalam memnuhi beban kerja guru 40 jam kerja dalam 1 minggu, Pak D melaksanakan 3 jam 42 menit kegiatan tatap muka ditambah 4 jam 18 menit kegiatan pokok lainnya, sehingga total 8 jam kerja setiap hari selama lima hari dalam satu minggu.

Jika dialokasikan pada jam sekolah, maka guru Pak D, harus berada di sekolah Pukul 07.30 - 15.30 untuk melaksanakan beban kerja guru selama lima hari dalam satu minggu.

Demikian opini dalam pemenuhan beban kerja guru selama 40 jam kerja dalam satu minggu yang dilaksanakan guru dala lima hari kerja, dan dalam pelaksanaan enam hari sekolah. Sehingga, pemenuhan beban kerja guru dalam enam hari sekolah bukan hanya dilaksanakan salama 6 jam 40 menit perhari yang dilaksanakan selama 6 hari kerja.

Semoga tulisan ini dapat dijadikan pertimbangan/ masukan bagi pelaksanaan beban kerja guru selama 40 jam kerja dalam 1 minggu sehingga memberikan waktu yang lebih baik bagi guru.

Friday, February 22, 2019

KISI-KISI TES MASUK PEGAWAI PEMERINTAH dengan PERJANJIAN KERJA (PPPK)

Sesuai dengan PermenPAN-RB No. 2 Tahun 2019 Tentang Pengadaan Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja Untuk Guru, Dosen, Tenaga Kesehatan, Dan Penyuluh Pertanian, pada Bagian Keempat Seleksi, tahapan pelaksanaan seleksi meliputi, (1) Seleksi Administrasi, (2) Seleksi Kompetensi (dengan CAT), (3) Wawancara (dengan CAT).

Seleksi Kompetensi yang dimaksudkan sesuai dengan Undan-Undang No. 5 Tahun 2014 Tentang Aparatur Sipil Negara. Adapun materi ujian PPPK Tahap 1 Tahun 2019 ini, meliputi
1. Kompetensi Teknis
2. Kompetensi Manejerial
3. Kompetensi Sosial Kultural

1. Kompetensi Teknis
Kompetensi Teknis adalah pengetahuan, keterampilan, dan sikap/perilaku yang dapat diamati, diukur, dan dikembangkan yang spesifik berkaitan dengan bidang teknis Jabatan. Kompetensi teknis yang diukur dari tingkat dan spesialisasi pendidikan, pelatihan teknis fungsional, dan pengalaman bekerja secara teknis.

Berikut ini beberapa contoh latihan soal kompetensi teknis.


2. Kompetensi Manejerial
Kompetensi Manajerial adalah pengetahuan, keterampilan, dan sikap/perilaku yang dapat diamati, diukur, dikembangkan untuk memimpin dan/atau mengelola unit organisasi. Kompetensi manajerial yang diukur dari tingkat pendidikan, pelatihan struktural atau manajemen, dan pengalaman kepemimpinan.

Berikut ini beberapa contoh latihan soal kompetensi manejerial


3. Kompetensi Sosial Kultural
Kompetensi Sosial Kultural adalah pengetahuan, keterampilan, dan sikap/perilaku yang dapat diamati, diukur, dan dikembangkan terkait dengan pengalaman berinteraksi dengan masyarakat majemuk dalam hal agama, suku dan budaya, perilaku, wawasan kebangsaan, etika, nilai-nilai, moral, emosi dan prinsip, yang harus dipenuhi oleh setiap pemegang Jabatan untuk memperoleh hasil kerja sesuai dengan peran, fungsi dan Jabatan. Kompetensi sosial kultural yang diukur dari pengalaman kerja berkaitan dengan masyarakat majemuk dalam hal agama, suku, dan budaya sehingga memiliki wawasan kebangsaan.

Berikut ini beberapa contoh latihan soal kompetensi sosial kultural


Demikian kisi-kisi tes masuk PPPK. Semoga bermanfaat.

Lampiran

Tuesday, December 18, 2018

Update Aplikasi Analisis Butir Soal [No Password]

Sehubungan dengan beberapa komentar dan pesan masuk pada postingan Update 2017 - Aplikasi Analisis Butir Soal Berbasis Ms. Excel mengenai jumlah soal yang lebih banyak dan jumlah peserta didik yang lebih besar, maka aplikasi analsisi butir soal diupdate kembali.
Beberapa hal yang diupdate dalam aplikasi ini adalah
  1. Jumah peserta didik yang disediakan menjadi 60 orang
  2. Jumlah soal pilihan berganda yang dapat dianalisis maksimal sebanyak 50 soal
  3. Soal uraian yang dapat dianalisis maksimal 20 soal
  4. Aplikasi ini tidak lagi menggunakan password untuk memproteksi rumus yang digunakan (jadi diharapkan) untuk berhati-hati dalam menginput data.
Untuk pengolahan datanya, masih sama dengan aplikasi sebelumnya. Atau dapat dilihat di postingan Update 2017 - Aplikasi Analisis Butir Soal Berbasis Ms. Excel. Pengisian data hanya pada sheet DATA. Untuk hasil analisis dapat dilihat pada masing-masing sheet yang telah disediakan. 



Ada terdapat tiga analisis yang disediakan, Analisis Pilihan Berganda, Analisis Uraian, dan Analisis Hasil.

Silahkan download aplikasinya disini
Jika ada saran dan komentar terkait update aplikasi analisis soal ini, dapat disampaikan pada kolom komentar atau kirim pesan kepada kami.

Sekian update soal yang dapat disampaikan. Semoga bermanfaat.

Thursday, November 1, 2018

2 | Teknik Penulisan Soal Bentuk Pilihan Ganda (PG)

B. Konstruksi
1. Pokok soal harus dirumuskan secara jelas dan tegas.
Contoh soal yang kurang baik:
Persilangan antara tanaman ercis berbiji bulat (Bb) dengan tanaman ercis berbiji kerut (bb) menghasilkan tanaman ercis berbiji bulat. Apabila F1 disilangkan dengan sesamanya, akan diperoleh perbandingan genotip seperti tampak pada diagram berikut.

Jika seluruh tanaman F2 berjumlah 12 pohon, akan diperoleh tanaman ercis berbiji bulat sebanyak ....
A. 100%
B. 75%
C. 50%
D. 25%
Penjelasan:
Perumusan permasalahan dalam stimulus soal tidak jelas karena hasil persilangan antara genotip Bb dengan bb akan menghasilkan filial bergenotip Bb (bulat) dan bb (kerut), tidak ditemukan F2 bergenotip BB. Pokok soal menjadi tidak jelas karena pada pilihan jawaban tidak disajikan jumlah tanaman akan tetapi persentase.

Contoh soal yang lebih baik:
Persilangan antara tanaman ercis berbiji bulat (BB) dengan tanaman ercis berbiji kerut (bb) menghasilkan tanaman ercis berbiji bulat. Apabila F1 disilangkan dengan sesamanya, akan diperoleh perbandingan genotip seperti tampak pada diagram berikut.

Jika seluruh tanaman F2 berjumlah 12 pohon, akan diperoleh tanaman ercis berbiji bulat sebanyak ....
A. 9 pohon
B. 6 pohon
C. 3 pohon
D. 1 pohon
Kunci Jawaban: A

2. Rumusan pokok soal dan pilihan jawaban harus merupakan pernyataan yang diperlukan saja.
Contoh soal yang kurang baik:
Tono berteriak dengan suara keras di hadapan tebing yang tinggi. Beberapa detik kemudian terdengar gema yang merupakan bunyi pantul suaranya. Sekiranya Tono mencatat selang waktu antara gema dan teriakannya, dan mengetahui cepat rambat bunyi di udara saat itu maka Tono dapat memanfaatkan bunyi pantul itu untuk mengetahui ....
A. ketinggian tebing yang tinggi dari permukaan laut
B. jarak tebing yang tinggi dari tempat Tono berteriak
C. luas dinding tebing yang tinggi yang dituju Tono
D. kelembaban udara di sekitar tebing yang tinggi
Penjelasan:
Pokok soal dan option di atas terlalu panjang. Ada kalimat yang tidak diperlukan dalam pokok soal sehingga menghabiskan waktu peserta didik membaca pokok soal tersebut. Kalimat ketiga dalam pokok soal dan kata ‘yang tinggi’ pada option tidak perlu, sebaiknya dibuang.
Contoh soal yang lebih baik:
Tono berteriak dengan suara keras di hadapan tebing yang tinggi beberapa detik kemudian terdengar bunyi pantul suaranya. Tono dapat memanfaatkan bunyi pantul tersebut untuk mengetahui ....
A. ketinggian tebing dari permukaan laut
B. jarak tebing dari tempat Tono berteriak
C. luas dinding tebing yang dituju Tono
D. kelembaban udara di sekitar tebing
Kunci Jawaban: B

3. Pokok soal jangan memberi petunjuk ke arah jawaban benar.
Contoh soal yang kurang baik:
Perhatikan gambar berikut!

Tiga orang petani pergi ke ladang melewati ruas jalan seperti yang ditunjukkan oleh gambar di atas. Kedalaman jejak kaki C lebih dalam dari jejak kaki B, dan jejak kaki B lebih dalam dari jejak kaki A, ternyata petani yang badannya lebih berat memiliki jejak kaki lebih dalam daripada jejak kaki petani yang kurus. Jika luas penampang kaki mereka sama, perbandingan berat badan petani tersebut adalah ....
A. petani A > petani B > petani C
B. petani A > petani B < petani C
C. petani A < petani B < petani C
D. petani A < petani B > petani C
Kunci Jawaban: C
Penjelasan:
Pada pokok soal di atas ada kalimat yang mengarah ke kunci jawaban sehingga soal tersebut mudahdijawab oleh peserta didik. Kalimat yang mengarah ke kunci jawaban adalah ‘ternyata petani yangbadannya lebih berat memiliki jejak kaki lebih dalam daripada jejak kaki petani yang kurus’. Sebaiknyakalimat tersebut dihilangkan.
Contoh soal yang lebih baik:
Perhatikan gambar berikut!
Tiga orang petani pergi ke ladang melewati ruas jalan seperti yang ditunjukkan oleh gambar di atas. Ternyata kedalaman jejak kaki C lebih dalam dari jejak kaki B, dan jejak kaki B lebih dalam dari jejak kaki A. Jika luas penampang kaki mereka sama, perbandingan berat badan petani tersebut adalah ....
A. petani A > petani B > petani C
B. petani A > petani B < petani C
C. petani A < petani B < petani C
D. petani A < petani B > petani C
Kunci Jawaban : C


4. Pokok soal jangan mengandung pernyataan yang bersifat negatif ganda.
Contoh soal yang kurang baik:
Berikut ini bukan merupakan sifat dari larutan asam, kecuali ....
A. mengubah warna lakmus merah menjadi biru
B. sulit bersenyawa dengan logam
C. memiliki pH kurang dari 7
D. tidak dapat menghantarkan arus listrik
Kunci Jawaban: C
Penjelasan:
Pokok soal di atas menggunakan pernyataan yang bersifat negatif ganda, yaitu menggunakan kata tidak dan kecuali sehingga menyulitkan peserta didik memahami pokok soal.
Contoh soal yang lebih baik:
Berikut ini yang merupakan sifat dari larutan asam adalah ....
A. mengubah warna lakmus merah menjadi biru
B. sulit bersenyawa dengan logam
C. memiliki pH kurang dari 7
D. tidak dapat menghantarkan arus listrik
Kunci Jawaban: C

5. Panjang rumusan pilihan jawaban harus relative sama.
Contoh soal yang kurang baik:
Kandungan bahan kimia detergen adalah senyawa Alkyl Benzena Sulfonat (ABS) yang memiliki sifat polar dan nonpolar. Kutub polar larut dalam air dan bersifat hidrofilik, sedangkan ujung hidrofobik bersifat nonpolar dan mudah larut dalam minyak atau lemak.
Peran ABS saat proses mencuci pakaian adalah ....
A. membunuh kuman
B. menguatkan serat
C. melarutkan kotoran yang menempel pada bahan pakaian
D. memberi wangi pakaian
Kunci Jawaban: C
Penjelasan:
Pilihan jawaban C paling panjang dan merupakan kunci jawaban. Peserta didik kemungkinan
dapat menebak jawabannya dengan benar karena jawaban yang paling panjang
mengandung informasi yang paling lengkap.
Contoh soal yang lebih baik:
Kandungan bahan kimia detergen adalah senyawa Alkyl Benzena Sulfonat (ABS) yang memiliki sifat polar dan nonpolar. Kutub polar larut dalam air dan bersifat hidrofilik, sedangkan ujung hidrofobik bersifat nonpolar dan mudah larut dalam minyak atau lemak.
Peran ABS saat proses mencuci pakaian adalah ....
A. membunuh kuman
B. menguatkan serat
C. melarutkan kotoran
D. memberi wangi pakaian
Kunci Jawaban: C

6. Pilihan jawaban jangan mengandung pernyataan, “Semua pilihan jawaban di atas salah” atau “Semua pilihan jawabandi atas benar”.

Contoh soal yang kurang baik:
Andi melakukan percobaan pemuatan dengan listrik statis menggunakan alat dan bahan seperti pada gambar berikut.

Setelah digosok berulang kali dengan kain (gambar I), penggaris plastik dapat menarik serpihan kertas kecil (gambar II). Hal ini membuktikan bahwa penggaris tersebut menjadi bermuatan listrik ....
A. positif karena telah melepaskan sebagian dari elektronnya
B. positif karena jumlah proton pada penggaris bertambah
C. negatif karena telah melepaskan beberapa elektron dari kain
D. semua pilihan jawaban di atas salah
Kunci Jawaban: D
Penjelasan:
Pada soal tersebut pilihan jawaban berkurang satu dan hanya tiga pilihan jawaban yang dipertimbangkan. Jika semua jawaban di atas salah merupakan kunci jawaban, tidak akan diperoleh informasi yang menunjukkan pemahaman peserta didik tentang jawaban yang benar. Selain itu, opsi D bukanlah materi.
Contoh soal yang lebih baik:
Andi melakukan percobaan pemuatan dengan listrik statis menggunakan alat dan bahan seperti pada gambar berikut.

Setelah digosok berulang kali dengan kain (gambar I), penggaris plastik dapat menarik serpihan kertas kecil (gambar II). Hal ini membuktikan bahwa penggaris tersebut menjadi bermuatan listrik ....
A. positif karena telah melepaskan sebagian dari elektronnya
B. positif karena jumlah proton pada penggaris bertambah
C. negatif karena elektron dari penggaris pindah ke kain
D. negatif karena telah menerima beberapa elektron dari kain
Kunci Jawaban: D

7. Pilihan jawaban yang berbentuk angka atau waktu harus disusun berdasarkan urutan besar kecilnya nilai angka tersebut atau kronologisnya.

Contoh soal yang kurang baik:
Perhatikan gambar berikut!

Massa anak timbangan berturut-turut: P = 1 kg ; Q = 350 g ; R = 75 g, massa benda X pada pengukuran tersebut agar setimbang adalah ....
A. 1.075 g
B. 575 g
C. 1.975 g
D. 875 g
Kunci Jawaban: D
Penjelasan:
Pilihan jawaban di atas tidak berurutan dari besar ke kecil atau sebaliknya sehingga akan menyita waktu peserta didik. Pilihan jawaban berupa angka harus berurutan untuk mempermudah peserta didik memilih pilihan jawaban.
Contoh soal yang lebih baik:
Perhatikan gambar berikut!

Massa anak timbangan berturut-turut: P = 1 kg ; Q = 350 g ; R = 75 g, massa benda X pada pengukuran tersebut agar setimbang adalah ....
A. 1.975 g
B. 1.075 g
C. 875 g
D. 575 g
Kunci Jawaban: C

8. Gambar, grafik, tabel, diagram, dan sejenisnya yang terdapat pada soal harus jelas dan berfungsi.

Contoh soal yang kurang baik:

Karakteristik lapisan troposfer adalah ....
A. terjadi penurunan suhu 0,6 0C setiap ketinggian bertambah 100 m
B. kenaikan suhu dari -100 0C sampai ribuan derajat celcius
C. suhu udara bertambah tinggi seiring dengan naiknya ketinggian tempat
D. penurunan suhu yang terjadi sebesar 0,4 0C setiap kenaikan 100 m
Kunci Jawaban : A
Penjelasan:
Soal masih dapat dijawab tanpa melihat gambar karena pada pokok soal sudah jelas apa yang ditanyakan. Pada soal tersebut gambar tidak berfungsi.
Contoh soal yang lebih baik:

Karakteristik lapisan 1 seperti pada gambar adalah ....
A. terjadi penurunan suhu 0,6 0C setiap ketinggian bertambah 100 m
B. terjadi kenaikan suhu dari -100 0C sampai ribuan derajat celcius
C. suhu udara bertambah tinggi seiring dengan naiknya ketinggian tempat
D. penurunan suhu yang terjadi sebesar 0,4 0C setiap kenaikan 100 m
Kunci Jawaban : A
9. Butir soal jangan bergantung pada jawaban soal sebelumnya.
Contoh soal yang kurang baik:

1. Pada bagian testis terdapat saluran-saluran berbentuk seperti tabung yang disebut ....
A. tubulus kontortus
B. tubulus seminiferus
C. vesikula seminalis
D. kelenjar bulbouretra
Kunci Jawaban: B
2. Bagian yang dimaksud pada soal nomor 1 memiliki fungsi ....
A. menghasilkan cairan bersifat basa
B. menghasilkan makanan bagi sperma
C. menjaga atau menyimpan sperma
D. memberikan suasana basa bagi sperma
Kunci Jawaban: C
Penjelasan:
Soal di atas dapat merugikan peserta didik. Peserta didik yang tidak dapat menjawab dengan benar pada soal nomor 1 pasti akan menjawab salah pada soal nomor 2. Oleh karena itu, soal nomor 2 harus diperbaiki sehingga menjadi soal yang berdiri sendiri.
Contoh soal yang lebih baik:
1. Pada bagian testis terdapat saluran-saluran berbentuk seperti tabung yang disebut ....
A. tubulus kontortus
B. tubulus seminiferus
C. vesikula seminalis
D. kelenjar bulbouretra
Kunci Jawaban: B
2. Fungsi tubulus seminiferus adalah ....
A. menghasilkan cairan bersifat basa
B. menghasilkan makanan bagi sperma
C. menjaga atau menyimpan sperma
D. memberikan suasana basa bagi sperma

Kunci Jawaban: C



sebelumnya 1 | 2 | 3 selanjutnya

1 | Teknik Penulisan Soal Bentuk Pilihan Ganda (PG)

Tes tertulis merupakan kumpulan soal-soal yang diberikan kepada peserta didik dalam bentuk tulisan. Dalam menjawab soal, peserta didik tidak selalu harus merespon dalam bentuk tulisan, tetapi juga dapat dilakukan dalam bentuk lain, seperti memberi tanda, mewarnai, menggambar.
Soal-soal pada tes tertulis dapat diklasifikasikan menjadi dua, yaitu soal dengan memilih jawaban yang sudah disediakan (bentuk soal pilihan ganda, benar-salah, menjodohkan) dan soal dengan memberikan jawaban secara tertulis (bentuk soal isian, jawaban singkat, dan uraian).
Dalam penyusunan soal tes tertulis, penulis soal harus memperhatikan kaidah-kaidah penulisan soal dari segi materi, konstruksi, dan bahasa.

Soal Pilihan Ganda (PG) merupakan bentuk soal yang jawabannya dapat dipilih dari beberapa kemungkinan jawaban (option) yang telah disediakan. Setiap soal PG terdiri atas pokok soal (stem) dan pilihan jawaban (option). Pilihan jawaban terdiri atas kunci jawaban dan pengecoh (distractor). Kunci jawaban merupakan jawaban benar atau paling benar, sedangkan pengecoh merupakan jawaban tidak benar, tetapi peserta didik yang tidak menguasai materi mungkinkan memilih pengecoh tersebut.
Contoh Soal PG

Beberapa keunggulan dari bentuk soal PG adalah:
  1. dapat diskor dengan mudah, cepat, dan memiliki objektivitas yang tinggi;
  2. dapat mengukur berbagai tingkatan kognitif;
  3. mencakup ruang lingkup materi yang luas;
  4. tepat digunakan untuk ujian berskala besar yang hasilnya harus segera diumumkan, seperti ujian nasional, ujian akhir sekolah, dan ujian seleksi pegawai negeri.

Beberapa keterbatasan dari bentuk soal PG adalah:
  1. perlu waktu lama untuk menyusun soalnya;
  2. sulit membuat pengecoh yang homogen dan berfungsi;
  3. terdapat peluang untuk menebak kunci jawaban.
Kaidah Penulisan Soal Bentuk PG
Dalam menulis soal bentuk PG, penulis soal harus memperhatikan kaidah-kaidah sebagai berikut:


A. Materi
1. Soal harus sesuai dengan indikator.
Artinya, soal harus menanyakan perilaku dan materi yang hendak diukur sesuai dengan tuntutan indikator soal.
Disajikan sebuah gambar lingkaran yang di dalamnya terdapat sebuah persegi dengan titik sudut berada di keliling lingkaran, peserta didik dapat menentukan cara menghitung luas lingkaran jika diketahui panjang sisi persegi tersebut.
Contoh soal yang kurang baik:
Perhatikan gambar berikut!

Diketahui persegi ABCD dengan panjang sisi AB = 14 cm. Luas daerah lingkaran yang diarsir adalah ….
A. 112 cm2
B. 108 cm2
C. 88 cm2
D. 74 cm2

Penjelasan:Soal tidak sesuai permintaan indikator karena yang diminta adalah cara menghitung luas lingkaran, bukan menghitung luas bagian lingkaran

Contoh soal yang lebih baik:
Perhatikan gambar berikut!

Diketahui persegi ABCD dengan panjang sisi AB = 14 cm. Cara menghitung luas lingkaran berdasarkan gambar adalah ….
A. setengah panjang AC dipangkat dua, lalu dikali bilangan π
B. akar dua dari panjang AC dibagi dua, lalu dikali bilangan π
C. panjang AB kali panjang BC dibagi dua, lalu dikali bilangan π
D. panjang AB kali panjang BC dipangkat dua, lalu dikali bilangan π

2. Pilihan jawaban harus homogen dan logis ditinjau dari segi materi.

Contoh soal yang kurang baik:
Saat ini umur Paman lima kali umur Adik. Lima tahun yang lalu, umur Paman lima belas kali umur Adik. Selisih umur mereka sekarang adalah ....
A. 5 tahun
B. 7 tahun
C. 28 tahun
D. 35 tahun
Kunci Jawaban : C
Penjelasan:
Option A dan B tidak logis karena selisih umur mereka seharusnya lebih dari 10 tahun. Pilihan jawaban yang berupa angka harus ada dasar perhitungannya sehingga logis.

Contoh soal yang lebih baik:
Saat ini umur Paman lima kali umur Adik. Lima tahun yang lalu, umur Paman lima belas kali umur Adik. Selisih umur mereka sekarang adalah ....
A. 36 tahun
B. 32 tahun
C. 28 tahun
D. 24 tahun
Kunci Jawaban : C

Contoh soal yang kurang baik:
Wakil dari Indonesia yang turut menandatangani Deklarasi Bangkok adalah ....
A. Ali Alatas
B. Mohamad Hatta
C. Adam Malik
D. Menteri Dalam Negeri
Kunci Jawaban: C
Penjelasan:
Pilihan jawaban d pada contoh soal di atas tidak homogen dari segi materi karena tidak menyebutkan tokohnya, demikian pula pilihan jawaban a kurang logis karena peristiwa ini terjadi pada tahun 1967.
Contoh soal yang lebih baik:
Wakil dari Indonesia yang turut menandatangani Deklarasi Bangkok adalah ....
A. Mohamad Hatta
B. Soekarno
C. Adam Malik
D. Ali Sastroamidjojo
Kunci Jawaban: C
3. Setiap soal harus mempunyai satu jawaban yang benar atau yang paling benar.

Contoh soal yang kurang baik:

Cermati kalimat-kalimat berikut!

Cara Menyalakan Komputer
Komputer merupakan salah satu perangkat elektronik yang sering digunakan untuk memudahkan kita dalam bekerja. Sebelum digunakan, komputer harus terlebih dahulu dinyalakan. Untuk menyalakan komputer dengan benar, ikutilah langkah-langkah berikut:
(1) Buka penutup monitor, CPU, keyboard, dan printer.
(2) Pastikan saklar terhubung dengan kabel power ke stabilizer atau CPU komputer.
(3) Tekan tombol power pada CPU dan tekan tombol power pada monitor.
(4) Komputer akan melakukan booting, tunggu proses ini sampai selesai.
(5) Setelah selesai booting, komputer siap untuk digunakan.

Simpulan yang tepat untuk teks prosedur tesebut adalah ...
A. Memastikan saklar terhubung ke stabilizer dan CPU adalah langkah utama yang harus diperhatikan.
B. Komputer akan menyala dengan baik jika langkah-langkah pengoperasiannya dilakukan berurutan.
C. Komputer dapat difungsikan untuk memudahkan pekerjaan setelah proses booting selesai.
D. Perangkat komputer dapat meringankan pekerjaan manusia jika digunakan bersama printer.
Kunci Jawaban: B dan C
Penjelasan:
Simpulan yang sesuai dengan teks tersebut terdapat pada dua pilihan jawaban, yakni B dan C.
Contoh soal yang lebih baik:

Cermati kalimat-kalimat berikut!

Cara Menghidupkan Komputer
Komputer merupakan salah satu perangkat elektronik yang sering digunakan untuk memudahkan kita dalam bekerja. Sebelum digunakan, komputer harus terlebih dahulu dinyalakan. Untuk menyalakan komputer dengan benar, ikutilah langkah-langkah berikut:
(1) Buka penutup monitor, CPU, keyboard, dan printer.
(2) Pastikan saklar terhubung dengan kabel power ke stabilizer atau CPU komputer.
(3) Tekan tombol power pada CPU dan tekan tombol power pada monitor.
(4) Komputer akan melakukan booting, tunggu proses ini sampai selesai.
(5) Setelah selesai booting, komputer siap untuk digunakan.

Kalimat simpulan yang tepat untuk teks prosedur tesebut adalah ...
A. Memastikan saklar terhubung ke stabilizer adalah langkah utama yang harus diperhatikan.
B. Komputer akan menyala dengan baik jika langkah-langkah pengoperasiannya dilakukan berurutan.
C. Komputer masih dapat berfungsi meskipun sakelar tidak terhubung dengan perangkat lainnya.
D. Perangkat komputer dapat meringankan pekerjaan manusia jika digunakan bersama printer.
Kunci Jawaban: B



1 | 2 | 3  Selanjutnya